Yang mas Nizami katakan ini, banyak dikatakan oleh rakyat kecil yang saya 
jumpai, kuli bangunan yang me-reno rumah saya, supir supir taxi, dan pedagang 
pedagang kecil. Ibu ibu kenalan istri saya juga berani nyetir mobil sendiri 
sampai larut malam.
   
  Umat Islam dan Non Islam kala itu MENYATU, tak ada dikotomi Islam-Non Islami 
seperti sekarang. Terror mengatasnamakan agama juga tak terjadi. Juga MUI masih 
dibawah kendali.
   
  Walau kita sebagai pengamat ekonomi dunia, harus jujur mengakui, bahwa 
keberhasilan ekonomi pembangunan beliau adalah 1000% akibat support Barat dan 
USA yang membanjiri perekonomian kita dengan dana investasi dan pinjaman. Juga 
dari sisi pertahanan.
   
  Presiden presiden setelah beliau, tak mempunyai nasib semujur pak Harto dalam 
membangun ekonomi. Kini Barat menjaga jarak dengan kita, sejak 11 September, 
Selain itu lahan investasi kini meluas sampai ke RRT dan negara negara ex 
komunis, yang menjadi alternatif bagi barat, AS dan Uni Eropa. 
   
  Dizaman pak Harto Indonesia adalah SATU satunya alternatif investasi, karena 
Asia timur kala masih merupakan musuh Barat (sampai Natal 1989). Mau tak mau, 
Barat hanya dapat berpaling ke Indonesia (selain Philippina yang amburadul, dan 
Thailand serta Malaysia).
   
  Kalau kita mau jujur juga, benih korupsi dimulai dizaman bung Karno, yakni 
dengan adanya nasionalisasi perusahaan perusahaan asing oleh perwira perwira 
AD. Contoh mencuat adalah Pertamina. Bea cukai dan imigrasi sangat merajalela 
berkorupsi dibawah bung Karno. Memang, skala korupsi menjadi dahsyat dibawah 
pak Harto. Tetapi, kini, korupsi masih merajalela tetapi perekonomian rakyat 
amburadul, ekonomi makro masih OK.
   
  Beberapa pengamat menilai ini semua adalah reformasi kebablasan. Juga otoda 
berkembang menjadi ajaib. Negara federal bukan, negara kesatuan bukan lagi.
   
   
   
   
  

A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          

http://infoindonesia.wordpress.com

Haji Muhammad Soeharto telah
meninggal. Kematiannya cukup kontroversial. Ada yang menghujat, ada juga yang
memujinya. Terlebih dengan berbagai kasus korupsi para kroni-nya yang hingga
kini belum tuntas.

Meski demikian kita harus
berpikir jernih dan adil dengan menghargai jasa dan prestasinya. Apalagi
dibanding dengan pemerintahan yang ada sekarang.

Sebagai contoh berita dari www.riauinfo.com menyebutkan bahwa sebagian
warga berkata: "Di Zaman Pak Harto, Kita Tak Pernah Antre Beli
Minyak..." Yang lain berkomentar: ” kenaikan harga tidak pernah drastis
seperti sekarang”.

Memang pada zaman Soeharto,
boleh dikata tidak ada antrian warga yang kekurangan minyak tanah, gas,
premium, dan sebagainya. Zaman Soeharto jarang-jarang ada lonjakan kenaikan
harga sembako sampai lebih dari 100% hanya dalam hitungan minggu.

Pada zaman Soeharto, orang
miskin masih bisa menyekolahkan anak-anaknya di Perguruan Tinggi Negeri ternama
seperti UI, ITB, ITS, UGM, dan sebagainya karena biaya kuliah yang terjangkau.
Sekarang saat kabinet dipegang oleh para ekonom neoliberal, PTN dikomersilkan
sehingga dirubah jadi BHMN yang mencari untung. Untuk masuk UI, rakyat harus
bayar Rp 25 juta hingga 75 juta lebih hanya untuk uang masuk. Di Unmul ribuan
mahasiswa dilarang ujian karena tidak mampu membayar SPP yang biayanya sudah
tidak terjangkau.

Di zaman Soeharto, para petani
yang tidak punya tanah diberi 1-2 hektar tanah pertanian serta biaya hidup
selama setahun lewat proyek transmigrasi ke Sumatera, Kalimanta, Sulawesi, dsb.
Indonesia sempat swasembada beras di zaman Soeharto. Sekarang program
Transmigrasi ini nyaris berhenti. Indonesia yang negara ”Agraris” saat ini
justri mengimpor bahan pangan seperti kedelai, gandum, dsb dari negara
“Industri” macam Amerika Serikat.

Angka kejahatan karena masalah
ekonomi juga saat ini semakin meningkat. Penculikan jadi sering terjadi, belum
lagi pencurian besi menara PLN, rel kereta api, atau pun kabel pesawat telpon.

Begitu juga dengan kasus stress
atau bunuh diri karena ekonomi.

Walhasil dari segi kesejahteraan
rakyat, zaman Soeharto lebih baik. Mungkin rakyat tertekan, tapi mereka bisa
makan dan belajar dengan harga terjangkau.

Sekarang rakyat bebas bersuara,
tapi mereka banyak yang harus makan nasi aking atau gaplek karena harga sembako
yang kian meningkat. Yang tidak kuliah pun sekarang banyak karena PTN sudah
tidak terjangkau lagi oleh rakyat. Rakyat juga harus antri membawa jerigen agar 
bisa dapat minyak tanah.

http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/Cybernews/detail.aspx?x=Regional&y=Cybernews|0|0|11|631

Apa Kata Mereka

"Di Zaman Pak Harto, Kita
Tak Pernah Antre Beli Minyak..."

Regional Mon, 28 Jan 2008
09:17:00 WIB

Pekanbaru - Selain ada yang
memandang negatif, ternyata banyak warga memang positif masa kepemimpinan
Soeharto. Ini terungkap dari hasil rekaman yang dilakukan RiauInfo tentang
pendapat sejumlah warga di Pekanbarub terhadap masa kepemimpinan yang selama 32
tahun jadi presiden.

Umumnya warga menyebutkan
kondisi zaman Pak Harto jadi presiden lebih baik dibandingkan zaman sekarang.
Irwan (24) salah seorang warga Jalan Utama Pekanbaru mengatakan, salah satu
bukti zaman Pak Harto lebih baik, inflasi tidak pernah setinggi sekarang ini.
"Artinya kenaikan harga tidak pernah drastis seperti sekarang," jelas
mahasiswa Fekon, Universitas Riau ini.

Pendapat yang sama juga
disampaikan Ny Herawati (33) warga Jalan Sekuntum, Pekanbaru. Ibu dari 2 orang
anak ini menyebutkan, zaman Pak Harto dulu mendapatkan minyak tanah sangat
mudah. Tapi sekarang untuk mendapatkan minyak tanah harus antri dulu.
"Dulu mana pernah antri seperti sekarang ini," ungkapnya.

Makanya, dia berpendapat hidup
zaman Pak Harto lebih menyenangkan. Semua barang kebutuhan sehari-hari tersedia
sepenuhnya. Tidak perlu antri untuk mendapatkannya. Begitu pula halnya dengan
beras dan barang kebutuhan utama lainnya, tidak sulit mendapatkan dan harganya
tidak pernah melonjak tinggi.

Pendapat Nanang (42) warga Jalan
Pramuka, Rumbai, Pekanbaru, juga tak jauh berebda. Lelaki yang bekerja di
sebuah perusahaan swasta ini menyebutkan stabilitas keamanan juga sangat
terjamin di zaman Pak Harto. Tidak ada aksi unjuk rasa seperti sekarang ini
marak terjadi. "Kita
bisa hidup tenang tanpa dicekam ketakutan," tambahnya.(Ad)

Sumber: RiauInfo.com

===
Syiar Islam. Mari belajar Islam melalui SMS 
Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
http://www.media-islam.or.id

__________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals? 
Find them fast with Yahoo! Search. 
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping


                         

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke