itu kan kata anda, kalau berita ttg benazir merupakan kata Dailymail, surat
kabar yang tidak diragukan keakuratannya, surat kabar sekaliber Dailymail
tentulah tidak mau mempertaruhkan kredibilatasnya didunia Internasional demi
sebuah berita bohong.
ingin kebenarannya silakan anda ber repot ria mengecheknya ke sumber utama
(Dailymail)
tolong anda catat! saya tidak memulai merepotkan diri, saya hanya memposting
suatu berita, sama halnya dengan yang dilakukan pak sunny, pak sandy atau entah
siapa lagi dimilis ini, sesuatu yang lumrah terjadi. kenapa bisanya semua
menjadi repot? karena berita yang posting berkaitan dengan Islam. that's all!!
so, yang merepotkan diri awalnya siapa?
merupakan hal yang wajar kalau saya memberikan opini pribadi atas opini orang
lain terhadap postingan saya.
yang merepotkan diri aja yang seperti kebakaran jenggot dengan isi postingan
tersebut, karena apa? karena kedengkiannya terhadap pendapat saya yang Muslimah
terhadap benazir yang sekuler liberal. padahal adalah hak pribadi saya untuk
mengeluarkan pendapat berdasarkan pengetahuan saya dan masukan2 yang saya
peroleh dari hasil saya ngoprek2 berita.
yang menjadi rancu adalah, orang2 yang merepotkan postingan saya, merupakan
sekaliber radityo dan gunawan mohammad, yang sudah lumutan terlibat dikancah
persuratkabaran (baru saja saya mendapat informasi ttg siapa mereka), yang
memberi kesan sebagai seseorang yang berpandangan moderat dan liberal, kena
masalah pendapat saya ttg benazir saja rela2nya merepotkan diri dan seperti
cina kebakaran jenggot. seperti tidak ada hal2 lain yang lebih menarik dan
butuh dikomentari. what a shame!
padahal mungkin anak bungsu merekapun seumuran dgn saya.
aneh gak sehhhhh!!!!!???
tentang ajaran Islam tidak diragukan lagi merupakan ajaran yang terbaik dan
merupakan agama yang pure datangnya dari Allah.
attitute saya, saya berani jamin lebih baik dari apa2 yang diberitakan oleh
Dailymail tentang benazir.
saya tidak pernah bersentuhan dengan minuman haram, saya tidak bergaul
(menolak) bergaul akrab dengan lelaki non mahram dan lain sebagainya kecuali
demi profesionalisme.
yang pasti saya tidak menggunakan lelaki untuk mendukung karir saya, maju
mundur karir saya merupakan potensi yang bersumber dari dalam diri saya sendiri
dan anugerah yang diberikan Allah kepada saya.
mati tidak ada yang menangisi? itu lebih baik buat saya, asalkan saya mati
tidak meninggalkan aib masa lalu yang kelam.
emangnya menurut pikiran anda yang naif tersebut, sekarang benazir merasa
beruntung karena mati ditangisi berjuta manusia?
kalau memang riwayat kematiannya seperti yang tertulis dalam artikel, maka
menurut apa yang saya pelajari dalam kehidupan sesudah kematian yang ada di
dalam Islam, pastilah si benazir itu sedang menyesali dosa2 yang dilakukannya
semasa hidup dan sedang mendapat azab. dan saat sekarang ini tidak ada lagi
kesempatan dia untuk bertaubat. wallahu'aklam.
sedang saya, dalam keadaan mengetik inipun tak putus2 saya minta ampun pada
Allah, jikalau memang saya punya dosa, dan apa yang saya lakukan ini merupakan
dosa, maka semoga Allah akan mengampuni dosa2 saya. dan sepengetahuan saya,
sesuai yang saya pelajari tentang doa di dalam agama Islam yang Indah, doa yang
dilakukan dengan ikhlas, tulus, berulangkali dan bener2 berharap, maka Allah
akan berkenan mengabulkannya. amiinnn ya Allah.
Islam yang indah telah mengajarkan saya bagaimana bersikap terhadap orang2
seperti anda dan yang sekufu dengan anda.
kecuali Allah, tidak ada yang mesti saya khawatirkan, apalagi hanya karena
mati tidak ada yang menangisi :P
salam
sFe
Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
sFE wrote to KM: "disamping itu, belum tentu juga opini bapak benar.
so what's wrong?"
Bung sFE, Anda juga belum tentu benar opininya. Kok repot! Biar bagaimana pun
Benazir adalah orang besar, pernah jadi pemimpin bagi rakyatnya sendiri. Itu
fakta sejarah, hardfact, tak bisa lagi dipungkiri. Tak aneh begitu ia dibunuh,
banyak rakyat Pakistan yang kecewa, lantas mengamuk.
Pertanyaannya, kalau Anda mati, walaupun dengan cara yang sama seperti Benazir,
rakyat mana yang mau nangis?????
Toh Anda sendiri ketika menuliskan tentang riwayat kelam Benazir juga
mendasarkan keterangan pada sumber lain. Apakah Anda sudah memverifikasinya
sendiri?
Saya jadi curiga, Anda teriak-teriak Benazir menghancurkan Islam, justru
menurut saya attitude Anda yang seperti inilah yang akan menghancurkan Islam.
tabik,
Bonnie Triyana
Rudi Hartono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Benazir adalah pemimpin Partai Rakyat
Pakistan(PPP) yang bertendensi kiri, partai ini didirikan oleh ayah Benazhir
untuk melawan kediktatoran militer paska kemerdekaan. PPP begitu dicintai
rakyat pakistan terutama mereka dari kaum tani, buruh, dan mahasiswa. terlepas
dari personal benazhir, tetapi ukuran politik Benazir harus dilihat dalam
kepentingan PPP. dalam pemilu nanti program PPP sangat radikal, yakni; Land
reform, nasionalisasi perusahaan asing, pendidikan dan kesehatan untuk rakyat,
dan persamaan gender. islam fundamentalis dan militeris merupakan sekutu abadi
dalam politik Pakistan, dan mereka selalu menebar kematian lewat moncong
senjata terhadap kekuatan-kekuatan demokratik. mereka dalam retorika anti AS,
tetapi pernah bersekutu dengan AS untuk melawan pengaruh Uni-sovyet dan
gerilyawan kiri.
menurutku bukan rahasia umum lagi soal latarbelakang Osama yang dilatih dan
dididik CIA dan militer AS untuk memimpin perlawanan melawan Uni-sovyet dan
kaum kiri. bahkan kehidupan malam,pesta dan perempuan merupakan kehidupan Osama
ketika masih berdomisili di AS. hanya, saja saat ini osama menjadi tokoh
antagonis yang dimunculkan AS untuk menjadi basis material (legitimasi)
melakukan perang imperialis kenegara-negara yang tidak mau tunduk, atas nama
"perang melawan terorisme". dan bukan rahasia umum lagi, bahwa
pangeran-pangeran arab dan keluarga kerajaan merupakan kelompok paling royal
dan hedonism (pengunjung setia klub malam dan rumah-rumah bordil klas elit di
AS).
kampanye Butho yang terkesan anti islam sebenarnya terlalu dibesar-besarkan.
Butho menentang sistem politik despotisme yang ditawarkan islam fundamentalis
yang berselingkuh dengan rejim militer. memang harus diakui bahwa politik yang
dibangun Benazhir sangat lunak terhadap AS, akan tetapi ini pun menjadi
perdebatan internal PPP yang menginginkan politik luar negeri yang
anti-imperialisme.
bung sFE, membuat tulisan itu supaya berdasarkan referensi yang objektif,
melihat sejarah itu harus utuh jangan sepotong-sepotong(parsial). aku makin
kasian dengan perilaku orang islam di indonesia yang makin hari makin
menjijikkan......(meskipuan aku juga masih beragama islam loh).
sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: itu sudah menjadi rahasia umum, bukan aib
personal. itulah resiko menjadi orang terkenal.
hal2 buruk yang menimpa sso yang menjadi pemimpin sebuah negara patut diketahui
umum, untuk jadi pembelajaran moral.
2 kali jadi perdana menteri bukan ukuran baiknya attitute sso, lihat siapa yang
menduduk kan dia menjadi perdana menteri dan untuk kepentingan apa. sudah bukan
rahasia dunia lagi kalau amerika dibalik sesuatu maka segala cara dihalalkan.
dont be naif lah pak. kayak baru hidup kemarin sore aja bapak ini. mentang2
sekufu dengan para liberalis2 dunia.
orang2 liberal memang menghalal kan cara hidup seperti itu, jadi saya tidak
heran kalau orang sekaliber pak kartono ini merasa berkepentingan membela
benazir.
masyarakat dunia berhak mengetahui siapa benazir bhutto, jangan sampai tertipu
oleh simpatisan buta!
bagi orang2 beriman, lebih baik menangisi saudara2nya di Palestina daripada
menangisi ratu dugem, yang ingin menghancurkan Islam.
disamping itu, belum tentu juga opini bapak benar. so what's wrong?
paham?!
sFe
Kartono Mohamad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dari manapun sumbernya, orang Islam tidak pantas mengungkap
kejelekan-kejelekan seorang yang sudah meninggal, apalagi kalau hal itu
belum tentu benar. Jangan pula lupa bahwa Benazir pernah dua kali menjadi PM
Pakistan yanhg dipilih berdasarkan konstitusi Pakistan. Menghina almarhumah
sama saja dengan menghina rakyat Pakistan. yang mayoriyas juga muslim, yang
telah memilihnya. Sama saja dengan mengatakan bahwa rakyat Pakistan yang
muslim itu begitu bodoh sehingga memilih seorang PM yang tukang dugem.
Kalau pun ajaran pengirim milis (sFe) ini memang membenarkan tindakan
mengungkapkan keburukan seseorang yang sudah meninggal, ada baiknya
mengendalikan diri ketika berbicara dengan orang lain yang mungkin tidak
membenarkan perilaku demikian itu. Saya tidak tahu bagaimana perasaan sFe
seandainya orang tua sFe diungkap keburukan-keburukannya (yang belum tentu
benar) ketika beliau baru saja meninggal (kalau belum, mudah-mudahan
dipanjangkan Allah usianya),
KM
-------Original Message-------
From: mediacare
Date: 12/29/07 07:15:25
To: [email protected]
Subject: Re: [ppiindia] Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem
Ini sumbernya dari mana Mbak Salma? Republika, Hidayatullah, atau eramuslim?
Kok tidak dicantumkan.
Lagipula orang sudah meninggal kokdijelek-jelekkan ya: kurang muslimahlah,
suka dugemlah, dll.
Apa ajaran Islamnya Mbak Salma memang seperti itu?
----- Original Message -----
From: sFe
To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, December 29, 2007 4:46 AM
Subject: [ppiindia] Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem
Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem Jumat, 28 Des 07 20:15 WIB
Kirim teman
Di penghujung tahun masehi 2007, dunia dikejutkan oleh berita tewasnya
pemimpin oposisi Pakistan Benazir Bhutto, yang ditembak oleh seorang
penyerang dan kemudian sang penyerang melakukan aksi bom bunuh diri di
tengah kerumunan para penggemarnya, Kamis sore (27/12).
Gedung Putih langsung berkabung. Presiden AS George Bush dengan penuh
emosional menyampaikan duka cita rakyat Amerika atas kepergian salah seorang
sekutunya yang sesungguhnya ingin dijadikan pemimpin baru di Pakistan
menggantikan Pervez Musharraf yang dianggapnya sudah tidak bisa lagi seratus
persen dikontrol Gedung Putih.
Walau secara resmi Benazir Bhutto beragama Islam, namun dalam kesehariannya
sejak kecil hingga menemui kematiannya, Benazir jauh dari nilai-nilai agama
yang dianutnya. Bahkan sesaat sebelum dirinya menemui ajal, Bhutto baru saja
menyampaikan pidato dalam rapat akbar bersama dengan pendukungnya dan
menegaskan, jika dirinya berhasil menjadi pemimpin Pakistan kembali, maka
dia akan langsung memimpin pemberangusan gerakan Islam di seluruh Pakistan.
Benazir Bhutto menyebut gerakan Islam dengan istilah "Terorisme
Fundamentalis", sebuah terminologi khas Gedung Putih.
"Apakah kita harus meminta orang asing untuk memberangus gerakan
fundamentalis di sini? Tentu tidak! Kita akan bersama-sama, aku dan kalian
semua, untuk menghabisi kelompok-kelompok fundamentalis yang mendirikan
pemerintahan bayangan di Pakistan ini! Kita pasti bisa!" seru Bhutto dari
atas podium hanya beberapa saat sebelum dia menemui ajal dengan cara
mengerikan.
Ratu Dugem dan Playgirl
Secara resmi, Benazir Bhutto dibesarkan dalam keluarga Islam. Ayahnya,
Zulfikar Ali Bhutto adalah Perdana Menteri Pakistan yang tewas digantung
oleh Presiden Zia Ul-Haq setelah jenderal ini melancarkan kudeta. Zia
sendiri karena sikap politiknya dinilai AS terlalu mengakomodasi kepentingan
gerakan Islam, maka CIA membunuhnya lewat suatu operasi rahasia dengan
meledakkan pesawat yang ditumpanginya.
Benazir oleh keluarganya di sekolahkan di sebuah yayasan Katholik ala
Inggris di Pakistan. Saat usia 16 tahun, Benazir yang tidak mengenakan
jilbab disekolahkan ke Radcliffe College di Massachusset, AS. Saat kuliah di
Amerika ini, Benazir benar-benar mereguk kebebasan yang tidak bisa
dijalaninya di Pakistan. Ia dikenal sebagai seorang gadis yang gemar belanja
pakaian yang tengah trendy dan suka bepergian ke pesta-pesta di malam hari
dan pulang dengan ditemani pemuda teman kencannya hingga hari beranjak siang
Dari Amerika, Benazir melanjutkan pendidikannya di Oxford, Inggris,
mengambil jurusan Ilmu Hukum dan Politik. Di Inggris gaya hidupnya makin
menggila. Benazir termasuk mahasiswa pandai, namun gaya hidupnya juga
meriah": pesta dugem jalan terus, alkohol dengan setia terus menemani (walau
hal ini sempat dibantahnya), juga suka gonta-ganti teman pria. Media Inggris
Dailymail, edisi Jumat (28/12) mengungkapkan sisi gelap kehidupan Benazir
dari seorang teman lamanya semasa kuliah di Oxford. Dailymail sendiri
menyebut Benazir sebagai "The Oxford Party Girl".
"Gaya hidup Benazir ketika kuliah di Oxford menjadi parody seorang gadis
remaja Muslim, kaya raya, baru melek melihat dunia. Saat dia berpidato dalam
kampanye untuk pemilihan Presiden Senat di Oxford, Benazir bahkan
mengungkapkan gaya hidupnya yang liberal itu untuk menarik dan mendulang
suara dari para pemilih laki-laki, " demikian Dailymail.
Gaya hidupnya agak berkurang ketika ayahnya tewas di tiang gantungan.
Benazir masuk gelanggang politik dengan mengenakan kerudung, sesuatu yang
tidak pernah dipakainya ketika di Amerika dan di Inggris. Namun walau
berkerudung, sikap politik Benazir sangat American-minded. Dia menjadikan
dirinya musuh bagi aktivis Islam di Pakistan dan sahabat setia bagi Amerika.
CIA Dalangnya?
Tidak aneh jika kematiannya ditangisi banyak tokoh-tokoh liberal. Bush pun
langsung menuduh kematian Benazir dilakukan oleh terorisme fundamentalis.
Padahal penyelidikan saja belum dimulai. Ada banyak dugaan tentang siapa
sesungguhnya dalang di balik kematian Benazir. Bisa saja memang dibunuh
anggota gerakan Islam, walau yang pertama ini relevansinya sangat meragukan
karena tidak ada manfaatnya. Bisa dibunuh oleh Prevez Musharraf sendiri
seperti yang banyak ditegaskan oleh para pendukungnya di Pakistan. Atau
bahkan bukan mustahil CIA berada di belakang kematiannya.
Bukan tidak mungkin, kematian Benazir memang dirancang jauh hari untuk
semakin mengacaukan Pakistan dan menjadikan salah satu negeri Islam terbesar
dunia ini pecah dan berkeping-keping. Bukankah di awal tahun 2000-an pernah
terendus sebuah dokumen AS yang ingin melenyapkan Pakistan dan Indonesia di
tahun 2025?
Dokumen dari hasil kajian strategis yang dipimpin mantan Menteri Pertahanan
Amerika Serikat berdarah Yahudi bernama William Cohen, berjudul "Asia Tahun
2025 dan Pengaruhnya terhadap Keamanan Nasional Amerika di Abad 21" dengan
tegas memprediksi (baca: menskenariokan) Indonesia dan Pakistan akan hilang
dari peta bumi di tahun 2025.
Penyebab dari 'tenggelamnya' kedua negara tersebut adalah karena konflik
internal atau konflik antar suku, golongan, klan, atau agama, separatisme,
dan untuk itu semua sebagai syarat mutlaknya adalah ketidak-stabilan ekonomi
Kajian tersebut meramalkan bahwa dalam 25 tahun ke depan, akan terjadi
peristiwa berskala besar dan internasional yang akan sangat mempengaruhi
keamanan nasional Amerika Serikat.
Amerika sangat berhasrat untuk menguasai Pakistan karena negeri ini memiliki
instalasi nuklir. Sedangkan Indonesia, ya kita tahu sendirilah.
Kematian Benazir Bhutto merupakan hal yang amat lumrah dalam dunia politik.
Di Indonesia pun ada tragedi Munir yang meninggal karena diracun oleh
tangan-tangan kekuasaan. Jadi peristiwa ini sama sekali tidak perlu
dibesar-besarkan atau bahkan ditangisi. Biasa sajalah.(Rizki)
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
----------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.11/1200 - Release Date: 27/12/2007
13:34
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]