Bukan begitu caranya membahas pergaulan yang "kebablasan". Pertama, definiskan dahulu, mana yang normal, berikan contoh, kalau mungkin dengan data statistik (kriminalitas, dan faktor lainnya), lalu yang dianggap "kebabalsan". Menyeret Inul kedalam masalah yang demikian komplex tidak membuahkan pemikiran yang matang dan produktif, hanya komentar emosional. Inul seorang, takkan membentuk pola perilaku, sebaliknya, dialah buah perilaku masa kini.
Dibalik itu semua, adalah UANG! Bukan kebebasan itu sendiri. Dinegeri Skandinavia yang kebebasannya jauh lebih dari masyarakat kita, tingkat kriminalitas dan pelanggaran moral jauh lebih rendah. pemerkosaan pembantu rumah tangga, dan tetek bengek semacam itu tak menonjol seperti yang kita alami. Beberapa hari yang lalu diberitakan, seorang ibu (35an tahun) hamil dengan anak lakinya sendiri, yang meniduri ibunya setelah melihat gambar porno. kalau ini terjadi di Eropa atau Skandinavia, penduduk mereka sudah melonjak menyaingi Indonesia! Cara anda menanggapi masalah ini, kurang dewasa. Tidak menyuguhkan solusi, dan tak menganalisa latarbelakang sosiologis. Sorry bung! Keprawanan disemua negara Dunia ketiga, adalah barang dagangan, anda belum sadari? jangan salahkan mereka. Keprawanan adalah masalah selaput organ wanita, takkan mungkin anda jadikan tolok ukur harkat atau martabat bangsa. --- In [email protected], IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ah Eyang masih saja pake gaya diskusi seperti ini, bukannya melihat > pada inti bahasan mengenai kebebasan pergaulan yang kebablasan.. > > Diskusi yang tidak sedang membahas kemajuan terkait keperawanan > tiba" dibelokkan sesuka hati.. seperti pengendara bajaj di jakarta.. > Sayang sekali, eyang.. mbok ya berikan contoh berdiskusi yang benar > napah.. :-) > > CMIIW.. > > -- > Wassalam, > > Irwan.K > "Better team works could lead us to better results" > http://irwank.blogspot.com/ > > 2008/7/31 RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> > > > Kemajuan bangsa dan keberadabannya kita ukur dari tingkat > > keperawanan? Ada statistik keperawanan dari PBB? > > > > Makin lapar suatu bangsa, makin banyak keperawanan yang dijual. > > Dengan atau tanpa Inul...(bukankah tokoh partai agama seperti Al > > Amien juga lebih suka pesan cewek yang perawan)? > > > > > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, IrwanK > > <irwank2k6@> wrote: > > > > > > Dear Rekans, > > > > > > Satu ketika, menemani istri belanja nugget ke agen, saya > > melihat 'warta > > > kota' > > > tergeletak di meja. Iseng saya lihat halaman pertama, ada artikel > > yang > > > rasanya cukup menarik perhatian pembaca.. judulnya seputar 60 > > persen lebih > > > anak smp sudah tidak perawan/perjaka(?) lagi dari hasil suatu > > survey.. > > > (dan ternyata kabar ini sudah diangkat SCTV juga). > > > > > > Saya langsung teringat anak" saya (2 anak perempuan, kelas 3 sd dan > > yang > > > 2 tahun, 1 anak pria baru masuk tk).. bagaimana jaman mereka besar > > kelak? > > > Terbayang dalam benak saya, inilah buah dari kebebasan yang > > diagung"kan > > > para pendukung HAM.. termasuk seks bebas.. :-( > > > > > > Padahal sewaktu saya masih sekolah dulu, film cinta"an itu > > dibintangi aktor/ > > > aktris yang sudah kuliah.. makin ke sini anak sma.. makin ke sini > > anak smp.. > > > bahkan mungkin kalau tidak ada yang protes, anak tk dibuatkan scene > > pacaran > > > juga.. :-( > > > > > > Berbahagialah anda para pengusung kebebasan itu.. yang masuk lewat > > berbagai > > > pintu.. para pemodal yang membuat sinetron cinta yang sudah > > merambah anak > > > smp.. para pencari bakat/bintang muda.. bahkan saya pernah sekilas > > melihat > > > sinetron pemerannya anak sd (atau bahkan tk) yang > > digambarkan 'suka' dengan > > > lawan jenis (Sinetron Nabila - lupa judulnya).. > > > > > > Apa yang kita lihat sekarang ini adalah akumulasi dari banyak hal.. > > termasuk > > > kesuksesan (para pengendali) Inul sewaktu menghantam Rhoma Irama.. > > > dan apa yang diucapkannya.. Inul bukan hanya merobohkan Rhoma, > > tetapi > > > larangan" terhadap tindakannya.. > > > > > > Ini yang kita mau? Kita, loe aja kali, gw enggak.. (kata Eko, Ruben > > & > > > Ivan).. :-p > > > > > > -- > > > Wassalam, > > > > > > Irwan.K > > > "Better team works could lead us to better results" > > > http://irwank.blogspot.com/ > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

