Terima kasih Mas Lukas untuk artikelnya yang menarik. Dulu waktu kecil saya suka baca komik-komik/buku-buku HC Andersen. Ada kisah raja yang mirip-mirip seperti ini.
Kalau kisah Raja Midas dengan sentuhannya punya? salam, rd ----- Original Message ----- From: Lukas Kristanto To: [email protected] Sent: Saturday, January 05, 2008 8:40 AM Subject: [ppiindia] Obsesi Pemahat Patung Ini hanya ilustrasi tentang seorang pemahat patung yang selalu meratapi nasibnya dan berobsesi menjadi orang besar tanpa berupaya. Tanpa disadari, kita juga suka berobsesi tanpa mengukur kapasitas diri kita. ------------------- Konon di pelosok desa yang terpencil, seorang pemahat patung melakukan aktivitas kesehariannya memahat batu-batu untuk dijadikan patung. Patung-patung yang sudah dibuat itu biasanya dibawa istrinya ke pasar untuk dijual disana. Aktivitas semacam ini berlangsung bertahun-tahun lamanya, dan itulah keseharian kehidupan sang pemahat. Seperti biasa di tengah-tengah aktivitasnya, sang pemahat selalu mengeluh, "mengapa nasibku tidak pernah berubah sejak dulu, hanya jadi seorang pemahat, mestinya aku harus menjadi orang hebat..!", katanya dalam hati dengan nada pemberontakan. "Teman-teman sepermainanku dulu di waktu kecil banyak yang hidupnya tidak seperti aku, mereka lebih kaya dari aku dan punya kekuasaan", gumannya dengan kesal. Suatu ketika seorang raja berkunjung ke desa dimana pemahat tinggal, ini merupakan kunjungan pertama raja di desa itu, karena tidak pernah terjadi sebelumnya. Masyarakat berbondong-bondong di sepanjang jalan untuk menyambut kehadiran sang raja. Berita kunjungan raja terdengar juga oleh sang pemahat, dan dia pun tergerak hatinya untuk melihat sang raja dan bergabung dengan kerumunan orang di sepanjang jalan desa. Pemahat itu penasaran, "bagaimana sih rupa raja itu, koq kedatangannya dinanti-nanti orang?, aku ingin tahu", katanya dalam hati penuh penasaran. Dan kemudian, lewatlah raja itu, dengan memakai pakaian kebesarannya yang indah berhiaskan lencana-lencana emas, mahkota yang juga dilapisi emas terekat di kepalanya. Sambil duduk di kereta kencana yang indah sang raja melambai-lambaikan tangannya kepada rakyat di jalanan itu, disampingnya sang permasuri yang cantik jelita juga menyungging senyum manis kepada setiap orang! Barisan pasukan berkuda mengawal raja baik di depan maupun di belakang kereta! Tak lama kemudian rombongan raja melewati jalanan dimana sang pemahat berdiri disitu. Dari dekat sang pemahat bisa melihat raja itu. Sang pemahat terpesona melihat sang raja, dia semakin membelalakan mata mengekspresikan kekagumannya dan berkata dalam hatinya, "enak ya jadi raja, mestinya aku juga jadi raja seperti dia, supaya aku dihormati orang, supaya aku berkuasa dan aku selalu disanjung dan ditunggu-tunggu banyak orang dimana-mana". Rupanya sang pemahat berobsesi dan keinginannya kian meledak-ledak untuk menjadi raja. Dia terus melamun di tengah-tengah kerumunan orang banyak. Dalam perjalanan pulang ke rumah, sang pemahat terus membayangkan dirinya jadi raja, obsesinya semakin kuat hingga larut dalam ilusi yang tak disadarinya. Sampai di rumah, dia terus membayangkan jadi raja sampai akhirnya tertidur di kursi karena kecapekan. Karena begitu kuat obsesinya, tanpa disadari, terjawablah keinginannya itu dalam mimpi. Dalam tidurnya ia bermimpi menjadi raja besar, yang dihormati, ditakuti, dipuja-puja, dan bahkan banyak orang tunduk dan takluk padanya. Katanya; "aku sekarang adalah raja, aku sekarang punya kekuasaan dan kaya, tidak ada seorangpun yang berani melawan aku, tidak ada yang lebih berkuasa di atas aku, aku orang hebat", demikian raja baru ini sesumbar. Suatu ketika, dia teringat dengan pengalaman raja yang pernah berkunjung ke