Yang keluar dari penjahat dan (kebetulan) ucapannya tersebut ngaco,
ya tetap saja harus dikoreksi/tidak diterima, bos..

Intinya, kita harus kembalikan suatu istilah pada tempatnya yang sesuai..
jangan sampai ada yang memindahkan/menggunakan secara asal/ngaco,
malah dibiarkan.. berlarut".. bukankah 'kesalahan' atau 'kebohongan'
yang berlangsung lama (ribuan kali?) dapat dianggap sebagai 'kebenaran'?

Gimana, media dari grup Tempo mau memulai koreksi ini? :D
Thx a lot..

Wassalam,

Irwan.K


Pada 9 Juli 2008 12:37, Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

>
> kita anggap kata berjamaah yang maknanya bagus
> memang tidak tepat dilekatkan kepada korupsi yang
> jelek dan merupakan kejahatan terhadap rakyat.
>
> tapi para koruptor itu sendiri yang suka bicara
> "korupsi berjamaah" sambil tersenyum bahkan
> cengengesan.
>
> mungkin mereka pikir dengan melekatkan pada
> kata berjamaah, maka tindakan korupsi mereka
> menjadi sedikit ringan dosanya?
>
> btw, sudah saatnya kampanye politisi busuk dilakukan
> dengan langsung menyebut nama orang agar publik
> tahu. bila disertai data, tak perlu khawatir dituntut
> pencemaran nama baik.
>
> saya bayangkan kalau soe hok gie masih hidup, niscaya
> dia akan pimpin kampanye semacam itu.
>
>
> At 03:37 PM 7/8/2008 +0000, you wrote:
>
> >Benar, penggunaan kata 'berjama'ah'
> >di dalam ruang-makna kasus korupsi
> >secara 'teknis' juga tidak tepat,
> >karena kata 'jama'ah' itu mengacu
> >pada entitas yang
> >
> >(1) ada 'struktur' organisasinya
> >(2) ada pemimpin-nya
> >
> >***
> >
> >sejak terungkapnya banyak kasus korupsi
> >di era pasca-reformasi ini, saya punya
> >istilah sendiri:
> >
> >"korupsi berbasis Trias-Politica" ... :-))
> >
> >***
> >
> >Karena, kalau di jaman pemerintahan pak
> >Harto, karena dalam kenyataan kekuasaan
> >Eksekutif yang dominan, maka peluang
> >korupsi waktu itu tentu juga di-dominasi
> >Eksekutif.
> >
> >Nah, sebagai hasil proses Reformasi 1998,
> >Kekuaasaan politik/power menjadi lebih
> >terdistribusi secara "seimbang" pada
> >ke-tiga pilar kekuasaan:
> >
> >-> Eksekutif
> >-> Judikatif
> >-> Legislatif
> >
> >sesuai dengan teori Trias Politica
> >nya Montesquieu:
> >
> ><<http://nl.wikipedia.org/wiki/Trias_politica>
> http://nl.wikipedia.org/wiki/Trias_politica>
>
> >
> >Maka korupsinya sekarang juga lebih
> >terdistribusi.
> >
> >Kata orang:
> >-----------
> >-> power tends to corrupt
> >
> >jadi ...
> >
> >-> distributed power tends to distribute corruption!
> >
> >:-)
> >
> >----( ihsan hm )-------------------
> >
> >--- In IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > Saya kira penggunaan kata berjamaah di sini
> > > (ditempel dengan kata korupsi) harus dikoreksi
> > > dan sebaiknya digantikan dengan kata lain,
> > > misalnya:
> > >
> > > bersama-sama atau bergerombol. Karena kata
> > > berjamaah sendiri adalah istilah dari Islam
> > > dengan makna positif.. penggunaan dalam konteks
> > > korupsi berkonotasi lain yang buruk.. disengaja/
> > > tidak..
> > >
> > > Selebihnya saya setuju "saja soal daftar/anti
> > > politisi busuk.. agar rakyat/publik dapat memilih
> > > yang benar" membela kepentingan publik luas. :-)
> > >
> > > Mudah"an media massa dan kita semua dapat segera
> > > menghentikan penempelan kata berjamaah dengan
> > > kata korupsi atau kejahatan lainnya..
> > >
> > > CMIIW..
> > >
> > > Wassalam,
> > >
> > > Irwan.K
> > > Jakarta, Indonesia
> > > http://irwank.blogspot.com\ <http://irwank.blogspot.com>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke