sFE wrote to KM:     "disamping itu, belum tentu juga opini bapak benar. so 
what's wrong?"

Bung sFE, Anda juga belum tentu benar opininya. Kok repot! Biar bagaimana pun 
Benazir adalah orang besar, pernah jadi pemimpin bagi rakyatnya sendiri. Itu 
fakta sejarah, hardfact, tak bisa lagi dipungkiri. Tak aneh begitu ia dibunuh, 
banyak rakyat Pakistan yang kecewa, lantas mengamuk.

Pertanyaannya, kalau Anda mati, walaupun dengan cara yang sama seperti Benazir, 
rakyat mana yang mau nangis?????

Toh Anda sendiri ketika menuliskan tentang riwayat kelam Benazir juga 
mendasarkan keterangan pada sumber lain. Apakah Anda sudah memverifikasinya 
sendiri? 

Saya jadi curiga, Anda teriak-teriak Benazir menghancurkan Islam, justru 
menurut saya attitude Anda yang seperti inilah yang akan menghancurkan Islam.

tabik,

Bonnie Triyana

Rudi Hartono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Benazir 
adalah pemimpin Partai Rakyat Pakistan(PPP) yang bertendensi kiri, partai ini 
didirikan oleh ayah Benazhir untuk melawan kediktatoran militer paska 
kemerdekaan. PPP begitu dicintai rakyat pakistan terutama mereka dari kaum 
tani, buruh, dan mahasiswa. terlepas dari personal benazhir, tetapi ukuran 
politik Benazir harus dilihat dalam kepentingan PPP. dalam pemilu nanti program 
PPP sangat radikal, yakni; Land reform, nasionalisasi perusahaan asing, 
pendidikan dan kesehatan untuk rakyat, dan persamaan gender. islam 
fundamentalis dan militeris merupakan sekutu abadi dalam politik Pakistan, dan 
mereka selalu menebar kematian lewat moncong senjata terhadap kekuatan-kekuatan 
demokratik. mereka dalam retorika anti AS, tetapi pernah bersekutu dengan AS 
untuk melawan pengaruh Uni-sovyet dan gerilyawan kiri.
 
 menurutku bukan rahasia umum lagi soal latarbelakang Osama yang dilatih dan 
dididik CIA dan militer AS untuk memimpin perlawanan melawan Uni-sovyet dan 
kaum kiri. bahkan kehidupan malam,pesta dan perempuan merupakan kehidupan Osama 
ketika masih berdomisili di AS. hanya, saja saat ini osama menjadi tokoh 
antagonis yang dimunculkan AS untuk menjadi basis material (legitimasi) 
melakukan perang imperialis kenegara-negara yang tidak mau tunduk, atas nama 
"perang melawan terorisme". dan bukan rahasia umum lagi, bahwa 
pangeran-pangeran arab dan keluarga kerajaan merupakan kelompok paling royal 
dan hedonism (pengunjung setia klub malam dan rumah-rumah bordil klas elit di 
AS). 
 
 kampanye Butho yang terkesan anti islam sebenarnya terlalu dibesar-besarkan. 
Butho menentang sistem politik despotisme yang ditawarkan islam fundamentalis 
yang berselingkuh dengan rejim militer. memang harus diakui bahwa politik yang 
dibangun Benazhir sangat lunak terhadap AS, akan tetapi ini pun menjadi 
perdebatan internal PPP yang menginginkan politik luar negeri yang 
anti-imperialisme.
 
 bung sFE, membuat tulisan itu supaya berdasarkan referensi yang objektif, 
melihat sejarah itu harus utuh jangan sepotong-sepotong(parsial). aku makin 
kasian dengan perilaku orang islam di indonesia yang makin hari makin 
menjijikkan......(meskipuan aku juga masih beragama islam loh).
 
 sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               itu sudah menjadi 
rahasia umum, bukan aib personal. itulah resiko menjadi orang terkenal.
     
    hal2 buruk yang menimpa sso yang menjadi pemimpin sebuah negara patut 
diketahui umum, untuk jadi pembelajaran moral.
     
    2 kali jadi perdana menteri bukan ukuran baiknya attitute sso, lihat siapa 
yang menduduk kan dia menjadi perdana menteri dan untuk kepentingan apa. sudah 
bukan rahasia dunia lagi kalau amerika dibalik sesuatu maka segala cara 
dihalalkan. dont be naif lah pak. kayak baru hidup kemarin sore aja bapak ini. 
mentang2 sekufu dengan para liberalis2 dunia.
     
    orang2 liberal memang menghalal kan cara hidup seperti itu, jadi saya tidak 
heran kalau orang sekaliber pak kartono ini merasa berkepentingan membela 
benazir.
     
    masyarakat dunia berhak mengetahui siapa benazir bhutto, jangan sampai 
tertipu oleh simpatisan buta!
     
    bagi orang2 beriman, lebih baik menangisi saudara2nya di Palestina daripada 
menangisi ratu dugem, yang ingin menghancurkan Islam.
     
