Demokrasi di Skandinavia, Swiss, Jerman, Austria, Jepang, Korea 
membahagiakan warga (sampai kita kirim warga kita untuk ikut 
menikmati demokrasi di LN)..

Demokrasi di Indonesia, Darfur, Bangla desh, Latin Amerika... rakyat 
tetap buntung...

Jadi, yang bloon itu sistemnya atawa manusianya?



--- In [email protected], "Alpha Bagus Sunggono" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Lha sekarang andaikan menggunakan
> sistem demokrasi,
> 
> faktanya yang menikmati kekuasaan adalah
> eksekutif dan para wakil rakyat,
> rakyatnya sami mawon, ngaplo ..
> 
> (warga masih tetep saja menderita)
> 
> 
> 2008/8/7 RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>:
> > Begitulah mas.
> >
> > Dari 2000 tahun sejarah (mengikuti tarikh Masehi), maka 1500 tahun
> > agama di Eropa mengauasai kehidupan publik. Dari kehidupan gembel
> > sampai raja. Lalu pecahlah pertempuran agama Perang Tigapuluh 
Tahun
> > yang berakhir dengan Perjanjian Westfalia. Ratusan tahun lagi 
masih
> > berlangsung kekuasaan agama, sampai meletuslnya Revolusi Perancis.
> >
> > Kita kenal sejarah Utsmaniah dimana agama juga menguasai kehidupan
> > publik.
> >
> > Dalam sistem macam ini tetap saja yang menikmati kekuasaan adalah
> > sang penguasa yang berkolaborasi dengan pimpinan agama.
> >
> > Kini, kita menganjak tahun ke tigaribu. Masih saja kita 
mendaurulang
> > alias memamah biak sejarah kenistaan ,manusia, sejarah penderitaan
> > warga.... tidak belajar belajar...
> >
> > Salam
> >
> > Danardono
> >
> >
>


Kirim email ke