Jemaah Ahmadiyah sesat menurut pendapat sementara orang Islam 
meanstream.

Hak mereka untuk menyatakan pendapa itu.
Dan terserah kepada Jemmaah Ahmadiyah untuk membantahnya, bila mereka 
tidak setuju.

Saya juga suka menyatakan pendapat saya yang berentangan dengan 
ajaran Ahmadiyah.

Yang dipantangkan mestinya sebaliknya adalah berusaha untuk melarang 
orang Ahmadiyan untuk menganut kepercayaan mereka.

Sekal lagi: nyatakan pendapat anda tentang Ahmadiyah, sebarkan 
pendapa itu.

Tapi pantangkan untuk menuntut Jemaah Ahmadiah dilarang.

Mereka tidak merusak akidah, mereka hanya punya keyakinan yang 
berbeda.

Saya ulang: orang Islam kudu belajar dari orang Nasrani yang telah 
lama berhenti main bunuh-bunuhan dengan alasan berbeda pendapat 
dibidang teologi.


--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?
mod=publisher&op=viewarticle&artid=74
> Membongkar kesesatan dan kedustaan Ahmadiyah 
>  
>  
>  
>   
>  
> Ahmadiyah adalah suatu aliran yang meyakini ada nabi setelah Nabi
> Muhammad saw, mereka meyakini Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi mereka.
> Selain itu mereka mempunyai kitab suci yang dikenal dengan nama
> Tadzkirah sebagaimana umat Islam mempunyai Al-Qur`an. Semoga artikel
> ini dapat sebagai peringatan akan bahaya aliran sesat ini. Artikel 
ini
> dikutip dari Buletin LPPI.   
>  
> 1.Aliran
> Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah
> Nabi dan Rasul, kemudian barangsiapa yang tidak mempercayainya 
adalah
> kafir murtad 
> 
> 2.Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu 
Mirza Ghulam Ahmad dari India 
> 
> 3.Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci 
Tadzkirah 
> 
> 4.Kitab suci”Tadzkirah” tersebut adalah kumpulan wahyu yang
> diturunkan “tuhan” kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya 
sama
> dengan kitab suci Al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan,
> tebalnya lebih tebal dari Al-Qur’an, dan kitab suci Ahmadiyah 
tersebut
> ada di kantor LPPI 
> 
> 5.Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk
> melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka
> mengatakan: “Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya
> bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa 
haji
> ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan selama 
hidupnya
> “nabi” Mirza tidak pernah haji ke Makkah 
> 
> 6.Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajib
> dipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul 
yang
> wajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26 
tersebut
> adalah “Nabi Mirza Ghulam Ahmad” 
> 
> 7.Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah
> yaitu: Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Tetapi bagi ajaran 
Ahmadiyah
> Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan 
kitab
> suci yang ke-5 adalah kitab suci “Tadzkirah” yang diturunkan 
kepada
> “Nabi Mirza Ghulam Ahmad” 
> 
> 8.Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun
> sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4.
> Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 
11.
> Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa
> mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun
> 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulan 
dan
> tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifah 
Ahmadiyah
> yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad 
> 
> 9.Berdasarkan firman “tuhan” yang diterima oleh “nabi” dan 
“rasul”
> Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang 
artinya:
> “Dialah tuhan yang mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” 
dengan
> membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas
> segala agama-agama semuanya.(“kitab suci Tadzkirah” hal. 621) 
> 
> Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atas
> BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN 
SUATU
> AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYA
> TERMASUK AGAMA ISLAM 
> 
> 10.Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri,
> tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta
> khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di
> Inggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmafiyah di seluruh 
dunia
> wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang di luar
> Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah haram kawin dengan
> laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentu
> mengalami kehancuran 
> 
> 11.Berdasarkan “ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” 
bahwa tugas
> dan fungsi Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan
> oleh kitab suci umat Islam Al-Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh
> “nabi” orang Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad 
> 
> 11.1. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: 
> Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab 
suci’Tadzkirah”
> ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami 
menurunkannya
> dan dengan kebenaran dia turun.” (“kitab suci” Tadzkirah 
hal.637) 
> 11.2. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: 
> Artinya: ”Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-
benar mencintai Allah, maka ikutilah aku” 
> (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630) 
> 11.3.Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah 
> Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam
> Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci
> “Tadzkirah” hal. 634) 
> 11.4. Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”: 
> Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini
> manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(“kitab 
suci
> Tadzkirah hal. 633) 
> 11.5. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: 
> Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu - wahai 
Mirza
> Ghulam Ahmad - kebaikan yang banyak” (“kitab suci” Tadzkirah 
hal.652) 
> 11.6. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: 
> Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau - wahai Mirza
> Ghulam Ahmad - imam bagi seluruh manusia” (“kitab suci” 
Tadzkirah hal.
> 630) 
> 11.7. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”: 
> Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad
> - seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang 
Maha
> Kuasa, Yang Rahim” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 658-659) 
> 11.8. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: 
> Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam 
lailatul qadr” (kitab suci Tadzkirah hal. 519) 
> 11.9. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: 
> Artinya: “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi
> Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah
> mengajarkan Al-Qur’an” (“kitab suci” Tadzkirah hal.620) 
> 
> Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang
> dibajaknya. Ayat-ayat “kitab suci” Ahmadiyah Tadzkirah yang 
dikutip di
> atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam
> Al-Qur’an. 
> Dan Mirza Ghulam Ahmad mengaku pada umatnya -orang
> Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari
> “tuhannya” di I N D I A. 
> 
> 12. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA 
> 
> 12.1 Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang 
berbunyi sbb: PASAL 56 a: 
> Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang
> siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau 
melakukan
> perbuatan: a. yang pokoknya bersifat permusuhan. Penyalahgunaan atau
> penodaan terhadap suatu agama di Indonesia. 
> 
> 12.2 Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor 
D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.: 
> 2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa
> Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai
> Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi
> Muhammad saw bukan nabi terakhir. 
> 
> 13.1. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia 
sejak tanggal 18 Juni 1975. 
> 
> 13.2. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di 
seluruh Brunei Darussalam. 
> 
> 13.3. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah
> mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI 
ISLAM. 
> 
> 13.4. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan
> bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah. 
> 
> 13.5. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa 
Ahmadiyah adalah golongan MINORITAS NON MUSLIM. 
> 
> 14. K E S I M P U L A N 
> 
> a.Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh Mirza
> Ghulam Ahmad di Qadiyan - I N D I A (sekarang Pakistan) tahun 1889,
> yang karena perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan dalam
> Ahmadiyah dan ketokohan pendirinya berkembang dua aliran, yaitu 
Anjuman
> Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman Ishaat Islam Lahore
> (Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan dan
> mengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza Ghulam
> Ahmad. 
> 
> b.Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun
> 1920-an dengan menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan Departemen
> Indonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) 
yang
> dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan Ahmadiyah Lahore
> Indonesia (GIA) yang dikenal dengan Ahmadiyah Lahore. 
> 
> c.Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyu
> itu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam 
Mahdi.
> Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh pengikut Jemaat Ahmadiyah
> Indonesia khususnya terdapat penyimpangan dari ajaran Islam 
berdasarkan
> Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islam umumnya,
> antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad 
sesudah
> Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal. 19, 20,21) 
> 
> P E N U T U P 
> 
> Sebagai penutup brosur ini, kami kutip sebuah ayat Al-Qur`an yang
> mengancam orang yang mengaku menerima wahyu serta menulis kitab 
dengan
> tangannya sendiri, kemudian dikatakannya dari Allah swt dengan dusta
> yang amat keji seperti yang dilakukan oleh nabi Mirza di atas. 
> Allah swt berfirman: 
> Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab
> dengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: Ini dari Allah, 
(dengan
> maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan 
itu.
> Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh
> tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat 
dari
> apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah 79) 
> 
> Cat: Apabila PB Ahmadiyah berkeberatan dengan isi brosur ini,
> alangkah baiknya diselesaikan melalui debat terbuka yang disaksikan
> oleh umat. 
> 
> Sumber: Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput 
Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606 
> 
> [Kontributor : Muslim, 02 Juni 2002 ]  
>  ===
> Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS
> 
> 
> Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252
> 
> 
> Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari 
Telkomsel 
> Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau 
http://syiarislam.wordpress.com
>


Kirim email ke