Hehehe...
Ada dosa 'turunan' ya?
hehehe...
tulisan ini sangat tidak masuk akal

   - dibentuk di markas BAKIN dan diberangus oleh Laksus? Opo tumon?

itu mengada-ada mas...
Terus, kalau analogi yang digunakan adalah saya mendirikan tarbiyah,
kemudian anggota tarbiyah mendirikan partai, otomatis saya adalah guru
ideologis;
mirip ya dengan pemikiran orba, kalau bapaknya pki, maka anaknya otomatis
menyandang bahaya laten komunis...
Hehehehe...
Cheers,
DG


On 8/29/07, irwank <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> PKS *sama sekali* tidak ada kaitan dengan militer/intel?
> Yang bener nih? Kalau dari tulisan di bawah, (masih) ada tuh.. :-|
> Monggo yang lebih paham sharing pengetahuannya di sini..
>
> http://swaramuslim.net/more.php?id=5152_0_1_0_M
>
> Wassalam,
>
> Irwan.K
>
> "..
> Sementara penangkapan terhadap para elite Neo NII –yang musyawarah
> pembentukan strukturnya dilakukan di markas BAKIN (jalan Senopati, Jakarta
> Selatan)– seperti Adah Djaelani Tirtapradja, Danu Mohammad Hasan, Aceng
> Kurnia, Tahmid Rahmat Basuki Kartosoewirjo, Dodo Muhammad Darda Toha
> Mahfudzh, Opa Musthapa, Ules Suja'i, Saiful Iman, Djarul Alam, Seno alias
> Basyar, Helmi Aminuddin Danu[11], Hidayat, Gustam Effendi (alias Ony),
> Abdul
> Rasyid dan yang lain dengan jumlah sekitar 200 orang, mereka ditangkap
> Laksus sejak akhir 1980 hingga pertengahan 1981. Namun dari sekitar 200
> orang anggota Neo NII yang ditangkap OPSUS tersebut, hanya sekitar 30
> elitenya saja yang dilanjutkan ke persidangan, selebihnya dibebaskan
> bersyarat oleh OPSUS termasuk beberapa nama yang menjadi tokoh komando
> KW-9
> *[12]*, kecuali satu nama tokoh, yaitu Menlu kabinet Neo NII yang bernama
> Helmi Aminuddin bin Danu.
> ..
> KesimpulanSecara substansi, makna kebangkitan Neo NII yang lahir berkat
> dibidani dan buah karya operasi intelejen OPSUS tersebut, dengan demikian
> hal tersebut *sangat tidak layak* untuk dinilai dan atau diatasnamakan
> sebagai *wujud perjuangan politik berbasis ideologi Islam* (apalagi sampai
> dikategorikan sebagai jihad suci fie sabilillah).
>
> Hakekat substansi dan orientasi kiprah gerakan reorganisasi yang dilakukan
> para mantan tokoh sayap militer NII tersebut adalah lebih didorong oleh
> dan
> dalam rangka memperoleh serta *memperturutkan syahwat duniawi* (materi dan
> kedudukan politis) kemudian bertemu-bekerjasama (bersimbiosis mutualistis)
> dengan para tokoh intelejen jahiliyah yang terkenal kebusukannya dan
> terkenal pula kerakusannya terhadap dunia (syahwat duniawi). Dengan
> demikian
> timbangan yang adil dan benar terhadap kasus Komando Jihad, Kebangkitan
> Neo
> NII maupun Fundamentalisme Jihad para mantan tokoh sayap militer DI
> tersebut
> merupakan wujud *perjuangan* atau *pengorbanan* yang *bathil*.
> ..
> *
> [11] Helmi Aminuddin adalah putera Danu Mohammad Hasan, yang pada awal
> 1980-an membentuk komunitas Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin versi Indonesia),
> yang merupakan cikal-bakal PK (Partai Keadilan). Kini PK menjadi PKS
> (Partai
> Keadilan Sejahtera).*
> .."
>
> On 8/29/07, Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > hehmm apakah akp sama dengan pks?
> >
> > sulit sekali mencari tokoh akp yang berpoligami.
> > sebaliknya kalangan pks gencar mengkampanyekan
> > poligami.
> >
> > akp partai islam yang sudah membuktikan kesetiaan terhadap
> > demokrasi sekuler dan cita-cita turki modern. tak ada agenda
> > tersembunyi mengubah turki menjadi negara islam atau bergabung
> > dengan khilafah. sebaliknya turki dibawah akp konsisten ingin
> > menjadi bagian dari uni eropa.
> >
> > dia persis dengan partai-partai kristen di eropa yang juga tak
> > memiliki agenda tersembunyi dan setia menjadi bagian dari
> > sistem demokrasi sekuler.
> >
> > mungkin itu sebabnya partai keadilan malaysia dibawah anwar
> > ibrahim dan wan azizah menoleh ke akp sebagai model.
> >
> > apakah pks demikian juga?
> >
> >
> > At 03:06 PM 8/28/2007 +0000, you wrote:
> >
> > >Banyak yang 'menyamakan' ato setidak tidaknya
> > >'membandingkan' partai AKP di Turki seperti
> > >halnya PKS di Indonesia ( kebetulan nama/singkatan
> > >AKP hampir sama artinya dengan PKS ).
> > >Memang ada kemiripan lain, yaitu bahwa
> > >kedua Partai tsb. merupakan hasil "evolusi"
> > >dari bentuk yang lebih "eksklusif" menjadi
> > >lebih "inklusif".
> > >
> > >***
> > >
> > >Terlepas dari itu, dari segi 'milestone'
> > >yang dicapai oleh politik Islam di Turki,
> > >saya melihatnya lebih mirip dengan momen
> > >munculnya ICMI di warnai oleh Monolitik
> > >Pemerintahan Orde Baru dengan mesin politik
> > >yang bernama Golkar dan ABRI dengan semua
> > >jajaran aparat keamanannya sebagai 'preman'
> > >pelindung kekuasaan. Sistem ini tidak
> > >memperkenankan kekuatan politik lain:
> > >
> > >-> Kelompok 'Islam' maupun
> > >-> Kelompok 'Nasionalis' mantan pendukung
> > >Soekarno
> > >
> > >Kekuatan kelompok 'Nasionalis' waktu itu bisa
> > >dikatakan sudah tidak kelihatan berarti. Oleh
> > >karena itu fokus pemerintahan pak Harto dkk
> > >adalah tinggal bagaimana mem'bonsai' politik
> > >Islam supaya selama-lamanya "kerdil" dan
> > >"bisa diatur". Oleh mereka kelompok-2 Islam
> > >di"benturkan" dengan isu idoelogi Pancasila
> > >dengan berbagai cara, including with very
> > >dirty tricks, supaya ada alasan bagi "tukang
> > >-tukang pukul" nya pak Harto memberangus
> > >mereka.
> > >
> > >Alhamdulillah keadaan tiba-tiba berubah.
> > >Berawal dari ide kecil beberapa Mahasiswa
> > >Teknik Mesin Unbraw ( I happen to know mas
> > >Erik, one of them ) untuk membentuk
> > >suatu wadah bagi para intelektual Muslim
> > >di Indonesia yang kemudian mendapat
> > >sambutan dari BJ Habibie yang waktu itu
> > >menjadi Menristek, bola salju mulai
> > >menggelinding.
> > >
> > >Satu kunci strategis yang berhasil diperankan
> > >ICMI waktu itu a.l. adalah seruan kepada para
> > >intelektual Muslim Indonesia agar "melupakan"
> > >masalah perbedaan/friksi ideologi dulu,
> > >dan merubah prioritas agenda menjadi agenda
> > >pemberdayaan & pencerdasan Ummat.
> > >
> > >Impactnya cukup besar. Waktu itu dengan "ajaib"
> > >kita bisa menjumpai tokoh-tokoh Islam yang
> > >dikenal tokoh "kanan" seperti Dr. Ir. Imaduddin
> > >Abdurrahim ( yang pernah menjadi Ketua Yayasan
> > >Pembina Masjid Salman ITB ) bisa duduk di dalam
> > >forum yang sama dengan pejabat-2 yang dikenal
> > >lebih "sekuler" dan dekat dengan pak Harto.
> > >
> > >There was no doubt, waktu itu pak Harto mulai
> > >"mengurangi" kepercayaannya kepada ABRI dan
> > >mulai mencari basis dukungan di kalangan
> > >Islam, mencari "new political equilibrium".
> > >ABRI pun mulai merasa "segan" mengusik kelompok
> > >Islam. Sejak saat itu memang tidak kedengaran lagi
> > >ada peristiwa kekerasan yang melibatkan "Islam"
> > >berskala besar seperti di era 1980 an:
> > >Jama'ah Imron (pembajakan pesawat Woyla & peristiwa
> > >Cicendo), peristiwa Lampung, Peristiwa Tanjung Priok
> > >dsb. Di tahun 1990, sudah jelas pengaruh "Ali Moertopo"
> > >sudah bisa dikatakan habis.
> > >
> > >***
> > >
> > >Momen itulah yang saya lihat pada saat ini berhasil
> > >dicapai oleh Muslim Turki, untuk melepaskan diri
> > >dari belenggu Militer Turki yang meng-claim diri
> > >sebagai 'pengawal setia Sekularisme/Kemalisme'.
> > >
> > >Allahu Akbar,
> > >sadaqa wa'dah
> > >wa nashara abdah
> > >wa a'azza jundah
> > >wa hazamal ahzaba wahdah
> > >
> > >----( ihsan hm )-------------------------------
> > >
> > >note:
> > >-----
> > >namanya juga sejarah, tentu saja ICMI juga punya
> > >kelemahan-2 an, yang kemudian membuat beberapa
> > >orang tokoh seperti Amin Rais akhirnya memutuskan
> > >keluar - karena ICMI beliau nilai "tidak berani"
> > >mengritik seacra frontal kepada pemerintah Orba.
> > >
> > >( juga Emha yang kecewa dgn alasan serupa, karena
> > >ICMI tidak berani mengritik kesewenang-2 an
> > >pemerintah dalam menangani ganti rugi penduduk
> > >yang tergusur proyek waduk Kedung Ombo; dan
> > >tentu saja Gus Dur yang sejak semula 'anti' ICMI :) }
> > >
> > >August 28, 2007
> > >
> > >-------------------------------------------
> > >Ex-Islamist Gul elected Turkey's president
> > >-------------------------------------------
> > >
> > >By Hidir Goktas and Paul de Bendern 37 minutes ago
> > >
> > >ANKARA (Reuters) - Foreign Minister Abdullah Gul was
> > >elected Turkey's next president on Tuesday, the first
> > >former Islamist to take the post in the secular but
> > >predominantly Muslim country's modern history.
> > >
> > >"Abdullah Gul in the third round obtained an absolute
> > >majority and was elected the 11th president of Turkey
> > >with 339 votes," parliament speaker Koksal Toptan said
> > >after the vote.
> > >
> > >The AK Party has 341 seats in the 550-seat chamber.
> > >Two other candidates also stood for president.
> > >
> > >Gul has established himself as a respected diplomat
> > >since the AK Party was first elected in 2002, securing
> > >the launch of Turkey's European Union entry talks. He
> > >pledges to be a leader for all Turks, but he is not to
> > >the taste of a military which suspects the AK Party of
> > >harboring a secret Islamist agenda.
> >
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke