Kampanye seperti orang pemilu mungkin gak bos..
Tapi praktekkin iya.. :-p
Soal keroyokan itu memang salahnya partai" yang bergabung..
kenapa mereka hanya berani memunculkan 2 nama kandidat cagub saja..

Wassalam,

Irwan.K

On 8/29/07, Mas Bagong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Saya tidak melihat adanya pks yang gencar kampanye poligami, tetapi
> malah
> partai beringin (kasus YZ), terus ada pbb (kasus ZMA), dan ppp yang hendak
> melegalisasikan poligami tanpa mengikuti kaidah pp 10.
> kalau melihat kasusnya, kemenangan akp lebih merupakan bentuk perlawanan
> rakyat turki terhadap kekangan yang berlebihan sistem sekuler-milliter
> turki. yang pada skala yang terlihat pada kasus pdip menang pada pemilu 99
> atau skala yang lebih kecil pada kasus pilkadal dki, dimana pks menang
> secara 'politis' (dimana 1 dikeroyok 20) ternyata mencapai suara 40%.
> jadi kalau saya melihat, ternyata memang titik tolaknya adalah pada
> bagaimana rakyat merasakan benefit ketika suatu partai berkuasa.
> Jadi sepanjang rakyat melihat pks menampilkan potensi benefit maka jangan
> heran nanti akan pks akan menang...
> lha wis piye?
> DG
>
>
> On 8/29/07, Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]<ndewanto%40mail.tempo.co.id>>
> wrote:
> >
> >
> > hehmm apakah akp sama dengan pks?
> >
> > sulit sekali mencari tokoh akp yang berpoligami.
> > sebaliknya kalangan pks gencar mengkampanyekan
> > poligami.
> >
> > akp partai islam yang sudah membuktikan kesetiaan terhadap
> > demokrasi sekuler dan cita-cita turki modern. tak ada agenda
> > tersembunyi mengubah turki menjadi negara islam atau bergabung
> > dengan khilafah. sebaliknya turki dibawah akp konsisten ingin
> > menjadi bagian dari uni eropa.
> >
> > dia persis dengan partai-partai kristen di eropa yang juga tak
> > memiliki agenda tersembunyi dan setia menjadi bagian dari
> > sistem demokrasi sekuler.
> >
> > mungkin itu sebabnya partai keadilan malaysia dibawah anwar
> > ibrahim dan wan azizah menoleh ke akp sebagai model.
> >
> > apakah pks demikian juga?
> >
> > At 03:06 PM 8/28/2007 +0000, you wrote:
> >
> > >Banyak yang 'menyamakan' ato setidak tidaknya
> > >'membandingkan' partai AKP di Turki seperti
> > >halnya PKS di Indonesia ( kebetulan nama/singkatan
> > >AKP hampir sama artinya dengan PKS ).
> > >Memang ada kemiripan lain, yaitu bahwa
> > >kedua Partai tsb. merupakan hasil "evolusi"
> > >dari bentuk yang lebih "eksklusif" menjadi
> > >lebih "inklusif".
> > >
> > >***
> > >
> > >Terlepas dari itu, dari segi 'milestone'
> > >yang dicapai oleh politik Islam di Turki,
> > >saya melihatnya lebih mirip dengan momen
> > >munculnya ICMI di warnai oleh Monolitik
> > >Pemerintahan Orde Baru dengan mesin politik
> > >yang bernama Golkar dan ABRI dengan semua
> > >jajaran aparat keamanannya sebagai 'preman'
> > >pelindung kekuasaan. Sistem ini tidak
> > >memperkenankan kekuatan politik lain:
> > >
> > >-> Kelompok 'Islam' maupun
> > >-> Kelompok 'Nasionalis' mantan pendukung
> > >Soekarno
> > >
> > >Kekuatan kelompok 'Nasionalis' waktu itu bisa
> > >dikatakan sudah tidak kelihatan berarti. Oleh
> > >karena itu fokus pemerintahan pak Harto dkk
> > >adalah tinggal bagaimana mem'bonsai' politik
> > >Islam supaya selama-lamanya "kerdil" dan
> > >"bisa diatur". Oleh mereka kelompok-2 Islam
> > >di"benturkan" dengan isu idoelogi Pancasila
> > >dengan berbagai cara, including with very
> > >dirty tricks, supaya ada alasan bagi "tukang
> > >-tukang pukul" nya pak Harto memberangus
> > >mereka.
> > >
> > >Alhamdulillah keadaan tiba-tiba berubah.
> > >Berawal dari ide kecil beberapa Mahasiswa
> > >Teknik Mesin Unbraw ( I happen to know mas
> > >Erik, one of them ) untuk membentuk
> > >suatu wadah bagi para intelektual Muslim
> > >di Indonesia yang kemudian mendapat
> > >sambutan dari BJ Habibie yang waktu itu
> > >menjadi Menristek, bola salju mulai
> > >menggelinding.
> > >
> > >Satu kunci strategis yang berhasil diperankan
> > >ICMI waktu itu a.l. adalah seruan kepada para
> > >intelektual Muslim Indonesia agar "melupakan"
> > >masalah perbedaan/friksi ideologi dulu,
> > >dan merubah prioritas agenda menjadi agenda
> > >pemberdayaan & pencerdasan Ummat.
> > >
> > >Impactnya cukup besar. Waktu itu dengan "ajaib"
> > >kita bisa menjumpai tokoh-tokoh Islam yang
> > >dikenal tokoh "kanan" seperti Dr. Ir. Imaduddin
> > >Abdurrahim ( yang pernah menjadi Ketua Yayasan
> > >Pembina Masjid Salman ITB ) bisa duduk di dalam
> > >forum yang sama dengan pejabat-2 yang dikenal
> > >lebih "sekuler" dan dekat dengan pak Harto.
> > >
> > >There was no doubt, waktu itu pak Harto mulai
> > >"mengurangi" kepercayaannya kepada ABRI dan
> > >mulai mencari basis dukungan di kalangan
> > >Islam, mencari "new political equilibrium".
> > >ABRI pun mulai merasa "segan" mengusik kelompok
> > >Islam. Sejak saat itu memang tidak kedengaran lagi
> > >ada peristiwa kekerasan yang melibatkan "Islam"
> > >berskala besar seperti di era 1980 an:
> > >Jama'ah Imron (pembajakan pesawat Woyla & peristiwa
> > >Cicendo), peristiwa Lampung, Peristiwa Tanjung Priok
> > >dsb. Di tahun 1990, sudah jelas pengaruh "Ali Moertopo"
> > >sudah bisa dikatakan habis.
> > >
> > >***
> > >
> > >Momen itulah yang saya lihat pada saat ini berhasil
> > >dicapai oleh Muslim Turki, untuk melepaskan diri
> > >dari belenggu Militer Turki yang meng-claim diri
> > >sebagai 'pengawal setia Sekularisme/Kemalisme'.
> > >
> > >Allahu Akbar,
> > >sadaqa wa'dah
> > >wa nashara abdah
> > >wa a'azza jundah
> > >wa hazamal ahzaba wahdah
> > >
> > >----( ihsan hm )-------------------------------
> > >
> > >note:
> > >-----
> > >namanya juga sejarah, tentu saja ICMI juga punya
> > >kelemahan-2 an, yang kemudian membuat beberapa
> > >orang tokoh seperti Amin Rais akhirnya memutuskan
> > >keluar - karena ICMI beliau nilai "tidak berani"
> > >mengritik seacra frontal kepada pemerintah Orba.
> > >
> > >( juga Emha yang kecewa dgn alasan serupa, karena
> > >ICMI tidak berani mengritik kesewenang-2 an
> > >pemerintah dalam menangani ganti rugi penduduk
> > >yang tergusur proyek waduk Kedung Ombo; dan
> > >tentu saja Gus Dur yang sejak semula 'anti' ICMI :) }
> > >
> > >August 28, 2007
> > >
> > >-------------------------------------------
> > >Ex-Islamist Gul elected Turkey's president
> > >-------------------------------------------
> > >
> > >By Hidir Goktas and Paul de Bendern 37 minutes ago
> > >
> > >ANKARA (Reuters) - Foreign Minister Abdullah Gul was
> > >elected Turkey's next president on Tuesday, the first
> > >former Islamist to take the post in the secular but
> > >predominantly Muslim country's modern history.
> > >
> > >"Abdullah Gul in the third round obtained an absolute
> > >majority and was elected the 11th president of Turkey
> > >with 339 votes," parliament speaker Koksal Toptan said
> > >after the vote.
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke