bagus juga kalau di cc-kan ke iwan sudirwan, bekas wapemred transtv yang sekarang di tvone.
biar dia membaca kritik ini dan memberi tanggapan. At 10:42 AM 2/21/2008 -0800, Satrio Arismunandar wrote: >ASPEK SIMBOLIS PADA PELUNCURAN TVONE > >Peluncuran TVOne pada persis "Hari Valentine", 14 Februari 2008, mendapat >perhatian khusus di kalangan para praktisi media TV. Stasiun TV yang >merupakan "metamorfosis" dari Lativi ini merekrut banyak praktisi media >dari stasiun TV lain, terutama dari Trans TV. Tak heran, jika banyak crew >News Trans TV yang mengamati acara peluncuran itu lewat monitor di kantor >Trans TV. Saya termasuk di antaranya. > >Sekilas, acara peluncuran itu secara teknis berlangsung lancar. Namun, >masalah yang lebih besar justru bukan di soal teknis. Saya merasa kecewa >dan amat menyesalkan, ketika acara peluncuran TVOne sampai ke tayangan >"wawancara" Presiden SBY oleh Pemred Karni Ilyas dan presenter Tina Talisa. > >"Wawancara" dengan Presiden SBY, yang bersifat eksklusif dan disiarkan >langsung dari istana, ini semula dirancang sebagai credit point, bahwa >TVOne berhasil melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan stasiun TV lain. > >Namun, bagi yang sempat menonton acara itu, mungkin bisa mengingat format >acara itu, di mana SBY duduk di tengah, seperti satu figur sentral. Dia >menjadi fokus atau pusat dari komposisi semua sosok yang hadir di layar. >Di sebelah kiri, ada Karni dengan postur tubuh agak membungkuk (mungkin >ini memang sosok fisik Karni). Di sebelah kanan, ada Tina Talisa. Keduanya >menghadap ke SBY. > >Kalau kita perhatikan isi pembicaraan mereka, maka sebutan "wawancara" >mungkin tidak tepat. Menurut saya, istilah yang lebih tepat justru >"melapor". Karni selaku Pemred seperti melapor ke SBY tentang apa dan >bagaimana TVOne. Program-program apa saja yang menjadi andalan TVOne, dan >sebagainya. > >Karni bahkan meminta pandangan SBY tentang tayangan-tayangan TV tertentu, >yang memberi kesempatan pada SBY untuk memberi "petunjuk," "arahan," dan >"nasehat," tentang bagaimana seharusnya program TV dikemas. Namun, Karni >dan Tina tidak bertanya, misalnya, mengapa SBY tidak hadir di sidang DPR >untuk menjawab pertanyaan tentang kasus BLBI, atau hal-hal lain yang >menjadi kepedulian publik. > >Jika tujuannya cuma wawancara (dalam arti sebenarnya), sesungguhnya >kehadiran Karni tidak perlu di sana. Cukup Tina saja sebagai >reporter/presenter. Format gambar bisa menampilkan SBY dan Tina duduk >secara sejajar. Ini secara simbolis menunjukkan, antara media dan penguasa >ada jarak tertentu, ada independensi, dan kesetaraan. Atau, jika toh Tina >dianggap belum mampu atau terlalu yunior untuk mewawancarai seorang >Presiden, Karni bisa hadir sendiri dalam posisi sebagai Pemred/jurnalis, >yang mewawancarai seorang narasumber (SBY). Tetapi, tetap dalam posisi >kesejajaran, tidak satu mendominasi yang lain. > >Dalam kasus peluncuran TVOne, hal ini tidak terjadi. Kesan yang saya >peroleh, yang terjadi adalah pimpinan redaksi TVOne, dengan didampingi >salah seorang reporter/presenter, melakukan audiensi, menghadap, meminta >arahan, dan petunjuk, dari penguasa tertinggi (Presiden). Fakta bahwa >pimpinan redaksi datang atas kemauan dan inisiatifnya sendiri ke istana, >sebagai simbol kekuasaan/penguasa, juga memiliki makna simbolis tersendiri. > >Ketika peluncuran Metro TV tahun 2001, ada juga kehadiran Presiden >Abdurrahman Wahid yang memberi sambutan. Bedanya dengan kasus TVOne, waktu >itu, Presiden Abdurrahman Wahid diundang datang ke stasiun/studio Metro >TV. Maka status Presiden adalah tamu yang diundang, sama seperti puluhan >tamu kehormatan lain, yang juga diundang untuk melihat peluncuran Metro >TV. Jadi, bukan pimpinan Metro TV yang datang ke istana. Ini berbeda >dengan kasus TVOne. > >Ini sekadar pandangan saya, sebagai praktisi media dan akademisi yang >concern dengan independensi media. Terutama, dalam fungsi media untuk >menjalankan kontrol sosial, termasuk kontrol terhadap kekuasaan dan >penguasa. Ini adalah isu-isu yang sepatutnya menjadi keprihatinan kita bersama. > >Satrio Arismunandar >Jurnalis dan dosen jurnalistik > > > > > > >____________________________________________________________________________________ >Looking for last minute shopping deals? >Find them fast with Yahoo! >Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > >*************************************************************************** >Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia >yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. >http://groups.yahoo.com/group/ppiindia >*************************************************************************** >__________________________________________________________________________ >Mohon Perhatian: > >1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) >2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. >3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com >4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] >5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] >6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > >Yahoo! Groups Links > > >

