susah klo orang menghukum sesuatu krn kebencian, lalu apa bedanya ente ma amrozi cs?
mustinye ente pake jurus 'tampar pipi kiri, kasih pipi kanan' jauh lebih bagus khan? :p ________________________________ From: wong ndeso <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, November 6, 2008 2:16:50 PM Subject: Re: [ppiindia] Jadwal Baru Eksekusi Amrozi Cs di Jaksa Agung terlalu enak buat amrozy cs itu mati ! mendingan dihukum seumur hidup + potong "burung"nya + potong tangannya. wekekekekekek. ......... On Thu, Nov 6, 2008 at 11:34 AM, tylla subiyantoro < tyllasubiyantoro@ yahoo.com> wrote: > Hehehe.. > > Saya pikir daripada eksekusi nggak jadi2 udah, jatohin aja hukuman seumur > hidup dan cabut hak remisi-grasi -amnesti-abolisinya ...beres. ..:D > > Tylla Subijantoro > Indonesian Worker In Kabul - Afghanistan > > --- On Thu, 11/6/08, eka zulkarnain <ekalucky_01@ yahoo.com<ekalucky_01% > 40yahoo.com> > > wrote: > > From: eka zulkarnain <ekalucky_01@ yahoo.com <ekalucky_01% 40yahoo.com> > > > Subject: Re: [ppiindia] Jadwal Baru Eksekusi Amrozi Cs di Jaksa Agung > To: [EMAIL PROTECTED] s.com <ppiindia%40yahoogr oups.com> > Date: Thursday, November 6, 2008, 9:46 AM > > Padahal sih sebetulnya pemerintah tak perlu repot-repot. Tembak sih tembak > aja, toh sudah ada ketetapan hukumnya. Terorisme tidak ada kaitannya dengan > agama. Saya juga jadi bingung sama orang-orang beragama yang memberikan > dukungan terhadap pembunuh? > > Eka Zulkarnain > > --- On Wed, 11/5/08, Sunny <[EMAIL PROTECTED] se> wrote: > From: Sunny <[EMAIL PROTECTED] se> > Subject: Re: [ppiindia] Jadwal Baru Eksekusi Amrozi Cs di Jaksa Agung > To: [EMAIL PROTECTED] s.com, tionghoa-net@ yahoogroups. com, "komunitas > tionghoa" <komunitas-tionghoa @ googlegroups. com>, "hksis hksis" > <[EMAIL PROTECTED] com> > Cc: "media care" <[EMAIL PROTECTED] u ps.com>, "ppi india" > <[EMAIL PROTECTED] p s.com> > > Date: Wednesday, November 5, 2008, 7:22 AM > > Melihat gerak-gerik penguasa dalam penerapan hukuman, saya kira para > terhukum tidak akan dieksekusi dalam waktu dekat atau juga samasekali tidak > akan dilakukan hukuman tsb. > > ----- Original Message ----- > > From: Harry Adinegara > > To: tionghoa-net@ yahoogroups. com ; komunitas tionghoa ; hksis hksis > > Cc: media care ; ppi india > > Sent: Tuesday, November 04, 2008 12:56 AM > > Subject: [ppiindia] Jadwal Baru Eksekusi Amrozi Cs di Jaksa Agung > > Berapa itu duit(ongkos) yang telah dikeluarkan untuk ngerahin petugas2 di > lapangan menjaga, meng-antisipasi kemungkinan adanya huru hara sesaat > eksekusi ketiga pembom Bali di laksanakan. > > Lha mbok ya ngak usah di-eksekusi saja, di di-amin aja di sel2 tahanan dan > di biarkan saja para pembom itu ber-"telor"( kan mereka baru punya bini > baru). Ketimbang urusan molor sana sini itu membikin kantong pemerintah > tambah mbo-kek aja. > > Inilah sekali lagi satu contoh dimana hukum itu ngak ada pelaksanaan- nya, > molor kian kemari achirnya bubar pasar. Inilah contohnya negara yang deldel > duwel luar dalem! > > Harry Adinegara. > > Jadwal Baru Eksekusi Amrozi Cs di Jaksa Agung > > Keluarga Gagal Temui Amrozi Cs > > CILACAP - Eksekusi terpidana mati kasus bom Bali I dijadwal ulang. Setelah > molor dari rencana semula, yang eksekusi sedianya dilakukan Senin dini hari > (3/11) atau Selasa dini hari tadi (4/11), kini jaksa eksekutor mengantongi > jadwal baru. Agenda baru itu sekarang berada di genggaman