Embeded journalism, itulah yang terjadi pada ANTV
ketika serombongan orang exodus dari SCTV ke ANTV.
Buktinya liputan penangkapan teroris di Batu Malang
dan Wonosobo.

Banyak lagi yang lain. Lihat saja strategi dan cara
pemberitaannya. Tapi siapa yang tahu? Karena kali ini
TVONE tidak datang dari satu kelompok. Kelompok yang
satu memang dikenal melakukan suitability standard,
yang penting enak buat gue, siapapun gue gak pikirin.
Idealisme cuma kemasan, isinya macam-macam. Tdk
konsistennya konteks dan esensi. Kelompok yang lain
mungkin punya cerita beda lagi.

Repotnya saya sudah terlanjur sampai pada kesimpulan:
media massa cetak dan elektronik merasa tidak bersalah
atas sumbangannya sehingga terwujud kondisi seperti
sekarang. Nyaris semua teman-teman merupakan pejuang
hak asasi manusia politik dan anti kekerasan. Tapi
sebagaimana saya sampaikan dalam diskusi berulang kali
di Komnasham, nyaris tidak ada kalangan yang mau
berteriak dan berjuang menegakkan hak asasi bidang
sosial ekonomi dan budaya.

Amidan, mantan salah satu komisioner Komnasham periode
lalu pernah menjawab, jangankan Indonesia, dunia saja
tidak pernah mau menerjemahkan apalagi menjalan hak
ekosob. Respon saya, itulah korporatokrasi. Dalam
politik hal itu menjadi demokrasi korporasi. Keadaan
ini membuat demokrasi politik tidak berdamping dengan
demokrasi ekonomi. Lalu akankah dua kelompok atau
beberapa kelompok di beberapa media mau memperjuangkan
hak ekosob? atau mereka sebenarnya tidak lebih dari
pelaksana suitability standard?
--- Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Saya baru pindah ke SISI LAIN, baru seminggu ini.
> Soal TVONE, saya enggan berkomentar. Mari kita
> tunggu
> tahun 2009 (saat pilpres)....
> 
> 
> --- "Refanidea Y." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Kita lihat saja bung. Baru juga nungul..
> > Kita lihat seperti apa bayi reborn ini tumbuh dan
> > berkembang?
> > 
> > Kalau TVONE lebih bagus, lebih netral, dan lebih
> > berimbang
> > dari Trans, saya lihat TV ONE. 
> > 
> > Omong-omong, banyak yang exodus ya?
> > 
> > Pastinya TVONE harus lebih maju dari sebelumnya
> > --LATIVI. Dulu kan dia
> > terkenal dengan program2 dan film standar, juga
> > acara malam yang nggak
> > bermutu itu. Eh sekarang TPI juga. MNC kacau.
> > 
> > Bung Satrio masih jadi produser "Jika Aku
> > Menjadi"..?
> > Acara itu oke bung. Saya agak trenyuh juga waktu
> itu
> > lihat yang
> > episode bapak dibelikan kaki palsu.
> > 
> > Selamat me-rajawali deh..
> > 
> > Salam!
> > 
> > http://refanidea.wordpress.com
> > 
> > 
> 
>       Satrio Arismunandar 
> Producer "SISI LAIN" (tayang Senin-Jumat, pukul
> 13.30-14.00 WIB) - 
>   News Division, Trans TV, Lantai 3
> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax:
> 79184558, 79184627
>    
>   http://satrioarismunandar6.blogspot.com
>   http://satrioarismunandar.multiply.com  
>    
>   "Ungkapkanlah kebenaran itu, meskipun pahit"
> (Hadist Nabi)
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>      
>
____________________________________________________________________________________
> Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now. 
>
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
> 
> 
> 



      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke