--- In [email protected], Abu Labid <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > "Disini saya pikir relevansi yang diserukan oleh HTI dengan selalu menghubungkan berbagai masalah kehidupan bernegara (termasuk separatisme ini)dengan solusi Islam dalam bentuk penerapan syariat Islam oleh Negara dan menjaga kesatuan negara. Itu artinya bahwa HTI ingin mengopinikan bahwa Islam bukansekedar agama tapi juga ideologi yang memiliki konsep-konsep pengatur seluruhaspek kehidupan yang akan mensejahterakan warga negaranya bukan hanya muslim tapi juga non muslim...ini baru horreee.. hehehe
Lhaaa mana mungkinnn? ayak ayk wae? Lha wong tanah kelahiran nabi aja, yang berbentuk kerajaan Saudi, nggak mau gabung ama siapa siapa. Mana mau wilayah wilayah yang mayo non Muslim, hidup dalam negara yang ideologinya Islam? saya sering bicara lho dengan sahabat sahabat, mislae di Minahasa, jawaban mereka jelas: Tak uk uk ya! BTW mana ada sihh negara berideologi Islam yang berhasil mensejahterakan rakyatnya? Saudi. Emirates dll sejahtera, bukan karena Nurul Islam, tetapi karenaaaaa? OIL! Salam multibudaya danardono

