Duh..capek ama serigala berbulu domba.. setuju Pak Kartono..kalau PKS menang, jangan2 amrozi diangkat sebagai pahlawan nasional... Fakta Hukumnya jelas toh.. Terlepas dari interpretasi korban atau pelaku terorisme, fakta hukum bahwa Amrozi dengan sengaja, dalam konteks sipil membunuh ratusan orang tak berdosa adalah jelas.. mau apa lagi sih ?? Apa orang2 yang bermain kata dan konteks interpretasi dengan berbagai dalil seolah2 semua orang lebih bodoh dan buta dibanding mereka nggak malu dan capek???
Kalau Tibo cs bisa di eksekusi, kenapa tidak Amrozi CS??? Plis dong ah... Tylla Subijantoro Indonesian Worker In Kabul - Afghanistan --- On Thu, 11/6/08, Kartono Mohamad <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Kartono Mohamad <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [ppiindia] Re: [mediacare] Ketua MPR: Amrozi Cs itu korban terorisme To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Date: Thursday, November 6, 2008, 3:37 PM Kalo PKS menang, Amrozi akan diangkat sebagai pahlawan dan tiap tahun diperingati secara nasional. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "Ibu Bambang" <ibu.bambang@ gmail.com> Date: Thu, 6 Nov 2008 15:41:57 To: <wartawanindonesia@ yahoogroups. com>; <[EMAIL PROTECTED] ps.com>; <[EMAIL PROTECTED] s.com> Cc: <jurnalperempuan@ yahoogroups. com> Subject: [mediacare] Ketua MPR: Amrozi Cs itu korban terorisme Bukankan PK sudah di tolak oleh MA ?? Dan PK juga hanya bisa di lakukan sekali saja ??? *Kalau Amrozi CS adalah korban terorisme -- lalu -- terorsinya sapa ya ????* ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - Diambil dari : Nurwahid Minta PK Amrozi Dipertimbangkan <http://hnw.or. id/?op=isi& id=6168> Senin, 03 November 2008 10:11:32 Nurwahid Minta PK Amrozi Dipertimbangkan Solo-Ketua MPR Hidayat Nurwahid minta penegak hukum melaksanakan upaya hukum secara maksimal sebelum mengeksekusi Amrozi cs. Salah satunya mempertimbangkan usaha keluarga Amrozi dkk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas keputusan hukuman mati itu. "Indonesia adalah negara hukum. Upaya hukum harus dilaksanakan secara maksimal," kata Hidayat kepada Radar Solo (grup Batam Pos) di sela acara pemberangkatan haji di Masjid Istiqlal, Sumber, Banjarsari, Solo, kemarin (2/11). Sebelum eksekusi dilaksanakan, ujar mantan presiden PKS itu, sebaiknya penegak hukum bersikap bijak. Itu supaya tuduhan terorisme terhadap Ustad Abu Bakar Ba'asyir yang ternyata tidak dapat dibuktikan tidak terjadi lagi. Dia merasa prihatin atas kondisi Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra, yang akan dieksekusi sebelum proses hukum selesai. Jika itu terjadi, dikhawatirkan muncul persoalan di kemudian hari. *Hidayat menganggap *bisa saja *Amrozi cs adalah korban isu terorisme. * "Maka, supaya yang tidak salah menjadi korban dari proses hukum, sebaiknya upaya keluarga Amrozi cs (untuk ajukan PK) dihormati," tutur Hidayat. ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

