****** Lha partai partai penuh sesak dengan model riri cute, nizami, 
pitung dan makhluk makhluk sejenis... padahal ujung ujungnya duit!

Partai Agama Sulit Jadi Mayoritas

[JAKARTA] Partai berbasis agama, terutama partai politik (parpol) 
berasas Islam, dipastikan akan sulit mengantongi suara mayoritas pada 
Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Saat ini, masyarakat lebih melihat 
kepedulian parpol terhadap kesejahteraan rakyat, ketimbang asas 
agamanya.

Hal itu dikatakan Direktur Riset, Lembaga Survei Indonesia (LSI), 
Dodi Ambardi di Jakarta, Kamis (25/9). Menurutnya, pada Pemilu 1955, 
partai-partai Islam, seperti Masyumi dan NU, hanya mampu meraih suara 
sekitar 43 persen. 

Sedangkan, pada Pemilu 1999 dan 2004 kekuatan seluruh partai-partai 
Islam hanya sekitar 30 persen. Berdasarkan temuan LSI, dalam sejarah 
politik Indonesia, partai Islam tidak pernah menjadi kekuatan 
mayoritas di pentas politik nasional.

Dikatakan pula, sikap pemilih masih diliputi dikotomi antara partai 
nasionalis dan agama. Partai-partai nasionalis, yang membawa isu 
kesejahteraan dan prorakyat, tentunya akan lebih disukai pemilih.

Oleh karena itu, Dodi mengimbau partai Islam untuk keluar dari konsep 
awal mereka agar bisa menjadi partai besar. Sebab, ujarnya, pemilih 
di Indonesia saat ini, termasuk kalangan muslim, sudah lebih rasional 
dalam menentukan pilihan.

Menyikapi temuan itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP 
PKS, Moh Razikun mengakui kalau partainya sejak 2004 mulai menggeser 
isu sentral Islam ke hal-hal yang universal, seperti pemberantasan 
korupsi. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menambah 
perolehan suara partai.

"Tapi, tidak semua partai Islam jika bergeser ke tengah lantas 
mendapatkan peningkatan suara yang signifikan," ujarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Hanif Dhakiri mengatakan kecerdasan 
pemilih dalam menentukan pilihan politiknya harus dibarengi dengan 
politik rasional parpol. Kekuatan basis program dan pendekatan 
politik personal kepada pemilih, jauh lebih efektif.

Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi PDI-P, Heri Ahmadi menegaskan 
partainya tidak khawatir melihat fenomena pergeseran aliran partai 
Islam ke tengah. "PDI-P, sejak 1955, malah sudah mempunyai konstituen 
yang loyal dan militan. Jadi, kondisi yang dimaksud itu terbilang 
aman," ujarnya. [ASR/O-1]



----------------------------------------------------------------------
----------
Last modified: 26/9/08 

Kirim email ke