--- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Coba Mas Ahma Syukri kasih beberapa contoh dalam hal akidah 
untuk "dilarang bekerja sama dengan non muslim" itu bentuknya apa 
saja.
> 
> Terima kasih.

Lihat betapa rendahnya IQ si Radityo ini. Makanya menurut teman-teman 
reputasi dia di m-list Pantau dan m-list lainnya sudah jatuh, ngga 
digubris.

Pertanyaan Radityo itu kan sudah saya tulis dalam reply saya, konkrit 
dan jelas sekali, eh masih ditanyakan juga. 

Dia mengundang gabung ke mediacare, tapi saya baca dalam blog-blog 
bahwa dia menyensor dan hanya mempublis posting yang seide dengannya. 
Siapa yang mau gabung ke diktator seperti Radityo?

Di bawah ini saya kutip ulang reply saya untuk pertanyaan Radityo:

>>

Radityo kok masih dianggap serius. Kata teman-teman wartawan orang ini
sudah nggak dianggap di m-list lain, terutama m-list pantau (konon
ini m-list khusus wartawan).

Posting Radityo ini lagi-lagi kan menunjukkan kebenciannya pada
keyakinan orang lain, tapi jelas nampak kebodohannya yang luar biasa.

Kalau dilihat konteks yang disodorkan dalam buku itu kan tentang
akidah (konsep keyakinan dan ritual). Tidak boleh dalam konsep
keyakinan Islam shalat bekerjasama dan dipimpin oleh pemeluk Katolik,
Protestan, Hindu, Buddha dan lainnya.

Dalam agama lain juga begitu. Coba ritual agama mereka diambil alih
dan dipimpin oleh orang Islam. Boleh apa tidak? Tiba-tiba misa gereja
diambil alih oleh orang Islam atau ritual Hindu etc.

Kerjasama dalam soal akidah begini memang tidak bisa dan akan konyol.
Karena orang Islam tidak mungkin bisa memimpin misa kebaktian dan
sebaliknya orang Nasrani tidak mungkin bisa memimpin shalat jamaah dan
detilnya. Demikian juga pada agama lain.

Tapi dalam agama kan tidak hanya soal konsep keyakinan. Pada lapis
berikutnya ada konsep-konsep sosial dan amalan antar sesama manusia.
Di ruang inilah antarpemeluk agama bisa saling bekerjasama.

Tidak terhitung bagaimana Rasulullah Muhammad SAW menolong orang
Yahudi, mengunjungi mereka ketika sakit, berutang-piutang, etc. Dan
beliau sangat hormat dan kasih dengan pemeluk Nashara pada waktu itu.

Jadi pahami dulu apa itu akidah. Kalau tidak mengerti tanyakan pada 
yang mengerti. Jangan asal njeplak, karena di bawah rambutmu itu ada
otak. Minimal punya malulah sedikit, setidaknya pada nilai kemanusiaan
diri sendiri dan status sebagai manusia.