    disamping itu, belum tentu juga opini bapak benar. so what's wrong?
     
    paham?!
     
    sFe
     
    
  
  Kartono Mohamad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Dari manapun sumbernya, orang Islam tidak pantas mengungkap
  kejelekan-kejelekan seorang yang sudah meninggal, apalagi kalau hal itu
  belum tentu benar. Jangan pula lupa bahwa Benazir pernah dua kali menjadi PM
  Pakistan yanhg dipilih berdasarkan konstitusi Pakistan. Menghina almarhumah
  sama saja dengan menghina rakyat Pakistan. yang mayoriyas juga muslim, yang
  telah memilihnya. Sama saja dengan mengatakan bahwa rakyat Pakistan yang
  muslim itu begitu bodoh sehingga memilih seorang PM yang tukang dugem.
  Kalau pun ajaran pengirim milis (sFe) ini memang membenarkan tindakan
  mengungkapkan keburukan seseorang yang sudah meninggal, ada baiknya
  mengendalikan diri ketika berbicara dengan orang lain yang mungkin tidak
  membenarkan perilaku demikian itu. Saya tidak tahu bagaimana perasaan sFe
  seandainya orang tua sFe diungkap keburukan-keburukannya (yang belum tentu
  benar) ketika beliau baru saja meninggal (kalau belum, mudah-mudahan
  dipanjangkan Allah usianya), 
  KM
  
  -------Original Message-------
  
  From: mediacare
  Date: 12/29/07 07:15:25
  To: [email protected]
  Subject: Re: [ppiindia] Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem
  
  Ini sumbernya dari mana Mbak Salma? Republika, Hidayatullah, atau eramuslim?
  Kok tidak dicantumkan.
  
  Lagipula orang sudah meninggal kokdijelek-jelekkan ya: kurang muslimahlah,
  suka dugemlah, dll.
  
  Apa ajaran Islamnya Mbak Salma memang seperti itu?
  
  ----- Original Message ----- 
  From: sFe 
  To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Saturday, December 29, 2007 4:46 AM
  Subject: [ppiindia] Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem
  
  Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem Jumat, 28 Des 07 20:15 WIB
  Kirim teman
  
  Di penghujung tahun masehi 2007, dunia dikejutkan oleh berita tewasnya
  pemimpin oposisi Pakistan Benazir Bhutto, yang ditembak oleh seorang
  penyerang dan kemudian sang penyerang melakukan aksi bom bunuh diri di
  tengah kerumunan para penggemarnya, Kamis sore (27/12).
  
  Gedung Putih langsung berkabung. Presiden AS George Bush dengan penuh
  emosional menyampaikan duka cita rakyat Amerika atas kepergian salah seorang
  sekutunya yang sesungguhnya ingin dijadikan pemimpin baru di Pakistan
  menggantikan Pervez Musharraf yang dianggapnya sudah tidak bisa lagi seratus
  persen dikontrol Gedung Putih.
  
  Walau secara resmi Benazir Bhutto beragama Islam, namun dalam kesehariannya
  sejak kecil hingga menemui kematiannya, Benazir jauh dari nilai-nilai agama
  yang dianutnya. Bahkan sesaat sebelum dirinya menemui ajal, Bhutto baru saja
  menyampaikan pidato dalam rapat akbar bersama dengan pendukungnya dan
  menegaskan, jika dirinya berhasil menjadi pemimpin Pakistan kembali, maka
  dia akan langsung memimpin pemberangusan gerakan Islam di seluruh Pakistan.
  Benazir Bhutto menyebut gerakan Islam dengan istilah "Terorisme
  Fundamentalis", sebuah terminologi khas Gedung Putih.
  
  "Apakah kita harus meminta orang asing untuk memberangus gerakan
  fundamentalis di sini? Tentu tidak! Kita akan bersama-sama, aku dan kalian
  semua, untuk menghabisi kelompok-kelompok fundamentalis yang mendirikan
  pemerintahan bayangan di Pakistan ini! Kita pasti bisa!" seru Bhutto dari
  atas podium hanya beberapa saat sebelum dia menemui ajal dengan cara
  mengerikan. 
  
  Ratu Dugem dan Playgirl
  
  Secara resmi, Benazir Bhutto dibesarkan dalam keluarga Islam. Ayahnya,
  Zulfikar Ali Bhutto adalah Perdana Menteri Pakistan yang tewas digantung
  oleh Presiden Zia Ul-Haq setelah jenderal ini melancarkan kudeta. Zia
  sendiri karena sikap politiknya dinilai AS terlalu mengakomodasi kepentingan
  gerakan Islam, maka CIA membunuhnya lewat suatu operasi rahasia dengan
  meledakkan pesawat yang ditumpanginya.
  
  Benazir oleh keluarganya di sekolahkan di sebuah yayasan Katholik ala
  Inggris di Pakistan. Saat usia 16 tahun, Benazir yang tidak mengenakan
  jilbab disekolahkan ke Radcliffe College di Massachusset, AS. Saat kuliah di
  Amerika ini, Benazir benar-benar mereguk kebebasan yang tidak bisa
  dijalaninya di Pakistan. Ia dikenal sebagai seorang gadis yang gemar belanja
  pakaian yang tengah trendy dan suka bepergian ke pesta-pesta di malam hari
  dan pulang dengan ditemani pemuda teman kencannya hingga hari beranjak siang
  
  Dari Amerika, Benazir melanjutkan pendidikannya di Oxford, Inggris,
  mengambil jurusan Ilmu Hukum dan Politik. Di Inggris gaya hidupnya makin
  menggila. Benazir termasuk mahasiswa pandai, namun gaya hidupnya juga 
  meriah": pesta dugem jalan terus, alkohol dengan setia terus menemani (walau
  hal ini sempat dibantahnya), juga suka gonta-ganti teman pria. Media Inggris
  Dailymail, edisi Jumat (28/12) mengungkapkan sisi gelap kehidupan Benazir
  dari seorang teman lamanya semasa kuliah di Oxford. Dailymail sendiri
  menyebut Benazir sebagai "The Oxford Party Girl".
  
  "Gaya hidup Benazir ketika kuliah di Oxford menjadi parody seorang gadis
  remaja Muslim, kaya raya, baru melek melihat dunia. Saat dia berpidato dalam
  kampanye untuk pemilihan Presiden Senat di Oxford, Benazir bahkan
  mengungkapkan gaya hidupnya yang liberal itu untuk menarik dan mendulang
  suara dari para pemilih laki-laki, " demikian Dailymail.
  
  Gaya hidupnya agak berkurang ketika ayahnya tewas di tiang gantungan.
  Benazir masuk gelanggang politik dengan mengenakan kerudung, sesuatu yang
  tidak pernah dipakainya ketika di Amerika dan di Inggris. Namun walau
  berkerudung, sikap politik Benazir sangat American-minded. Dia menjadikan
  dirinya musuh bagi aktivis Islam di Pakistan dan sahabat setia bagi Amerika.
  
  CIA Dalangnya?
  
  Tidak aneh jika kematiannya ditangisi banyak tokoh-tokoh liberal. Bush pun
  langsung menuduh kematian Benazir dilakukan oleh terorisme fundamentalis.
  Padahal penyelidikan saja belum dimulai. Ada banyak dugaan tentang siapa
  sesungguhnya dalang di balik kematian Benazir. Bisa saja memang dibunuh
  anggota gerakan Islam, walau yang pertama ini relevansinya sangat meragukan
  karena tidak ada manfaatnya. Bisa dibunuh oleh Prevez Musharraf sendiri
  seperti yang banyak ditegaskan oleh para pendukungnya di Pakistan. Atau
  bahkan bukan mustahil CIA berada di belakang kematiannya. 
  
  Bukan tidak mungkin, kematian Benazir memang dirancang jauh hari untuk
  semakin mengacaukan Pakistan dan menjadikan salah satu negeri Islam terbesar
  dunia ini pecah dan berkeping-keping. Bukankah di awal tahun 2000-an pernah
  terendus sebuah dokumen AS yang ingin melenyapkan Pakistan dan Indonesia di
  tahun 2025?
  
  Dokumen dari hasil kajian strategis yang dipimpin mantan Menteri Pertahanan
  Amerika Serikat berdarah Yahudi bernama William Cohen, berjudul "Asia Tahun
  2025 dan Pengaruhnya terhadap Keamanan Nasional Amerika di Abad 21" dengan
  tegas memprediksi (baca: menskenariokan) Indonesia dan Pakistan akan hilang
  dari peta bumi di tahun 2025. 
  
  Penyebab dari 'tenggelamnya' kedua negara tersebut adalah karena konflik
  internal atau konflik antar suku, golongan, klan, atau agama, separatisme,
  dan untuk itu semua sebagai syarat mutlaknya adalah ketidak-stabilan ekonomi
  Kajian tersebut meramalkan bahwa dalam 25 tahun ke depan, akan terjadi
  peristiwa berskala besar dan internasional yang akan sangat mempengaruhi
  keamanan nasional Amerika Serikat.
  
  Amerika sangat berhasrat untuk menguasai Pakistan karena negeri ini memiliki
  instalasi nuklir. Sedangkan Indonesia, ya kita tahu sendirilah.
  Kematian Benazir Bhutto merupakan hal yang amat lumrah dalam dunia politik.
  Di Indonesia pun ada tragedi Munir yang meninggal karena diracun oleh
  tangan-tangan kekuasaan. Jadi peristiwa ini sama sekali tidak perlu
  dibesar-besarkan atau bahkan ditangisi. Biasa sajalah.(Rizki)
  
  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
  
  [Non-text portions of this message have been removed]
  
  ----------------------------------------------------------
  
  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.11/1200 - Release Date: 27/12/2007
  13:34
  
  [Non-text portions of this message have been removed]
  
  [Non-text portions of this message have been removed]
  
  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
  
  [Non-text portions of this message have been removed]
  
  
      
                                
 
 ---------------------------------
 Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                               

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke