Inilah pentingnya pemahaman soal hoax.. jadi kita bisa belajar milah" mana info yang benar.. mana yang ngaco.. mana yang campur aduk..
Dan akan jauh lebih baik lagi, kalau mereka yang paham tidak memperolok" yang belum paham.. tetapi saling memberitahukan.. bukannya sok tahu dan menghina doank.. Apalagi bisanya cuma membangga"kan keberhasilannya selama ini dan membandingkan dengan kekurang beruntungan kalangan lain.. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K On Dec 13, 2007 8:58 AM, Freedom Of Mind <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > kepanikan kayak gini jadi tertawaan non-muslim... > > contoh aja, bertahun2 menjelang lebaran di smua stasiun TV pada banyak > acara tentang islam, dari talk show islam yang dihadiri ustad2 terkenal > sampe film dan sinetron islami..., gak da tuh kepanikan dari pihak > non-muslim, mereka santai2 aja tuh, klo pun mereka nonton gak ada yang > terpengaruh ato jadi pindah agama.... > > pada dasarnya non muslim (kristen, budha dan hindu), mereka PD dan PA > (percaya agamanya) jadi mereka gak panik dan gak heboh parno gitu. > > kalo orang gak takut, yang gak usah heboh parno donk, kalo takut berarti > lemah, dalam kasus ini takut pindah ke seberang..., yang jadi pertanyaan > saya..kenapa takut? kenapa takut kalo yakin sama agamanya? mo seribu > tayangan acara didepan mata sih kalo udah yakin bener sama agamanya gak > mungkin lah takut.. > > hal2 seperti ini yang menjadikan islam jadi tertawaan...., yang lucunya > islam mayoritas di indonesia, kok malah takut sih..., udah gede masaq takut > sama yang kecil? > > yang lebih bingung lagi, ketakutan sampe heboh begini bukan karena > misalnya non muslim bikin acara bom bunuh diri, menghasut orang2 non-muslim > untuk membenci sama orang2 muslim..., tapi umat takut cuma sama satu > tayangan acara natal di TV..., masuk akal gak sih? > > kenapa takut sama non-muslim yang jumlahnya kecil? > > untung artikel peringatan kyk gini, gak nyasar di milis2 non muslim, kalo > ada yang nyasar, bisa ketawa ngakak deh tuh orang2 non-muslim. (kristen, > budha, hindu, atheis) > > malu ah..., mending belajar PD (percaya diri) dan PA(percaya agamanya) > mulai sekarang...., jadi gak usah takut dn heboh parno lagi... > > kan malu jadi tertawaan.... > > salam tertawa ngenes... > > > ----- Original Message ---- > From: mediacare <[EMAIL PROTECTED] <mediacare%40cbn.net.id>> > To: mediacare yahoogroups <[EMAIL PROTECTED]<mediacare%40yahoogroups.com>>; > zamanku <[EMAIL PROTECTED] <zamanku%40yahoogroups.com>>; > [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>; > [EMAIL PROTECTED] <naratamatv%40yahoogroups.com>; > [EMAIL PROTECTED] <warga%40yahoogroups.com>; > [EMAIL PROTECTED] <pantau-komunitas%40yahoogroups.com> > Cc: wartawan <[EMAIL PROTECTED] <wartawan%40yahoogroups.com>>; > wartawan indonesia <[EMAIL PROTECTED]<wartawanindonesia%40yahoogroups.com> > > > Sent: Thursday, December 13, 2007 8:20:58 AM > Subject: [ppiindia] Tanya jawab dengan ustadz: Apakah menonton TV haram? > > Catatan: > Tanya jawab di bawah ini dijumput dari milis PKS > > From: Pardomuan Ritonga > E-mail: pardomuan.ritonga@ yahoo.co. id > Date: Tue, 11 Dec 2007 17:28:33 -0800 (PST) > Subject: [PKS] Film FTV Natal Kristenisasi > > Film FTV Natal Kristenisasi > Rabu, 12 Des 07 07:56 WIB > > Assalamualaikum, > > Ustad yang terhormat, saat ini di eramuslim ada berita dengan judul > "Matikan TV Pada Sabtu, 15 Desember 2007 Sore!", isinya mengajak umat Islam > untuk tidak melihat film ini. Untuk masalah ajakannya saya sendiri tidak > mempermasalahkan dan mendukungnya, tetapi ada sesuatu yang mengganjal karena > penulis menambahkan kalimat "Atau bagi yang tetap penasaran menonton, > sebaiknya jangan lepas dari wudhu selama menonton film ini agar terhindar > dari "Kuasa Gelap dan dilindungi oleh Allah SWT". Kalimat tersebut > menyiratkan ada "kekuatan gelap" yang akan menggoyahkan hati orang-orang > Islam. Bukankan kita sebagai orang Islam tidak perlu takut, karena Allah SWT > yang akan melindungi orang-orang yang beriman. > > Apakah mungkin ritual khusus yang dilakukan untuk film tersebut bisa > mempan? Menurut saya, sekarang mungkin malah banyak orang Islam yang > penasaran ingin melihat Film tersebut, karena sudah diberitakan di eramuslim > bahwa ada sejenis Film di India seperti yang akan diputar di stasiun tv di > Indonesia telah berhasil memurtadkan jutaan orang-orang Hindu. Menurut > ustadz sendiri bagaimana sebaiknya? Terima Kasih. > > Faiz > > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - > > JAWABAN > > Assalamu 'alaaikum warahmatullahi wabarakatuh, > > Inilah problematika berat yang selalu saja dihadapi umat Islam. Maju kena > dan mundur pun kena juga. Jadi serba salah. Diperingatkan salah tidak > diperingatkan juga bisa salah. Kalau memang benar informasi yang ditulis > oleh entah siapa sumbernya dan kini beredar banyak di milis dan email > termasuk di eramuslim, maka kita memang harus tanggap untuk menghindarinya. > Tapi kalau kurang cermat menanggapinya, dan bahkan terkesan panik, justru > 'kepanikan' kita malah bisa menjadi iklan murahan sekaligus 'iklan gratisan' > buat film tersebut. Maka setiap orang justru penasaran untuk melihatnya. > > Cobalah renungkan, bukakah selama ini tidak ada sebuah film di TV yang > belum lagi diputar tapi sudah bikin heboh? Dan khususnya menghebohkan jagad > dunia maya muslim Indonesia. > > Kami sendiri sudah menerima peringatan ini dalam bentuk email, entah siapa > yang mengirimnya, sejak lama. Saat membuka isi email itu, terus terang kami > sama sekali tidak tertarik untuk membacanya, apalagi untuk melihat filmnya. > Kesan yang muncul pertama, email ini memang sebuah iklan gratis.. > [Non-text portions of this message have been removed]