Jaksa Agung > Hendarman Supandji. > > ''Jadwal baru telah keluar dan tinggal turun ke jaksa lapangan,'' ucap > sebuah sumber Jawa Pos di Jakarta. Dia memastikan, jadwal eksekusi mati > tetap dilaksanakan sebelum 15 November sebagaimana pernyataan Jaksa Agung. > > ''Soal harinya secret, karena ada hak terpidana di sana. Mereka berhak > lebih dulu tahu dibanding publik,'' ujarnya. Sumber itu tak menyebutkan > tegas alasan penundaan eksekusi yang telah di depan mata itu. > > Apakah karena faktor perlawanan hukum yang dilakukan TPM (Tim Pengacara > Muslim) yang mengajukan PK (peninjauan kembali)? ''Tidak juga,'' jawabnya. > > Sumber yang tak mau dikorankan namanya itu hanya menyebutkan bahwa > pelaksanaan itu diundur sementara karena alasan lain di luar soal teknis > hukum. ''Kita tidak ingin dilaksanakan hari ini (kemarin, Red) untuk > menghindari politisasi pihak tertentu,'' ujarnya. Dia tidak menjelaskan > politisasi yang dimaksudkan. > > Sementara itu, salah satu pentolan TPM Achmad Michdan menduga, selain upaya > hukum yang dilakukan pihaknya, kedatangan Pangeran Charles merupakan salah > satu faktor penundanya. ''Ada banyak alasan politis di sana,'' duganya. > > Pada bagian lain, sumber koran ini di Nusakambangan mengatakan, seharian > kemarin tetap tak ada aktivitas mencolok di Lapas Batu, tempat Amrozi, Ali > Ghufron (Mukhlas), dan Imam Samudra ditahan. Amrozi cs yang menghuni sel > isolasi sejak Jumat (31/10) juga tampak tenang dan beraktivitas seperti > biasa, kendati berada di ruang terbatas. ''Jika sore masih mengaji dan malam > hingga subuh melakukan salat malam,'' katanya. > > Keinginan keluarga tiga terpidana mati dan TPM untuk bisa mengunjungi trio > bomber bom Bali I tersebut pupus. Ini setelah Kejaksaan Agung tak > mengeluarkan izin berkunjung. > > Pagi kemarin 22 orang yang tergabung dalam TPM dan keluarga tiga terpidana > mati itu tiba di Pelabuhan Wijayapura untuk menyeberang ke Nusakambangan. > Dari rombongan TPM tampak antara lain Achmad Mihdan dan Fahmi H. Bachmid. > > Sementara itu, dari keluarga tiga terpidana mati terlihat Ali Fauzi (adik > dari Amrozi dan Mukhlas), Soemarno (keponakan Amrozi), Lulu Jamaludin, dan > Wawan Setyabudi. Dua nama terakhir adalah adik Imam Samudra. > > Paginya, ke-22 orang itu bisa masuk ke ruang tunggu Pelabuhan Wijayapura. > ''Kami sempat berkoordinasi dengan Pak Bambang (Bambang Winahyo, Kakanwil > Depkumham Jateng, Red),'' kata Achmad Michdan. > > Namun, menirukan Bambang, Michdan menyebutkan bahwa kewenangan memberi izin > kini diambil alih Kejaksaan Agung. ''Bambang mengatakan, setelah Kapuspenkum > Kejagung merilis akan mengeksekusi klien kami, kewenangan pemberian izin > sudah diambil Kejagung,'' urainya. > > Untuk itu, menurut Michdan, pihaknya -melalui stafnya di Jakarta- telah > mengirimkan surat permohonan izin berkunjung ke Kejaksaan Agung. Namun, > setelah ditunggu sekitar satu jam belum ada jawaban, rombongan itu > memutuskan kembali ke daerah masing-masing. Namun, tak lupa oleh-oleh berupa > kripik gadung, roti chanay, abon kesukaan Amrozi, puluhan sarung, dan > sejumlah aneka makanan lainnya dititipkan ke petugas. > > Selain itu, TPM menitipkan sepucuk surat kepada ketiganya. Isinya, selain > memberi tahu telah mencoba berkunjung, TPM menanyakan kondisi terakhir > mereka. ''Maklum saja, kabarnya pada Jumat (31/10) lalu ketiganya didatangi > sekitar 30 petugas. Entah apa maksudnya. Kami hanya ingin mencari kejelasan > mengenai kondisi mereka,'' tandas Michdan. > > Sebelum pulang, TPM juga meminta petugas yang menyerahkan surat itu agar > meminta surat balasan. ''Kami akan kembali lagi pukul 15.00 (kemarin, sore, > Red). Kami berharap sudah mengantongi izin. Kalau pun tak bisa, kami juga > meminta surat balasan tersebut,'' urainya. > > Namun, perkembangan terus terjadi antara pukul 12.00 hingga pukul 15.00. > Selama masa itu, TPM intens berkoordinasi dengan Bambang Winahyo. Kabarnya, > dalam pembicaraan itu Bambang sempat "angkat tangan". Ini setelah Jam Pidum > Kejagung sempat melontarkan ucapan, "Ngapain mereka (TPM dan keluarga) ingin > ketemu lagi?". > > Mendengar kabar itu, TPM dan kerabat Amrozi cs tersebut nekat kembali ke > Pelabuhan Wijayapura. Suasananya sudah berbeda karena petugas telah > menempatkan sebuah barikade kawat berduri di depan pintu masuk yang sudah > terkunci. > > Pada bagian lain, koordinator TPM Jawa Timur Fachmi H. Bachmid menuding > eksekutor menyembunyikan sesuatu. ''Kami khawatir ada apa-apa dengan ketiga > klien kami. Kalau tidak, kenapa harus dipersulit seperti ini? Bahkan, surat > balasan saja tidak kami terima. Ada apa dengan semua ini?'' tandasnya. > Secara tegas Fachmi bahkan menyitir kemungkinan ketiganya telah dieksekusi. > ''Bisa saja terjadi kan?'' tambahnya. > > Sementara itu, kerabat ketiga terpidana mati tersebut tak bisa > menyembunyikan kekecewaan. ''Kami jelas-jelas khawatir dengan kondisi kedua > kakak kami. Apalagi, dengan perkembangan berita yang simpang siur ini,'' > kata Ali Fauzi. ''Siapa sih yang tak kecewa. Sudah jauh-jauh datang mengecek > berita yang simpang siur, namun ditolak tanpa alasan yang jelas,'' paparnya. > > Namun, sorenya, Bambang Winahyo menelepon Achmad Michdan. Bambang > mengisyaratkan bahwa izin berkunjung tersebut bakal di-acc. Tapi, hingga > tadi malam, izin itu belum keluar. > > Yang keluar jawaban dari Kejagung justru surat TPM pada Jumat (31/10) lalu. > Surat TPM itu adalah permintaan mendampingi ketiga kliennya saat dieksekusi > kelak. Jawaban Kejagung pun tak kalah mengecewakan. Yakni, TPM hendaknya > mengajukan permohonan ke Kejati Balikarena eksekutornya adalah Kejati Bali. > ''Ini jelas kami dipingpong. Kami harap segera ada kejelasan,'' tandasnya. > > PK Tak Ubah Rencana Eksekusi > > Kejaksaan Agung memastikan pengajuan peninjauan kembali (PK) oleh keluarga > tiga terpidana mati tidak akan mengubah rencana eksekusi. ''(Pengajuan PK) > itu boleh-boleh saja dilakukan. Tapi, tidak ada alasan secara hukum untuk > menunda-nunda eksekusi,'' kata Kapuspenkum Kejagung Jasman Pandjaitan di > Kejagung kemarin (3/11). Menurut dia, sesuai pasal 268 ayat (3) KUHAP, PK > hanya bisa diajukan sekali. > > Namun, dia tetap tak mau bicara soal waktu eksekusi terhadap Amrozi cs. > ''Pegangannya, akan dilaksanakan sebelum 15 November,'' ujarnya mengutip > pernyataan Jaksa Agung Hendarman Supandji di Istana Negara, 24 Oktober lalu. > > Jakarta Siaga Satu > > Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman kemarin menyatakan wilayah DKI > Jakarta siaga satu. Status itu diberikan menjelang eksekusi tiga terpidana > mati bom Bali I, Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron. > > ''Kami sudah mengamankan sejumlah objek vital seperti kedutaan besar, pusat > perbelanjaan, dan mal-mal. Pokoknya semua objek vital,'' katanya usai > menghadiri upacara serah terima jabatan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden > (Danpaspampres) kemarin. > > Menurut Adang, pemberlakuan status siaga satu bagi Jakarta dimulai sejak 1 > November. Namun, dia tidak menjelaskan sampai kapan status tersebut akan > diberlakukan. > > Dari Senayan, menjelang rencana eksekusi Amrozi cs, delegasi parlemen > Australia mengunjungi Indonesia kemarin. Mereka dipimpin Harry Jenkins, > Jubir Parlemen Australia. Rombongan tersebut bertemu Ketua DPR Agung Laksono > dan pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). > > Ajukan PK, Jakfar Mintakan Maaf Amrozi Cs > > Keluarga trio terpidana mati kasus bom Bali I -Amrozi, Ali Ghufron > (Mukhlas), dan Imam Samudra- kemarin benar-benar mendatangi Pengadilan > Negeri Denpasar. Mereka mengajukan berkas peninjauan kembali (PK) terhadap > kasus yang menimpa ketiganya. > > Keluarga diwakili Ustad Jakfar Shodiq, kakak kandung Amrozi dan Ali > Ghufron. Lulu Jamaludin, adik Imam Samudra, juga memberikan kuasa kepada > Jakfar untuk mengajukan PK bagi kakaknya tersebut. Jakfar tiba di PN > Denpasar didampingi kuasa hukum dari Tim Pengacara Muslim (TPM) Imam Asmara. > > Begitu tiba di PN Denpasar, mereka langsung menuju ruang Panitera Muda > Pidana Made Sukarta. Karena merasa tidak punya wewenang menerima pengajuan > memori PK, Made mengarahkan keduanya ke Panitera Sekretaris Gde Ngurah Arya > Winaya. > > Setelah menandatangani serah terima berkas, Arya Winaya menyatakan segera > mengajukan berkas memori PK tersebut ke Mahkamah Agung (MA). Menurut dia, > berdasar pasal 268 ayat 3 KUHAP, PK hanya bisa diajukan sekali. Pasal itu > diimplementasikan dengan surat dari panitera MA tertanggal 7 Juli 2008. > ''Agar tidak salah, kami segera mengajukan ke MA karena MA yang menentukan,' > ' ujar Arya. > > Mengenai sidang, dia tidak bisa menjanjikan waktunya. Sebab, kewenangan ada > di MA. Kepada panitera sekretaris, Jakfar mewakili adiknya, Amrozi dan > Mukhlas, serta Imam Samudra meminta maaf, tidak hanya kepada korban Bali > Blast, tapi juga bangsa Indonesia serta rakyat Bali pada umumnya. ''Semoga > Allah SWT memberkahi kita semua,'' ungkapnya. > > Kepada wartawan dalam maupun luar negeri yang mengerumuni, Jakfar > menyatakan bahwa adiknya mencintai umat manusia, cinta kepada seluruh anak > bangsa. Bahkan, secara khusus dia memuji Bali, pulau terindah anugerah Tuhan > yang perlu dilestarikan agar tidak hancur di kemudian hari. > > Kalau cinta Bali, mengapa Amrozi cs mengebom? Jakfar mengaku tidak tahu. > Dia bahkan tidak percaya adiknya melakukan pengeboman pada 12 Oktober 2002. > ''Apa ada bukti (Amrozi cs mengebom, Red)?'' ujarnya.(naz/ ano/fal/ > tom/cak/mus/ jpnn/n > > MARKETPLACE > > From kitchen basics to easy recipes - join the Group from Kraft Foods > > Change settings via the Web (Yahoo! ID required) > > Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format > to Traditional > > Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe > > Recent Activity > > Visit Your Group > > Y! Messenger > > Quick file sharing > > Send up to 1GB of > > files in an IM. > > 10 Day Club > > on Yahoo! Groups > > Share the benefits > > of a high fiber diet. > > Healthy Living > > Learn to live life > > to the fullest > > on Yahoo! Groups. > > . > > Search 1000's of available singles in your area at the new Yahoo!7 Dating. > Get Started http://au.dating. yahoo.com/ ?cid=53151& pid=1011 > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

