HTI bukanlah separatis, mereka bertujuan menyatukan semua orang islam
menjadi kesatuan negara islam, istilahnya pan-islamic nations.
tujuannya baik. yaitu menguatkan persahabatan muslim.

pertanyaanya:
kalo ada orang2 kaum non-muslim yg kebetulan tinggal di negara mulsim,
apakah harus serta merta setuju? atau lebih baik minggat?
kalo minggat nanti dijuluki separatis? kalo ga minggat nanti
dikucilkan? dipaksakan mengikuti aturan islam mayo?

sedangkan keadaan saat ini kontradiktif yaitu banyak orang2 muslim yg
justru pengen cari makan dan cari duit di negeri2 'kafir'? bahkan
meninggalkan negaranya yg memang represif?

carilah orang2 muslim imigran di perancis, norway, sweden, inggris...
banyaknya minta ampun.
gimana mau bisa bikin pan-islamic nations kalo pengikutnya ajah pada
minggat ngikutin orang kafir?


macemm piyeeee ini?????





--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau negara pakai batas agama sebagai batas negara, maka semua yang 
> penduduknya Muslim dijadikan satu, yang penduduknya Buddha jadi satu 
> (juga wilayah wilayah RI yang mayo Buddha gabung dengan negara 
> Buddha, sepertri Thailand), wilayah RI yang mayo Konghucu bergabung 
> dengan negara Konghucu, wilayah RI yang mayo Katholik, gabung dengan 
> negara Katholik,  wilayah RI yang mayo Protestant seperti Minahasa 
> gabung dengan negara Kristen Protestant... horreee...
> 
> Di wilayah saya diam, sebuah pemukim menengah atas di jakarta, 
> kebanyakan non Muslim, kita keluarkan dari DKI, horreeee, juga 
> wilayah Kapuk, kelapa gading, Pluit, Glodok..
> 
> Ehh negara lain yang udah bikin  negara Muslim mana ya? mau nggak ya 
> Malaysia gabung ama RI? nanti gak bisa lagi gebukin TKI? kan sayang? 
> Saudi mau gabung gak ya sama RI? Mereka pasti sayang minyaknya mau di 
> bagi bagi horrreee
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Mudatsir" <mudatsir.oke@> wrote:
> >
> > Bang Ikhsan,
> > Walaupun Bang Ikhsan menulis "separatis" (dalam tanda kutip), kok 
> gak ada nada-nadanya kalau HTI itu "separatis" hanya karena ingin 
> mendirikan Negara Islam (Khilafah Islam).
> > Kalau HTI ingin mendirikan Khilafah Islam dengan terlebih dahulu 
> melepaskan wilayah tertentu, kemudian baru didirikan Khilafah Islam, 
> baru dikatakan "separatis" (baik pakai tanda kutip atau tidak)
> > 
> > Kenyataannya, perjuangan HTI adalah perjuangan untuk menyatukan 
> kembali serpihan negeri-negeri Islam yang kini tersekat oleh batas-
> batas nasionalisme (nation state).  Karena alasan inilah, HTI berseru 
> jangan sampai negeri yang sejatinya harus bersatu dengan negeri- 
> islam lainnya dipecah-pecah dalam bentuk separatisme wilayah.  
> > 
> > Perjuangan HTI (dan HT lain di seluruh dunia) untuk  mendirikan 
> Khilafah Islam, yang terjadi bukanlah "separatisme", karena HTI tidak 
> akan pernah membiarkan separatisme terjadi di negeri-negeri muslim 
> yang seharusnya disatukan.  So perjuangan HTI 
> bukanlah "separatisme".  Kalau demikian, dimanakah 
> letak "separatisme" nya HTI ?
> > Salam,
> > =mds-
> > 
> > Posted by: "Mohamad Ikhsan" mikhsan.modjo@   mohamad_ikhsan 
> > Sun Jul 15, 2007 10:42 pm (PST) 
> > 
> > HTI apa bukan tergolong "separatis" mau bikin negara Islam...? Hayo
> > waspadai diri sendiri...
> > 
> >

Kirim email ke