Salam,

Ya, masalah lah. Anak keturunan saya nggak bakalan saya didik begitu. 
Itu namanya cupet. Picik. Paranoid. Mosok nggak boleh bergaul sama
teman yang nggak percaya sama Nabi dan Tuhan kita. Apa hubungannya? 
Urusan Tuhan sama Nabi ya urusan masing-masing. Urusan privacy. Urusan
berteman, ya, lain lagi. Sama dengan dagang. Lu nggak percaya Jesus
nggak percaya Dewa Shiwa, Sidharta Budha Gautama, Reinkarnasi, Hukum
Karma,  nggak percaya kedatangan arwah nenek moyang, ya nggak masalah.
Tapi dagang 'kan jalan. Begitu juga pertemanan.
Bercermin dari pengalaman sendiri. Bertahun-tahu bersahabat, makan
bareng, tidur bareng sama Tionghoa Katolik di Jawa, waktu SD-SMP, 
tokh saya nggak jadi Kristen, dia nggak jadi muslim.  
Dunia makin menyempit, Bung, pikiran mestinya makin meluas. 
Orang Arab berpikir secara Arab karena mereka mengira dunia berpusat
di Tanah Arab dan hanya Arab saja di dunia ini. Mosok kegoblogan itu
yang kita tiru. 
Agama adalah pendakian pribadi. Dari mana saja kita mendaki, 
tujuannya ke puncak yang satu. Ke tempat yang sama.
Yakin Haqul Yakin saya... 


Salam,


Dimas.


--- In [email protected], "yustamb" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> *** kok ada masalah yah, dengan keyakinan atau kepercayaan tersebut,
> soale kalau tidak ada keyakinan mana mungkin ada agama, agama itu
> jelas membedakan antara satu dengan yang lain disamping ada suatu
> persamaan, tetapi kejelasan itu adalah specifik missi yang di bawa
> agama. Keyakinan sesuatu agama kayaknya nggak bisa di utak-atik, yang
> penting adalah bagaimana antar sesama agama itu saling memahami dan
> menghargai, karena pada dasarnya semua agama mengajarkan tentang
> dasar-dasar kemanusiaan. 
> 
> kan sama juga dengan agama christian bahwa siapa yang percaya akan
> trinity maka dia akan selamat, jadi apa bedanya dengan keyakinan bahwa
> siapa yang tidak meyakini bahwa Allah adalah Satu tidak akan masok
> sorgaa . . . atau dengan kata lain setiap muslim meyakini bahwa setiap
> agama selain islam adalah tidak benar . . .so what's wrong with that
> statement . . . it's about faith . . .
> 
> salam,
> 
> 
> --- In [email protected], "mediacare" <mediacare@> wrote:
> >
> > 
> >   ----- Original Message ----- 
> >   From: Cokorda Raka Angga Jananuraga 
> >   To: [EMAIL PROTECTED] 
> >   Sent: Sunday, November 30, 2008 12:08 AM
> >   Subject: [balinet] Isi textbook anak2 sekolah Saudi Arabia
> > 
> > 
> >  
>
http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/05/19/AR2006051901769_pf.html
> > 
> >   ---------------
> > 
> >   Wow, dan gw jadi khawatir juga, mengingat isi itu rupanya sudah
cukup
> >   lama menyusup ke Indonesia (entah lewat pesantren atau guru-guru
agama
> >   islam yang 75% bigots....
> >  
> http://www.indonesiamatters.com/3299/religious-differences-pluralism/ )
> > 
> >   Gw kutip beberapa isinya:
> > 
> >   FIRST GRADE
> > 
> >   " Every religion other than Islam is false."
> > 
> >   "Fill in the blanks with the appropriate words (Islam, hellfire):
> >   Every religion other than ______________ is false. Whoever dies
> >   outside of Islam enters ____________."
> > 
> >   FIFTH GRADE
> > 
> >   "Whoever obeys the Prophet and accepts the oneness of God cannot
> >   maintain a loyal friendship with those who oppose God and His
Prophet,
> >   even if they are his closest relatives."
> > 
> >   "It is forbidden for a Muslim to be a loyal friend to someone
who does
> >   not believe in God and His Prophet, or someone who fights the
religion
> >   of Islam."
> > 
> >   "A Muslim, even if he lives far away, is your brother in religion.
> >   Someone who opposes God, even if he is your brother by family
tie, is
> >   your enemy in religion."
> > 
> >   ...................
> > 
> >   Liat point 2 fifth grade: It is forbidden for a Muslim to be a loyal
> >   friend to someone who does not believe in God and His Prophet
> > 
> >   Ini rupanya sesuai dengan TAQIYYA:
> http://en.wikipedia.org/wiki/Taqiyya
> > 
> > 
> > 
> >    
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>


Kirim email ke