desanya, dia ingin melakukan hal yang sama untuk mengunjungi suatu desa, lalu dia perintahkan punggawa dan hulubalang mempersiapkan segala sesuatunya! Esok harinya, dengan rombongan yang sangat besar berkunjunglah raja baru ini ke suatu desa! Kedigdayaan seorang raja ia tunjukkan dengan pakaian raja yang lebih mewah dengan emas yang bergelantungan, dan kereta kencana yang seluruhnya dilapisi emas, tidak hanya membawa seorang permaisuri, 10 selirnya pun dia bawa. Dia merasa tampan dan perkasa. Namun, apa yang terjadi?, di luar dugaan, ternyata tidak seorang pun terlihat menyambut kedatangannya, dia tidak melihat segelintir rakyatpun berbondong-bondong menyambutnya! Dia terheran-heran, "ada apa ini,,,?" gumannya dengan penuh kekecewaan. Kemudian dia sadar, kalau cuaca hari itu sangat panas, terik matahari yang menyengat membuat banyak orang tidak mau keluar rumah menyambut dia. Orang-orang takut dengan sengatan panas matahari. Lalu raja itu berkata; "oh...ternyata ada yang lebih berkuasa dari saya, yaitu matahari, rakyat lebih takut kepada matahari daripada kepada saya", katanya. Karena matahari dianggap lebih hebat dari raja, maka akhirnya dia berobsesi lagi, dia ingin menjadi matahari....! Pemahat itu lalu jadi matahari. Tetapi dia semakin congkak, dia merasa lebih berkuasa dari siapapun. "Nah, aku sekarang paling berkuasa, tidak ada yang bisa menandingi aku", katanya. Kemudian dia obral panas matahari kemana-mana, sehingga banyak orang ketakutan, dia semakin mabuk dengan kekuasaanya. Namun, tiba-tiba gumpalan awan lewat di bawahnya, sehingga menutupi pancaran sinar matahari. Panas matahari tertahan oleh awan karena sinarnya tidak sampai ke bumi. Sang matahari kelabakan, karena kekuasaannya telah ditandingi oleh awan. Lalu bergumanlah sang matahari, "oh... ternyata ada lebih berkuasa dari aku, awan..! Kalau begitu aku jadi awan saja, karena lebih berkuasa dari matahari", katanya dengan emosi yang terbakar. Dan jadilah dia awan. Karena awan bisa menurunkan hujan, maka awan baru ini semakin congkak, dia turunkan hujan berlebihan, sehingga banjir dimana-mana, orang-orang ketakutan, dan sang awan senang melihatnya, dia merasa sangat berkuasa karena banyak orang ketakutan. Tetapi sang awan menjadi terdiam, ketika dia melihat sebongkah batu besar di tengah ladang tidak bergeming sedikitpun dengan air bah, pahadal banjir dimana-mana sudah menghanyutkan apa saja. Lalu ia berguman lagi; "oh...ternyata ada yang berkuasa di atas awan, yaitu batu, kalau begitu aku ingin jadi sebongkah batu saja". Maka jadilah ia batu. Ketika menjadi batu, dia merasa digdaya, air bah tidak dapat menghanyutkan dia, dan tidak ada seorangpun yang dapat merobohkan dia. Batu itu merasa kokoh berdiri dan tidak ada yang mampu mendorongnya, dia merasa perkasa. "Sekarang tidak ada yang bisa menandingi aku", katanya. Ditengah-tengah kemabukannya jadi batu, tiba-tiba tak diduga datanglah seorang pemahat mendatanginya, dengan cekatan dipahatlah batu itu menjadi patung. Sang batu shock, dan berguman keras; "oooooh ternyata ada yang lebih berkuasa di atas aku, yaitu pemahat, kalau begitu aku jadi pemahat saja supaya aku lebih berkuasa ketimbang batu". Dan jadilah dia pemahat patung. Seketika itu juga pemahat itu terbangun dari tidurnya, perjalanan mimpinya berkelana kemana-mana telah mengembalikan dia ke posisi semula sebagai sang pemahat....! Salam, Lukas Kristanto ____________________________________________________ Yahoo! Canada Toolbar: Search from anywhere on the web, and bookmark your favourite sites. Download it now at http://ca.toolbar.yahoo.com. ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.13/1208 - Release Date: 03/01/2008 15:52 [Non-text portions of this message have been removed]

