Kalau membahas sejarah sih, sama saja mas, sejarah Islam juga banyak kelamnya
Di Islam sendiri, sejak zaman Nabi sampai sekarang sudah berkembang banyak sekali aliran Kalau dianggap yang benar cuma 1, lalu yang lainnya bagaimana? Apa sesat semua? Siapa yang bisa yakin bahwa alirannya adalah yang paling benar? Kalau Ahmadiyah dianggap sesat, bagaimana dengan orang yang mengaku beragama tapi melakukan kekerasan? Apa itu bukan sesat namanya? -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of sipitung68 Sent: Wednesday, June 18, 2008 2:10 PM To: [email protected] Subject: [ppiindia] Re: Membongkar kesesatan dan kedustaan Ahmadiyah hehe..itu khan kristen, jgn samakan dg islam. Lain rmh lain aturan, masa kite disuruh bis ditampar pipi kiri eh ngasih pipi kanan, yah mukenye bonyok donk kaya' mumi (mirip korban insiden monas ni) baca aja deh sejarah gereja, dari masalah inkuisisi dll, baru deh ngoceh! --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Lhaaa mas, dalam kelompok Kristen ada yang menolak ajaran bahwa Yesus > adalah Tuhan, aliran ini juga ada di Indonesia, tetapi welcome > welcome saja tu? > > Saya pernah ajak teman dari kelompok Kristen X untuk masuk kegereja > Y, karena Minggu sore sudah tak ada ibadat lagi ditempat lain. Apa > jawabnya? Ah itu bukan rumah Tuhan kami! mati nggak? Tapi ya OK lah, > dua dua kelompok ini ada di Indonesia, tak ada yang merangkak rangkak > ke kejaksaan mohon kelompok yang kita anggap khilaf dimatikan tu? > > Ada kelompok Kristen yang ibadah hari Sabtu, seperti orang Yahudi, > kembali ke tradisi yahudi nihh, nggak mau Minggu seperti mainstream. > Lho ya nggak apa apa tu? > > Malah banyak keluarga yang suaminya Kristen X istrinya Kristen Y, > lalu gak pernah bisa sama sama kegereja yang sama. Ya nggak apa apa > tu? > > > malah kalau kita mau dengan tenang perhatikan keyakinan kita semua > ini, di Indonesia, atau didunia, maka banyak sekali manusia yang > agamanya kita anggap sesat, atau mengingkari ya tak mengakui ajaran > kita. Lalu bagaimana? Mau gempur gempuran? > > Padahal, pekerjaan rumah kita masih banyak: harga pangan dan BBM, > biaya pendidikan, biaya hidup kian mencekik sebagian besar umat > Islam. Dalam pendidikan dan lain lain masih kececeran, setuju nggak > bung Nizami? > > Jangan ngurus yang kecil kecil, yang besar besar dulu. Makmurkan > negeri ini, yang rakyatnya kebanyakan menghuni tepi sungai dan tepi > rel kereta api, kolong jalan tol. > > Salam > > Danardono > >

