Dalam hal akidah (keyakinan dan ritual) seorang muslim dilarang bekerja sama
dengan non muslim (itu sudah pasti dipahami setiap muslim dan saya kira agama
lain juga begitu), namun dalam hal muamalah (sosial) seorang muslim akan
bekerja sama dengan non muslim. Ini dicontohkan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW
dalam bertransaksi dan berhutang-piutang kepada Non muslim (yahudi dsb) dan ini
juga sudah dipahami dan dipraktekkan oleh muslim diseluruh dunia.
Jadi apanya yang mengerikan ???? apakah dalam buku itu dituliskan seorang
muslim diwajibkan menyerang orang non muslim ????
Arab saudi yang berfaham wahabi saja tidak menyerang negara lain, dan
dibidang sosial (muamalah) bekerja sama dengan non muslim.
Jadi kalau saudara mendramatisir dan mengekspos ini sepotong-sepotong
sebenarnya saudara ini seorang provokator sejati yang bermaksud terjadi perang
antar agama dan kebencian antara umat beragama di Indonesia. Apakah ini yang
saudara kehendaki agar Indonesia tambah kacau balau ??. Seyogyanya yang
diekspose itu hendaknya hal-hal yang menjadi persamaan semua agama.
Tidak ada agama (terutama ajaran Islam mazhab apapun) yang menganjurkan dan
mengajarkan penganutnya menyerang agama lain kecuali agamanya diusik.
Semua penganut Islam meyakini ayat Al-Qur'an yang berbunyi : "Bagiku Agamaku
dan bagimu agamamu" (berarti tidak saling usik dan Itu yang dimaksud tidak ada
kerja sama dalam hal akidah). Namun dalam hal bermasyarakat Nabi SAW justru
menganjurkan untuk berguru ke China ( non muslim).
Jadi agar damai di bumi Indonesia menyambut tahun 2008, marilah kita
mengekspose persamaan-persamaan bukan perbedaan-perbedaan.
mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hai Amat (Andi Matalata?),
Terima kasih untuk "pujiannya". Anda sendiri pernah posting di pantau? Saya tak
pernah melihat email ID Anda. Anda sepertinya cuma pengamat saja, bukan
wartawan kan? Kecuali amatalata adalah identitas palsu.
Coba deh Anda posting ke milis Mediacare yang kini anggotanya sudah mencapai
8.000an. Ingin tahu saja opini Anda seperti apa.
Mau akidah apa sajadah apa haram jadah dan dahdah yang lain, coba baca ini:
Dalam hal akidah, seorang Muslim dilarang bekerja sama dengan nonMuslim."
Bagaimana buku agama mengajarkan anak-anak didik melarang bekerja sama dengan
orang lain (non-muslim)?
Ya, kalau Anda Islam fundamentalis, menganggap hal itu wajar.
----- Original Message -----
From: amatalata
To: [email protected]
Sent: Tuesday, January 01, 2008 12:48 PM
Subject: [ppiindia] Re: Buku Pendidikan Agama yang isinya mengerikan
Radityo kok masih dianggap serius. Kata teman-teman wartawan orang ini
sudah nggak dianggap di m-list lain, terutama m-list pantau (konon
ini m-list khusus wartawan).
Posting Radityo ini lagi-lagi kan menunjukkan kebenciannya pada
keyakinan orang lain, tapi jelas nampak kebodohannya yang luar biasa.
Kalau dilihat konteks yang disodorkan dalam buku itu kan tentang
akidah (konsep keyakinan dan ritual). Tidak boleh dalam konsep
keyakinan Islam shalat bekerjasama dan dipimpin oleh pemeluk Katolik,
Protestan, Hindu, Buddha dan lainnya.
Dalam agama lain juga begitu. Coba ritual agama mereka diambil alih
dan dipimpin oleh orang Islam. Boleh apa tidak? Tiba-tiba misa gereja
diambil alih oleh orang Islam atau ritual Hindu etc.
Kerjasama dalam soal akidah begini memang tidak bisa dan akan konyol.
Karena orang Islam tidak mungkin bisa memimpin misa kebaktian dan
sebaliknya orang Nasrani tidak mungkin bisa memimpin shalat jamaah dan
detilnya. Demikian juga pada agama lain.
Tapi dalam agama kan tidak hanya soal konsep keyakinan. Pada lapis
berikutnya ada konsep-konsep sosial dan amalan antar sesama manusia.
Di ruang inilah antarpemeluk agama bisa saling bekerjasama.
Tidak terhitung bagaimana Rasulullah Muhammad SAW menolong orang
Yahudi, mengunjungi mereka ketika sakit, berutang-piutang, etc. Dan
beliau sangat hormat dan kasih dengan pemeluk Nashara pada waktu itu.
Jadi pahami dulu apa itu akidah. Kalau tidak mengerti tanyakan pada
yang mengerti. Jangan asal njeplak, karena di bawah rambutmu itu ada
otak. Minimal punya malulah sedikit, setidaknya pada nilai kemanusiaan
diri sendiri dan status sebagai manusia.
--- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Saya baru saja menyimak blog Islam Militan milik pejabat MUI Adian
Husaini "Catatan Intelektual Muslim:
>
> http://militan.blogsome.com
>
> Ada artikel berjudul "Pendidikan Agama Kita", dia tuliskan sbb:
>
> Kita akan membahas sejumlah contoh berikut ini.
> Dalam masalah toleransi dan aqidah, sebuah buku Pendidikan Agama
Islam untuk kelas 3 SMA keluaran sebuah penerbit di Solo mengajarkan
hal yang tegas dalam soal aqidah: "Dalam hal akidah, seorang Muslim
dilarang bekerja sama dengan nonMuslim."
>
> Juga disebutkan, bahwa ikut merayakan hari besar nonMuslim berarti
telah mencampuradukkan ajaran agama."(hal. 5). Lebih jauh dikatakan,
bahwa seorang Muslim wajib mengajak orang lain untuk masuk dan
mengikuti ajaran Islam..............................................
>
> Meskipun cukup tegas dalam menyajikan materi aqidah, buku ini
mempunyai kelemahan dalam menyajikan materi tentang pengembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi.
>
>
> ---------------------------
>
> Pertanyaan:
>
> 1. Disebutkan oleh Adian Husaini bahwa penerbitnya dari Solo.Karena
saya belum melihat langsung bukunya, kemungkinan besar penerbitnya
adalah PT Tiga Serangkai. Kalau tak salah, pemilik penerbitan buku
tersebut (alm Bpk Abdullah Marzuki) adalah penyumbang terbesar
Pesantren Ngruki milik Abu Bakar Ba'asyir.
>
> 2. Kenapa buku semacam itu bisa lolos? Apakah Menteri Agama dan
Menteri Pendidikan tidak tahu ada buku pelajaran yang isinya amat
mengerikan itu? Mohon disampaikan ke menteri terkait apabila Anda
mengenalnya.
>
> Terima kasih.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> mediacare
> http://www.mediacare.biz
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
----------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.13/1205 - Release Date: 31/12/2007
15:32
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Sent from Yahoo! - a smarter inbox.
[Non-text portions of this message have been removed]