> 
> 
> 
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Ahmad Syukri 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Tuesday, January 01, 2008 2:15 PM
>   Subject: Re: [ppiindia] Re: Buku Pendidikan Agama yang isinya 
mengerikan
> 
> 
>   Dalam hal akidah (keyakinan dan ritual) seorang muslim dilarang 
bekerja sama dengan non muslim (itu sudah pasti dipahami setiap 
muslim dan saya kira agama lain juga begitu), namun dalam hal 
muamalah (sosial) seorang muslim akan bekerja sama dengan non muslim. 
Ini dicontohkan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW dalam bertransaksi dan 
berhutang-piutang kepada Non muslim (yahudi dsb) dan ini juga sudah 
dipahami dan dipraktekkan oleh muslim diseluruh dunia.
>   Jadi apanya yang mengerikan ???? apakah dalam buku itu dituliskan 
seorang muslim diwajibkan menyerang orang non muslim ????
>   Arab saudi yang berfaham wahabi saja tidak menyerang negara lain, 
dan dibidang sosial (muamalah) bekerja sama dengan non muslim. 
> 
>   Jadi kalau saudara mendramatisir dan mengekspos ini sepotong-
sepotong sebenarnya saudara ini seorang provokator sejati yang 
bermaksud terjadi perang antar agama dan kebencian antara umat 
beragama di Indonesia. Apakah ini yang saudara kehendaki agar 
Indonesia tambah kacau balau ??. Seyogyanya yang diekspose itu 
hendaknya hal-hal yang menjadi persamaan semua agama.
>   Tidak ada agama (terutama ajaran Islam mazhab apapun) yang 
menganjurkan dan mengajarkan penganutnya menyerang agama lain kecuali 
agamanya diusik.
>   Semua penganut Islam meyakini ayat Al-Qur'an yang 
berbunyi : "Bagiku Agamaku dan bagimu agamamu" (berarti tidak saling 
usik dan Itu yang dimaksud tidak ada kerja sama dalam hal akidah). 
Namun dalam hal bermasyarakat Nabi SAW justru menganjurkan untuk 
berguru ke China ( non muslim).
>   Jadi agar damai di bumi Indonesia menyambut tahun 2008, marilah 
kita mengekspose persamaan-persamaan bukan perbedaan-perbedaan.
> 
>   mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Hai Amat (Andi Matalata?),
> 
>   Terima kasih untuk "pujiannya". Anda sendiri pernah posting di 
pantau? Saya tak pernah melihat email ID Anda. Anda sepertinya cuma 
pengamat saja, bukan wartawan kan? Kecuali amatalata adalah identitas 
palsu. 
> 
>   Coba deh Anda posting ke milis Mediacare yang kini anggotanya 
sudah mencapai 8.000an. Ingin tahu saja opini Anda seperti apa.
> 
>   Mau akidah apa sajadah apa haram jadah dan dahdah yang lain, coba 
baca ini:
> 
>   Dalam hal akidah, seorang Muslim dilarang bekerja sama dengan 
nonMuslim."
> 
>   Bagaimana buku agama mengajarkan anak-anak didik melarang bekerja 
sama dengan orang lain (non-muslim)? 
> 
>   Ya, kalau Anda Islam fundamentalis, menganggap hal itu wajar.
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: amatalata 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Tuesday, January 01, 2008 12:48 PM
>   Subject: [ppiindia] Re: Buku Pendidikan Agama yang isinya 
mengerikan
> 
>   Radityo kok masih dianggap serius. Kata teman-teman wartawan 
orang ini
>   sudah nggak dianggap di m-list lain, terutama m-list pantau (konon
>   ini m-list khusus wartawan).
> 
>   Posting Radityo ini lagi-lagi kan menunjukkan kebenciannya pada
>   keyakinan orang lain, tapi jelas nampak kebodohannya yang luar 
biasa. 
> 
>   Kalau dilihat konteks yang disodorkan dalam buku itu kan tentang
>   akidah (konsep keyakinan dan ritual). Tidak boleh dalam konsep
>   keyakinan Islam shalat bekerjasama dan dipimpin oleh pemeluk 
Katolik,
>   Protestan, Hindu, Buddha dan lainnya.
> 
>   Dalam agama lain juga begitu. Coba ritual agama mereka diambil 
alih
>   dan dipimpin oleh orang Islam. Boleh apa tidak? Tiba-tiba misa 
gereja
>   diambil alih oleh orang Islam atau ritual Hindu etc.
> 
>   Kerjasama dalam soal akidah begini memang tidak bisa dan akan 
konyol.
>   Karena orang Islam tidak mungkin bisa memimpin misa kebaktian dan
>   sebaliknya orang Nasrani tidak mungkin bisa memimpin shalat 
jamaah dan
>   detilnya. Demikian juga pada agama lain.
> 
>   Tapi dalam agama kan tidak hanya soal konsep keyakinan. Pada lapis
>   berikutnya ada konsep-konsep sosial dan amalan antar sesama 
manusia.
>   Di ruang inilah antarpemeluk agama bisa saling bekerjasama. 
> 
>   Tidak terhitung bagaimana Rasulullah Muhammad SAW menolong orang
>   Yahudi, mengunjungi mereka ketika sakit, berutang-piutang, etc. 
Dan
>   beliau sangat hormat dan kasih dengan pemeluk Nashara pada waktu 
itu.
> 
>   Jadi pahami dulu apa itu akidah. Kalau tidak mengerti tanyakan 
pada
>   yang mengerti. Jangan asal njeplak, karena di bawah rambutmu itu 
ada
>   otak. Minimal punya malulah sedikit, setidaknya pada nilai 
kemanusiaan
>   diri sendiri dan status sebagai manusia. 
> 
>   --- In [email protected], "mediacare" <mediacare@> wrote:
>   >
>   > 
>   > Saya baru saja menyimak blog Islam Militan milik pejabat MUI 
Adian
>   Husaini "Catatan Intelektual Muslim:
>   > 
>   > http://militan.blogsome.com
>   > 
>   > Ada artikel berjudul "Pendidikan Agama Kita", dia tuliskan sbb: 
>   > 
>   > Kita akan membahas sejumlah contoh berikut ini.
>   > Dalam masalah toleransi dan aqidah, sebuah buku Pendidikan Agama
>   Islam untuk kelas 3 SMA keluaran sebuah penerbit di Solo 
mengajarkan
>   hal yang tegas dalam soal aqidah: "Dalam hal akidah, seorang 
Muslim
>   dilarang bekerja sama dengan nonMuslim."
>   > 
>   > Juga disebutkan, bahwa ikut merayakan hari besar nonMuslim 
berarti
>   telah mencampuradukkan ajaran agama."(hal. 5). Lebih jauh 
dikatakan,
>   bahwa seorang Muslim wajib mengajak orang lain untuk masuk dan
>   mengikuti ajaran 
Islam.............................................. 
>   > 
>   > Meskipun cukup tegas dalam menyajikan materi aqidah, buku ini
>   mempunyai kelemahan dalam menyajikan materi tentang pengembangan 
Ilmu
>   Pengetahuan dan Teknologi. 
>   > 
>   > 
>   > ---------------------------
>   > 
>   > Pertanyaan:
>   > 
>   > 1. Disebutkan oleh Adian Husaini bahwa penerbitnya dari 
Solo.Karena
>   saya belum melihat langsung bukunya, kemungkinan besar penerbitnya
>   adalah PT Tiga Serangkai. Kalau tak salah, pemilik penerbitan buku
>   tersebut (alm Bpk Abdullah Marzuki) adalah penyumbang terbesar
>   Pesantren Ngruki milik Abu Bakar Ba'asyir. 
>   > 
>   > 2. Kenapa buku semacam itu bisa lolos? Apakah Menteri Agama dan
>   Menteri Pendidikan tidak tahu ada buku pelajaran yang isinya amat
>   mengerikan itu? Mohon disampaikan ke menteri terkait apabila Anda
>   mengenalnya. 
>   > 
>   > Terima kasih.
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > mediacare
>   > http://www.mediacare.biz
>   > 
>   > 
>   > [Non-text portions of this message have been removed]
>   >
> 
>   ----------------------------------------------------------
> 
>   No virus found in this incoming message.
>   Checked by AVG Free Edition. 
>   Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.13/1205 - Release Date: 
31/12/2007 15:32
> 
>   [Non-text portions of this message have been removed]
> 
>   ---------------------------------
>   Sent from Yahoo! &#45; a smarter inbox.
> 
>   [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
>    
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------
----------
> 
> 
>   No virus found in this incoming message.
>   Checked by AVG Free Edition. 
>   Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.13/1205 - Release Date: 
31/12/2007 15:32
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke