Tepat sekali. Sebagai warga Austria, salah satu anggauta Uni Eropa yang sangat aktif turut membentuk policy mengenai integrasi Turki kedalam Eropa, saya berkesampatan untuk mengikuti perkembangan mutakhir Turki.
Saya tak begitu memahami PKS, tetapi kami yang hidup di Eropa tengah sangat mengenal Abdullah Gul, yang sangat aktif mendorong reformasi di Turki agar siap masuk Uni Eropa. Seperti mas Nugroho katakan, tepat sekali, TAK ada cita cita membuat Turki menjadi negara agama, mereka sangat setia terhadap azas sekularisme, yang telah membawa mereka keabad modern. Jangan pula kita lupakan, sebaliknya dari mereka di Indonesia yang memimpikan berdirinya khalifah Utsmani tiruan, bangsa Turki bangkit dari puing kekhalifatan Utsmani, yang membawa keterbelakangan sosial politis ekonomis dan tekhnologis. Mereka kapok, dan takkan mau kembali kesana. Turki mempunyai visi yang sangat konkrit mengenai bagaimana memajukan negeri mereka, dan memasukkan bangsa mereka kedalam jajaran bangsa bangsa yang maju, tanpa melibatkan agama, apalagi bentuk negara agama. Bapak bapak Turki modern dibawah Kemal Pasha sadar, bahwa agama tak mungkin lagi dipakai sebagai dasar kenegaraan dalam memasuki abad ke XIX, dimana kekhalifatan Utsmaniah masih tetap berlindung dibalik konstitusi negara agama, dan hancur menjadi puing puing.. Kita semua yang masih hidup diabad ke XXI ini menjadi saksi sejarah. Salam Danardono --- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > hehmm apakah akp sama dengan pks? > > sulit sekali mencari tokoh akp yang berpoligami. > sebaliknya kalangan pks gencar mengkampanyekan > poligami. > > akp partai islam yang sudah membuktikan kesetiaan terhadap > demokrasi sekuler dan cita-cita turki modern. tak ada agenda > tersembunyi mengubah turki menjadi negara islam atau bergabung > dengan khilafah. sebaliknya turki dibawah akp konsisten ingin > menjadi bagian dari uni eropa. > > dia persis dengan partai-partai kristen di eropa yang juga tak > memiliki agenda tersembunyi dan setia menjadi bagian dari > sistem demokrasi sekuler. > > mungkin itu sebabnya partai keadilan malaysia dibawah anwar > ibrahim dan wan azizah menoleh ke akp sebagai model. > > apakah pks demikian juga? > > > > At 03:06 PM 8/28/2007 +0000, you wrote: > > > > >Banyak yang 'menyamakan' ato setidak tidaknya > >'membandingkan' partai AKP di Turki seperti > >halnya PKS di Indonesia ( kebetulan nama/singkatan > >AKP hampir sama artinya dengan PKS ). > >Memang ada kemiripan lain, yaitu bahwa > >kedua Partai tsb. merupakan hasil "evolusi" > >dari bentuk yang lebih "eksklusif" menjadi > >lebih "inklusif". > > > >*** > > > >Terlepas dari itu, dari segi 'milestone' > >yang dicapai oleh politik Islam di Turki, > >saya melihatnya lebih mirip dengan momen > >munculnya ICMI di warnai oleh Monolitik > >Pemerintahan Orde Baru dengan mesin politik > >yang bernama Golkar dan ABRI dengan semua > >jajaran aparat keamanannya sebagai 'preman' > >pelindung kekuasaan. Sistem ini tidak > >memperkenankan kekuatan politik lain: > > > >-> Kelompok 'Islam' maupun > >-> Kelompok 'Nasionalis' mantan pendukung > >Soekarno > > > >Kekuatan kelompok 'Nasionalis' waktu itu bisa > >dikatakan sudah tidak kelihatan berarti. Oleh > >karena itu fokus pemerintahan pak Harto dkk > >adalah tinggal bagaimana mem'bonsai' politik > >Islam supaya selama-lamanya "kerdil" dan > >"bisa diatur". Oleh mereka kelompok-2 Islam > >di"benturkan" dengan isu idoelogi Pancasila > >dengan berbagai cara, including with very > >dirty tricks, supaya ada alasan bagi "tukang > >-tukang pukul" nya pak Harto memberangus > >mereka. > > > >Alhamdulillah keadaan tiba-tiba berubah. > >Berawal dari ide kecil beberapa Mahasiswa > >Teknik Mesin Unbraw ( I happen to know mas > >Erik, one of them ) untuk membentuk > >suatu wadah bagi para intelektual Muslim > >di Indonesia yang kemudian mendapat > >sambutan dari BJ Habibie yang waktu itu > >menjadi Menristek, bola salju mulai > >menggelinding. > > > >Satu kunci strategis yang berhasil diperankan > >ICMI waktu itu a.l. adalah seruan kepada para > >intelektual Muslim Indonesia agar "melupakan" > >masalah perbedaan/friksi ideologi dulu, > >dan merubah prioritas agenda menjadi agenda > >pemberdayaan & pencerdasan Ummat. > > > >Impactnya cukup besar. Waktu itu dengan "ajaib" > >kita bisa menjumpai tokoh-tokoh Islam yang > >dikenal tokoh "kanan" seperti Dr. Ir. Imaduddin > >Abdurrahim ( yang pernah menjadi Ketua Yayasan > >Pembina Masjid Salman ITB ) bisa duduk di dalam > >forum yang sama dengan pejabat-2 yang dikenal > >lebih "sekuler" dan dekat dengan pak Harto. > > > >There was no doubt, waktu itu pak Harto mulai > >"mengurangi" kepercayaannya kepada ABRI dan > >mulai mencari basis dukungan di kalangan > >Islam, mencari "new political equilibrium". > >ABRI pun mulai merasa "segan" mengusik kelompok > >Islam. Sejak saat itu memang tidak kedengaran lagi > >ada peristiwa kekerasan yang melibatkan "Islam" > >berskala besar seperti di era 1980 an: > >Jama'ah Imron (pembajakan pesawat Woyla & peristiwa > >Cicendo), peristiwa Lampung, Peristiwa Tanjung Priok > >dsb. Di tahun 1990, sudah jelas pengaruh "Ali Moertopo" > >sudah bisa dikatakan habis. > > > >*** > > > >Momen itulah yang saya lihat pada saat ini berhasil > >dicapai oleh Muslim Turki, untuk melepaskan diri > >dari belenggu Militer Turki yang meng-claim diri > >sebagai 'pengawal setia Sekularisme/Kemalisme'. > > > >Allahu Akbar, > >sadaqa wa'dah > >wa nashara abdah > >wa a'azza jundah > >wa hazamal ahzaba wahdah > > > >----( ihsan hm )------------------------------- > > > >note: > >----- > >namanya juga sejarah, tentu saja ICMI juga punya > >kelemahan-2 an, yang kemudian membuat beberapa > >orang tokoh seperti Amin Rais akhirnya memutuskan > >keluar - karena ICMI beliau nilai "tidak berani" > >mengritik seacra frontal kepada pemerintah Orba. > > > >( juga Emha yang kecewa dgn alasan serupa, karena > >ICMI tidak berani mengritik kesewenang-2 an > >pemerintah dalam menangani ganti rugi penduduk > >yang tergusur proyek waduk Kedung Ombo; dan > >tentu saja Gus Dur yang sejak semula 'anti' ICMI :) } > > > >August 28, 2007 > > > >------------------------------------------- > >Ex-Islamist Gul elected Turkey's president > >------------------------------------------- > > > >By Hidir Goktas and Paul de Bendern 37 minutes ago > > > >ANKARA (Reuters) - Foreign Minister Abdullah Gul was > >elected Turkey's next president on Tuesday, the first > >former Islamist to take the post in the secular but > >predominantly Muslim country's modern history. > > > >"Abdullah Gul in the third round obtained an absolute > >majority and was elected the 11th president of Turkey > >with 339 votes," parliament speaker Koksal Toptan said > >after the vote. > > > >The AK Party has 341 seats in the 550-seat chamber. > >Two other candidates also stood for president. > > > >Gul has established himself as a respected diplomat > >since the AK Party was first elected in 2002, securing > >the launch of Turkey's European Union entry talks. He > >pledges to be a leader for all Turks, but he is not to > >the taste of a military which suspects the AK Party of > >harboring a secret Islamist agenda. > > > >Armed forces chief General Yasar Buyukanit said on > >Monday he saw "centers of evil" seeking to undermine > >the secular republic, a statement suggesting the army > >would not stand on the sidelines if it saw the separation > >between religion and state threatened. > > > >Many observers expect Gul, who broke with an Islamist > >party in 1999, will try to avoid confrontation. > > > >"You shouldn't expect radical moves with Gul as president. > >Both his opponents, who are scared he might do so, will be > >surprised and his supporters hoping for radical moves will > >be disappointed," said academic expert Cengiz Candar. > > > >Turkish financial markets, hurt by weaker global markets, > >were under further pressure following the army statement. > >The lira showed little reaction to the vote, easing to > >1.3260 against the dollar. > > > >HEADSCARF IN THE PALACE > > > >The secular elite and Turkey's generals, who have ousted > >four governments since 1960, are wary of Gul's Islamist > >past and alarmed at the prospect of his wife wearing the > >Islamic headscarf in the Cankaya presidential palace. > > > >The headscarf is for many a potent symbol of the religious > >influence that soldier-turned-politician Mustafa Kemal > >Ataturk banished from public life when he founded the > >modern, Western-style republic on the ruins of the > >Ottoman Empire. > > > >But a survey by the KONDA agency conducted for Milliyet > >newspaper showed that 72.6 percent of participants regarded > >it as "normal" for the wife of the president to wear a > >headscarf, while 19.8 percent said they would be uncomfortable > >about it. > > > >Turkey, a key member of NATO, has been mired in political > >turmoil since April when the AK Party first nominated Gul > >as its candidate. The crisis sparked early parliamentary > >elections. > > > >Electing Gul marks a sweet victory for the AK Party, which > >has gradually moved more to the centre of the Turkish > >political landscape. It completes its capture of all > >top state institutions. > > > >In Turkey, the government holds most power but the president > >can veto laws and appointments of officials, and name judges. > >The post carries moral weight as it was first held by Ataturk. > > > >Erdogan and Gul -- who have both broken with political > >Islam -- say they are loyal to secularism and that their > >party's July landslide win gives Gul a strong presidential > >mandate. > > > >"One of the striking qualities is that he will be affectionate > >to the public. It'll open the presidential palace to the > >people. It was too much of an isolated place in the last > >seven years," Candar told Reuters. > > > >Few expect the army to intervene directly after their strong > >public statements earlier this year appeared to backfire and > >helped secure more votes for the AK Party in July elections. > > > >Erdogan said he planned to present his new cabinet, expected > >to be made up of reformists, for approval on Wednesday to Gul. > > > >(Additional reporting by Emma Ross-Thomas in Ankara and Daren > >Butler in Istanbul) > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

