Radityo kok masih dianggap serius. Kata teman-teman wartawan orang ini
 sudah nggak dianggap di m-list lain, terutama m-list pantau (konon
ini m-list khusus wartawan).

Posting Radityo ini lagi-lagi kan menunjukkan kebenciannya pada
keyakinan orang lain, tapi jelas nampak kebodohannya yang luar biasa. 

Kalau dilihat konteks yang disodorkan dalam buku itu kan tentang
akidah (konsep keyakinan dan ritual). Tidak boleh dalam konsep
keyakinan Islam shalat bekerjasama dan dipimpin oleh pemeluk Katolik,
Protestan, Hindu, Buddha dan lainnya.

Dalam agama lain juga begitu. Coba ritual agama mereka diambil alih
dan dipimpin oleh orang Islam. Boleh apa tidak? Tiba-tiba misa gereja
diambil alih oleh orang Islam atau ritual Hindu etc.

Kerjasama dalam soal akidah begini memang tidak bisa dan akan konyol.
Karena orang Islam tidak mungkin bisa memimpin misa kebaktian dan
sebaliknya orang Nasrani tidak mungkin bisa memimpin shalat jamaah dan
detilnya. Demikian juga pada agama lain.

Tapi dalam agama kan tidak hanya soal konsep keyakinan. Pada lapis
berikutnya ada konsep-konsep sosial dan amalan antar sesama manusia.
Di ruang inilah antarpemeluk agama bisa saling bekerjasama.   

Tidak terhitung bagaimana Rasulullah Muhammad SAW menolong orang
Yahudi, mengunjungi mereka ketika sakit, berutang-piutang, etc. Dan
beliau sangat hormat dan kasih dengan pemeluk Nashara pada waktu itu.

Jadi pahami dulu apa itu akidah. Kalau tidak mengerti tanyakan pada
yang mengerti. Jangan asal njeplak, karena di bawah rambutmu itu ada
otak. Minimal punya malulah sedikit, setidaknya pada nilai kemanusiaan
diri sendiri dan status sebagai manusia. 


--- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Saya baru saja menyimak blog Islam Militan milik pejabat MUI Adian
Husaini "Catatan Intelektual Muslim:
> 
> http://militan.blogsome.com
> 
> Ada artikel berjudul "Pendidikan Agama Kita", dia tuliskan sbb: 
> 
> Kita akan membahas sejumlah contoh berikut ini.
> Dalam masalah toleransi dan aqidah, sebuah buku Pendidikan Agama
Islam untuk kelas 3 SMA keluaran sebuah penerbit di Solo mengajarkan
hal yang tegas dalam soal aqidah: "Dalam hal akidah, seorang Muslim
dilarang bekerja sama dengan nonMuslim."
> 
> Juga disebutkan, bahwa ikut merayakan hari besar nonMuslim berarti
telah mencampuradukkan ajaran agama."(hal. 5). Lebih jauh dikatakan,
bahwa seorang Muslim wajib mengajak orang lain untuk masuk dan
mengikuti ajaran Islam.............................................. 
> 
> Meskipun cukup tegas dalam menyajikan materi aqidah, buku ini
mempunyai kelemahan dalam menyajikan materi tentang pengembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi. 
> 
> 
> ---------------------------
> 
> Pertanyaan:
> 
> 1. Disebutkan oleh Adian Husaini bahwa penerbitnya dari Solo.Karena
saya belum melihat langsung bukunya, kemungkinan besar penerbitnya
adalah PT Tiga Serangkai. Kalau tak salah, pemilik penerbitan buku
tersebut (alm Bpk Abdullah Marzuki) adalah penyumbang terbesar
Pesantren Ngruki milik Abu Bakar Ba'asyir. 
> 
> 2. Kenapa buku semacam itu bisa lolos? Apakah Menteri Agama dan
Menteri Pendidikan tidak tahu ada buku pelajaran yang isinya amat
mengerikan itu? Mohon disampaikan ke menteri terkait apabila Anda
mengenalnya. 
> 
> Terima kasih.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> mediacare
> http://www.mediacare.biz
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke