He he he ... seru juga.Sdr. C. A. Hidayat, kalau membandingkan "apple to 
apple", dong....

Bukan "apple to mango" ...<----- Nampaknya ada yang sentimen dengan saya, siapa 
lagi kalau si BARAT MINDED ([EMAIL PROTECTED]). Dengan Indonesia malah lebih 
ngejomplang lagi:  "APPLE to BANANA".Saya hanya penasaran dengan metodologi 
penelitian yang Reuters lakukan, karena saya yakin, di BARAT seperti misalnya 
New York yang notabene kawasan "kumuh" dan kriminalitas tinggi juga banyak yang 
mengalami pelecehan seksual tapi tidak ditanggapi serius oleh Polisi di sana.
Pembicaraan saya belum mengarah ke Etnis dan Bangsa No. 1, karena yang 
mengklaim no 1. itu banyak sekali. Gitu aja koq repot.... he he he .Arab 
menganggap merekalah kaum No. 1. Yahudi beranggapan merekalah kaum No. 1. Cina 
beranggapan merekalah bangsa no. 1. Jerman beranggapan merekalah ras no. 1. 
Barat beranggapan merekalah pemimpin dunia no. 1.Kalau membandingkan Mesir 
dengan Indonesia, malah "APPLE to BANANA"..Intinya adalah, kalau ada bukti yang 
valid, silahkan wanita2 mengadu ke Polisi. Jangan sampai mendapat tuntutan 
balik dengan tuduhan pencemaran nama baik.dan JANGAN MELECEHKAN WANITA, di 
seluruh dunia. 
************************

Regards,

C.A. Hidayat - Pekanbaru
************************

--- On Fri, 7/18/08, masdimas62 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: masdimas62 <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [ppiindia] Re: Pelecehan seksual kian marak di Mesir
To: [email protected]
Date: Friday, July 18, 2008, 5:11 AM










 






    
            Salam,



Sebaliknya, menurut saya penelitian ini cocok untuk orang-orang 

Indonesia, terutama kalangan muslim fanatik-militan, yang selama ini 

cenderung Arab Saudi dan Timur Tengah Centris. Maksudnya, mereka yang 

cenderung memandang superioritas Timur Tengah/Arab.



Selama ini orang-orang Arab sendiri, Timur Tengah umumnya, dan 

keturunannya di sini, menganggap mereka cenderung meras dan suka 

pamer diri mereka "lebih tinggi" dan "lebih mulia" karena 

mereka "lebih dekat" dengan Nabi. 



Lihatlah rumah-rumah Habib dan orang Arab di Tanah Abang, Kwitang, 

Bogor, Puncak, dan sekitarnya, yang senang memasang silsilah keluarga 

besar dan nenek moyangnya di ruang tamu, untuk menegaskan mereka 

masih "berdarah biru" dekat dengan Nabi SAW. Dan mengira kenabian 

bisa KKN. 



Ada pun pria-pria Eropa dan Amerika, Anda jangan salah. Mereka 

sekuler dan mengaku terus terang sekuler. Sebagian tak peduli lagi 

dengan nilai-nilai agama, khususnya kesakralan gereja. 



Bagi kaum sekuler menegaskan, tidak ada paksaan dalam seks. Asal suka 

sama suka, tak ada masalah. Kumpul kebo pun tak masalah. Saya pun tak 

setuju, tapi itu hak mereka. Sebagian dari mereka, yang cocok, 

sebagian lagi melanjutkan ke jenjang pernikahan melalui gereja. 



Sedangkan pelaku pelecehan adalah hal lain lagi. Bahkan di negara 

liberal dan sekuler, pelaku peleceh kena sangsi dan jadi urusan 

polisi. Lebih detil, atasan dan mereka yang berkuasa di kantor yang  

menunjukkan tanda-tanda pelecehan kepada bawahannya, dengan 

menggunakan kekuasaan yang dimilikinya, sudah bisa kena pasal 

pelecehan seks (http://en.wikipedia .org/wiki/ Sexual_harassmen t).



Sedangkan Mesir adalah negara mayorotas muslim, dengan menyadari 

warganya di bawah naungan aturan Islam dan nilai-nilai kaum kaum 

muslim. Perguruan Islam tertua dan termashur di dunia, Perguruan Al 

Azhar , ada di sana, dan menjadi "rujukan" intelektual muslim dunia. 

Meski secara resmi, barangkali, Mesir tidak menggunakan hukum Islam. 



Warga negara Mesir, yang memahami nilai-nilai Islam paling basic pun, 

seharunya menyadari bahwa sekadar memandang lawan jenis sudah 

merupakan zina. Apalagi menyentuh, dan memamerkan kelaminnya kepada 

lawan jenisnya. Lebih parah, perempuan lah yang kemudian disalahkan!!



Sdr. C. A. Hidayat, kalau membandingkan "apple to apple", dong....

Bukan "apple to mango" ...



Wassalam,



Dimas. 



--- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "! C.A. Hidayat" <[EMAIL PROTECTED] .> 

wrote:

>

> Hasil penelitiannya tendensius merugikan citra masyarakat 

muslim.Kemudian, juga harus dilakukan:1. Benchmark dengan perempuan & 

laki2 di Amerika dan Eropa. Hipotesis saya, lebih tinggi di Amerika 

dan Eropa bahkan juga "Pelecehan disertai Kekerasan Fisik"

> 2. Uji korelasi antara angka pelecehan dengan berzina (bersetubuh) 

di luar nikah. Jadi, harus disurvey apakah si Peleceh (laki2) pernah 

bersetubuh dengan yang bukan muhrim.3. Tidak jelas data time 

seriesnya, "setiap hari" itu selama berapa hari? Juga harus dilakukan 

penelitian yang sama secara periodik untuk dicari mean dan tingkat 

kecenderungannya. Jadi, kalau dilihat dari metodologi penelitian 

Kualitatif tersebut, sangat Tendensius untuk menimbulkan Citra 

Negatif masyarakat muslim.Jadi, saya berhipotesis bahwa di Mesir, 

Pelecehannya hanya sekedar iseng karena nafsu yang meledak-ledak 

apalagi melihat wanita yang tidak menutupi auratnya. Ada gula, ada 

semut. Ada paha gratis, ada sidik jari yang menempel.Silahkan menguji 

hipotesis tersebut.Wassalam.

> ************ ********* ***

> 

> Regards,

> 

> Caprico A. Hidayat - Pekanbaru

> ************ ********* ***

> 

> --- On Fri, 7/18/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote:

> From: mediacare <[EMAIL PROTECTED] ..>

> Subject: [ppiindia] Pelecehan seksual kian marak di Mesir

> To: wanita-muslimah@ yahoogroups. com, 

jurnalperempuan@ yahoogroups. com, "zamanku" <[EMAIL PROTECTED] .com>, 

[EMAIL PROTECTED] s.com

> Date: Friday, July 18, 2008, 3:46 AM

> 

> >     

>             2/3 lelaki Mesir lakukan pelecehan seksual

> 

> 

> 

> Didi Syafirdi - detikNews

> 

> 

> 

> Kairo - Hampir dua per tiga laki-laki di Mesir mengaku pernah 

> 

> melecehkan perempuan di negara Arab. Mayoritas laki-laki bahkan 

> 

> menyatakan perempuan yang harus disalahkan atas pelecehannya itu.

> 

> 

> 

> Bentuk pelecehan seksual pria itu, adalah menyentuh, mengerling, 

> 

> meneriaki hingga eksibisionisme (memperlihatkan alat kelamin di 

depan 

> 

> perempuan). Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (18/7/2008) 

> 

> berdasarkan laporan penelitian Hak Perempuan Mesir.

> 

> 

> 

> "Pelecehan seksual sudah menjadi kebiasaan dan sangat nyata dialami 

> 

> oleh semua perempuan di Mesir. Sudah menjadi kebiasaan sehari-

hari, " 

> 

> ujar laporan itu.

> 

> 

> 

> Baik penduduk dan turis perempuan di Mesir sering mengalami 

pelecehan 

> 

> seksual di jalanan Mesir, kendati lingkungan Mesir dikelilingi 

> 

> lingkungan Islam yang konservatif. 

> 

> 

> 

> Sebanyak 98 persen perempuan asing mengaku mengalami pelecehan 

> 

> seksual di Mesir.

> 

> 

> 

> Hasil survei terhadap 2 ribu laki-laki dan perempuan Mesir, serta 

109 

> 

> perempuan asing percaya pelecehan seksual di Mesir mengalami 

> 

> peningkatan. 

> 

> 

> 

> Hal ini terjadi karena menurunnya kondisi ekonomi dan rendahnya 

> 

> kesadaran akan nilai-nilai agama.

> 

> 

> 

> 62 Persen laki-laki Mesir mengaku telah melakukan pelecehan, 

> 

> sedangkan 83 persen

> 

> perempuan Mesir melapor sering dilecehkan secara seksual. 

> 

> 

> 

> Setengah perempuan yang disurvei hampir setengahnya mengatakan 

> 

> pelecehan itu dilakukan tiap hari.

> 

> 

> 

> Hanya 2,4 persen perempuan Mesir yang melapor ke polisi atas 

> 

> pelecehan yang dialaminya. Kebanyakan perempuan ini tidak melapor 

> 

> karena takut akan merugikan reputasinya dan mereka juga tidak 

percaya 

> 

> siapa yang akan menolong mereka.

> 

> 

> 

> Sekitar 53 persen laki-laki menyalahkan perempuan, karena membawa 

> 

> nuansa seksual dengan

> 

> mengunakan pakaian yang tidak senonoh.

> 

> 

> 

> "Perempuan dan laki-laki Mesir berdasarkan hasil wawancara, setuju 

> 

> perempuan yang

> 

> memakai pakaian ketat pantas menerima gangguan," ujar survei.

> 

> (nwk/iy) 

> 

> 

> 

> mediacare

> 

> http://www.mediacar e.biz

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

> 

> 

> 

> 

>       

> 

>     

>     

>       

>        

>       

>       

> 

> 

> 

> 

>       

> 

> 

> 

> 

>       

>       

> 

> 

>       

>       

>       

> 

> 

> 

> 

>       

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>




      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke