Benazir adalah pemimpin Partai Rakyat Pakistan(PPP) yang bertendensi kiri, 
partai ini didirikan oleh ayah Benazhir untuk melawan kediktatoran militer 
paska kemerdekaan. PPP begitu dicintai rakyat pakistan terutama mereka dari 
kaum tani, buruh, dan mahasiswa. terlepas dari personal benazhir, tetapi ukuran 
politik Benazir harus dilihat dalam kepentingan PPP. dalam pemilu nanti program 
PPP sangat radikal, yakni; Land reform, nasionalisasi perusahaan asing, 
pendidikan dan kesehatan untuk rakyat, dan persamaan gender. islam 
fundamentalis dan militeris merupakan sekutu abadi dalam politik Pakistan, dan 
mereka selalu menebar kematian lewat moncong senjata terhadap kekuatan-kekuatan 
demokratik. mereka dalam retorika anti AS, tetapi pernah bersekutu dengan AS 
untuk melawan pengaruh Uni-sovyet dan gerilyawan kiri.

menurutku bukan rahasia umum lagi soal latarbelakang Osama yang dilatih dan 
dididik CIA dan militer AS untuk memimpin perlawanan melawan Uni-sovyet dan 
kaum kiri. bahkan kehidupan malam,pesta dan perempuan merupakan kehidupan Osama 
ketika masih berdomisili di AS. hanya, saja saat ini osama menjadi tokoh 
antagonis yang dimunculkan AS untuk menjadi basis material (legitimasi) 
melakukan perang imperialis kenegara-negara yang tidak mau tunduk, atas nama 
"perang melawan terorisme". dan bukan rahasia umum lagi, bahwa 
pangeran-pangeran arab dan keluarga kerajaan merupakan kelompok paling royal 
dan hedonism (pengunjung setia klub malam dan rumah-rumah bordil klas elit di 
AS). 

kampanye Butho yang terkesan anti islam sebenarnya terlalu dibesar-besarkan. 
Butho menentang sistem politik despotisme yang ditawarkan islam fundamentalis 
yang berselingkuh dengan rejim militer. memang harus diakui bahwa politik yang 
dibangun Benazhir sangat lunak terhadap AS, akan tetapi ini pun menjadi 
perdebatan internal PPP yang menginginkan politik luar negeri yang 
anti-imperialisme.

bung sFE, membuat tulisan itu supaya berdasarkan referensi yang objektif, 
melihat sejarah itu harus utuh jangan sepotong-sepotong(parsial). aku makin 
kasian dengan perilaku orang islam di indonesia yang makin hari makin 
menjijikkan......(meskipuan aku juga masih beragama islam loh).

sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               itu sudah menjadi 
rahasia umum, bukan aib personal. itulah resiko menjadi orang terkenal.
    
   hal2 buruk yang menimpa sso yang menjadi pemimpin sebuah negara patut 
diketahui umum, untuk jadi pembelajaran moral.
    
   2 kali jadi perdana menteri bukan ukuran baiknya attitute sso, lihat siapa 
yang menduduk kan dia menjadi perdana menteri dan untuk kepentingan apa. sudah 
bukan rahasia dunia lagi kalau amerika dibalik sesuatu maka segala cara 
dihalalkan. dont be naif lah pak. kayak baru hidup kemarin sore aja bapak ini. 
mentang2 sekufu dengan para liberalis2 dunia.
    
   orang2 liberal memang menghalal kan cara hidup seperti itu, jadi saya tidak 
heran kalau orang sekaliber pak kartono ini merasa berkepentingan membela 
benazir.
    
   masyarakat dunia berhak mengetahui siapa benazir bhutto, jangan sampai 
tertipu oleh simpatisan buta!
    
   bagi orang2 beriman, lebih baik menangisi saudara2nya di Palestina daripada 
menangisi ratu dugem, yang ingin menghancurkan Islam.
    
   disamping itu, belum tentu juga opini bapak benar. so what's wrong?
    
   paham?!
    
   sFe
    
   
 
 Kartono Mohamad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
           Dari manapun sumbernya, orang Islam tidak pantas mengungkap
 kejelekan-kejelekan seorang yang sudah meninggal, apalagi kalau hal itu
 belum tentu benar. Jangan pula lupa bahwa Benazir pernah dua kali menjadi PM
 Pakistan yanhg dipilih berdasarkan konstitusi Pakistan. Menghina almarhumah
 sama saja dengan menghina rakyat Pakistan. yang mayoriyas juga muslim, yang
 telah memilihnya. Sama saja dengan mengatakan bahwa rakyat Pakistan yang
 muslim itu begitu bodoh sehingga memilih seorang PM yang tukang dugem.
 Kalau pun ajaran pengirim milis (sFe) ini memang membenarkan tindakan
 mengungkapkan keburukan seseorang yang sudah meninggal, ada baiknya
 mengendalikan diri ketika berbicara dengan orang lain yang mungkin tidak
 membenarkan perilaku demikian itu. Saya tidak tahu bagaimana perasaan sFe
 seandainya orang tua sFe diungkap keburukan-keburukannya (yang belum tentu
 benar) ketika beliau baru saja meninggal (kalau belum, mudah-mudahan
 dipanjangkan Allah usianya), 
 KM
 
 -------Original Message-------
 
 From: mediacare
 Date: 12/29/07 07:15:25
 To: [email protected]
 Subject: Re: [ppiindia] Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem
 
 Ini sumbernya dari mana Mbak Salma? Republika, Hidayatullah, atau eramuslim?
 Kok tidak dicantumkan.
 
 Lagipula orang sudah meninggal kokdijelek-jelekkan ya: kurang muslimahlah,
 suka dugemlah, dll.
 
 Apa ajaran Islamnya Mbak Salma memang seperti itu?
 
 ----- Original Message ----- 
 From: sFe 
 To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] 
 Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
 Sent: Saturday, December 29, 2007 4:46 AM
 Subject: [ppiindia] Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem
 
 Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem Jumat, 28 Des 07 20:15 WIB
 Kirim teman
 
 Di penghujung tahun masehi 2007, dunia dikejutkan oleh berita tewasnya
 pemimpin oposisi Pakistan Benazir Bhutto, yang ditembak oleh seorang
 penyerang dan kemudian sang penyerang melakukan aksi bom bunuh diri di
 tengah kerumunan para penggemarnya, Kamis sore (27/12).
 
 Gedung Putih langsung berkabung. Presiden AS George Bush dengan penuh
 emosional menyampaikan duka cita rakyat Amerika atas kepergian salah seorang
 sekutunya yang sesungguhnya ingin dijadikan pemimpin baru di Pakistan
 menggantikan Pervez Musharraf yang dianggapnya sudah tidak bisa lagi seratus
 persen dikontrol Gedung Putih.
 
 Walau secara resmi Benazir Bhutto beragama Islam, namun dalam kesehariannya
 sejak kecil hingga menemui kematiannya, Benazir jauh dari nilai-nilai agama
 yang dianutnya. Bahkan sesaat sebelum dirinya menemui ajal, Bhutto baru saja
 menyampaikan pidato dalam rapat akbar bersama dengan pendukungnya dan
 menegaskan, jika dirinya berhasil menjadi pemimpin Pakistan kembali, maka
 dia akan langsung memimpin pemberangusan gerakan Islam di seluruh Pakistan.
 Benazir Bhutto menyebut gerakan Islam dengan istilah "Terorisme
 Fundamentalis", sebuah terminologi khas Gedung Putih.
 
 "Apakah kita harus meminta orang asing untuk memberangus gerakan
 fundamentalis di sini? Tentu tidak! Kita akan bersama-sama, aku dan kalian
 semua, untuk menghabisi kelompok-kelompok fundamentalis yang mendirikan
 pemerintahan bayangan di Pakistan ini! Kita pasti bisa!" seru Bhutto dari
 atas podium hanya beberapa saat sebelum dia menemui ajal dengan cara
 mengerikan. 
 
 Ratu Dugem dan Playgirl
 
 Secara resmi, Benazir Bhutto dibesarkan dalam keluarga Islam. Ayahnya,
 Zulfikar Ali Bhutto adalah Perdana Menteri Pakistan yang tewas digantung
 oleh Presiden Zia Ul-Haq setelah jenderal ini melancarkan kudeta. Zia
 sendiri karena sikap politiknya dinilai AS terlalu mengakomodasi kepentingan
 gerakan Islam, maka CIA membunuhnya lewat suatu operasi rahasia dengan
 meledakkan pesawat yang ditumpanginya.
 
 Benazir oleh keluarganya di sekolahkan di sebuah yayasan Katholik ala
 Inggris di Pakistan. Saat usia 16 tahun, Benazir yang tidak mengenakan
 jilbab disekolahkan ke Radcliffe College di Massachusset, AS. Saat kuliah di
 Amerika ini, Benazir benar-benar mereguk kebebasan yang tidak bisa
 dijalaninya di Pakistan. Ia dikenal sebagai seorang gadis yang gemar belanja
 pakaian yang tengah trendy dan suka bepergian ke pesta-pesta di malam hari
 dan pulang dengan ditemani pemuda teman kencannya hingga hari beranjak siang
 
 Dari Amerika, Benazir melanjutkan pendidikannya di Oxford, Inggris,
 mengambil jurusan Ilmu Hukum dan Politik. Di Inggris gaya hidupnya makin
 menggila. Benazir termasuk mahasiswa pandai, namun gaya hidupnya juga 
 meriah": pesta dugem jalan terus, alkohol dengan setia terus menemani (walau
 hal ini sempat dibantahnya), juga suka gonta-ganti teman pria. Media Inggris
 Dailymail, edisi Jumat (28/12) mengungkapkan sisi gelap kehidupan Benazir
 dari seorang teman lamanya semasa kuliah di Oxford. Dailymail sendiri
 menyebut Benazir sebagai "The Oxford Party Girl".
 
 "Gaya hidup Benazir ketika kuliah di Oxford menjadi parody seorang gadis
 remaja Muslim, kaya raya, baru melek melihat dunia. Saat dia berpidato dalam
 kampanye untuk pemilihan Presiden Senat di Oxford, Benazir bahkan
 mengungkapkan gaya hidupnya yang liberal itu untuk menarik dan mendulang
 suara dari para pemilih laki-laki, " demikian Dailymail.
 
 Gaya hidupnya agak berkurang ketika ayahnya tewas di tiang gantungan.
 Benazir masuk gelanggang politik dengan mengenakan kerudung, sesuatu yang
 tidak pernah dipakainya ketika di Amerika dan di Inggris. Namun walau
 berkerudung, sikap politik Benazir sangat American-minded. Dia menjadikan
 dirinya musuh bagi aktivis Islam di Pakistan dan sahabat setia bagi Amerika.
 
 CIA Dalangnya?
 
 Tidak aneh jika kematiannya ditangisi banyak tokoh-tokoh liberal. Bush pun
 langsung menuduh kematian Benazir dilakukan oleh terorisme fundamentalis.
 Padahal penyelidikan saja belum dimulai. Ada banyak dugaan tentang siapa
 sesungguhnya dalang di balik kematian Benazir. Bisa saja memang dibunuh
 anggota gerakan Islam, walau yang pertama ini relevansinya sangat meragukan
 karena tidak ada manfaatnya. Bisa dibunuh oleh Prevez Musharraf sendiri
 seperti yang banyak ditegaskan oleh para pendukungnya di Pakistan. Atau
 bahkan bukan mustahil CIA berada di belakang kematiannya. 
 
 Bukan tidak mungkin, kematian Benazir memang dirancang jauh hari untuk
 semakin mengacaukan Pakistan dan menjadikan salah satu negeri Islam terbesar
 dunia ini pecah dan berkeping-keping. Bukankah di awal tahun 2000-an pernah
 terendus sebuah dokumen AS yang ingin melenyapkan Pakistan dan Indonesia di
 tahun 2025?
 
 Dokumen dari hasil kajian strategis yang dipimpin mantan Menteri Pertahanan
 Amerika Serikat berdarah Yahudi bernama William Cohen, berjudul "Asia Tahun
 2025 dan Pengaruhnya terhadap Keamanan Nasional Amerika di Abad 21" dengan
 tegas memprediksi (baca: menskenariokan) Indonesia dan Pakistan akan hilang
 dari peta bumi di tahun 2025. 
 
 Penyebab dari 'tenggelamnya' kedua negara tersebut adalah karena konflik
 internal atau konflik antar suku, golongan, klan, atau agama, separatisme,
 dan untuk itu semua sebagai syarat mutlaknya adalah ketidak-stabilan ekonomi
 Kajian tersebut meramalkan bahwa dalam 25 tahun ke depan, akan terjadi
 peristiwa berskala besar dan internasional yang akan sangat mempengaruhi
 keamanan nasional Amerika Serikat.
 
 Amerika sangat berhasrat untuk menguasai Pakistan karena negeri ini memiliki
 instalasi nuklir. Sedangkan Indonesia, ya kita tahu sendirilah.
 Kematian Benazir Bhutto merupakan hal yang amat lumrah dalam dunia politik.
 Di Indonesia pun ada tragedi Munir yang meninggal karena diracun oleh
 tangan-tangan kekuasaan. Jadi peristiwa ini sama sekali tidak perlu
 dibesar-besarkan atau bahkan ditangisi. Biasa sajalah.(Rizki)
 
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 ----------------------------------------------------------
 
 No virus found in this incoming message.
 Checked by AVG Free Edition. 
 Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.11/1200 - Release Date: 27/12/2007
 13:34
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke