Suku tdk identik dengan Agama. 

Agama, ibarat orang pulang ke rumah setelah bekerja. 
Ada yang naik bis, kereta api, sepeda motor, mobil pribadi. Intinya satu, 
bagaimana sampai pada satu tujuan, yaitu rumah.

Nah, silahkan anda cermati filosofi tersebut.

************************
 Regards,
 C.A. Hidayat.
 
 ************************

--- On Mon, 12/1/08, Putra Semarapura <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Putra Semarapura <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [ppiindia] Re: Isi textbook anak2 sekolah Saudi Arabia
To: [email protected]
Date: Monday, December 1, 2008, 2:41 PM


 mengerikan sekali membaca pola pikirnya bung pitung ini...

 kalau anda orang betawi, jadilah orang betawi yang sesungguhnya. pun demikian, 
kalau anda orang sunda, jadilah orang sunda yang sesungguhnya. ..jangan main 
copy paste habis orang arab di sono.

 salam damai,

 --- si pitung <[EMAIL PROTECTED] com> schrieb am Mo, 1.12.2008:
 Von: si pitung <[EMAIL PROTECTED] com>
 Betreff: Re: [ppiindia] Re: Isi textbook anak2 sekolah Saudi Arabia
 An: [EMAIL PROTECTED] s.com
 Datum: Montag, 1. Dezember 2008, 2:40

 Akidah wajib ditanamkan di hati kaum muslim sejak dari kanak-kanak. Karena
 akidah adalah persoalan yang sangat penting, yg apabila akidah seseorang tdk
 bersih & benar spt yg diajarkan Allah & RasulNya, akan sia-sia amalannya
 di dunia.
 Apa yg tertulis dlm text book anak2 skolah di SaudArabia seharusnya dicontoh
 oleh Indonesia agar virus pluralisme yg dihembuskan dari mulut2 beracun antek2
 barat tdk menulari hati kaum muslimin.

 Muslim WAJIB mengakui & membenarkan bahwa hanya ada 1 agama yg BENAR yaitu
 ISLAM, agama para nabi Allah. Karena Alquran telah menyatakan demikian di 
banyak
 ayat, antara lain QS3:185, QS6:161, QS9:33, Qs61:9 dll dll. Jadi jika ada
 seseorang yg lisannya mengaku muslim TAPI msh ragu-ragu bahkan enggan mengakui
 kebenaran agamanya sendiri dg mengatakan bahwa semua agama adalah benar maka
 lebih baik syahadatnya segera diulang.

 Keyakinan muslim akan kebenaran agama islam sbg satu2nya agama yg haq, agama
 para nabi Allah ini tdk serta merta membuat muslim harus memaksakan agamanya 
kpd
 orang lain, malah Alquran MELARANg muslim utk memaksakan agamanya yg benar tsb
 kpd orang lain, krn sdh jelas jln yg benar dan mana jln yg sesat. Berdakwah tdk
 perlu dg tipu muslihat, bagi2 mie instan atau sembako, apalagi memaksa dg
 kekerasan, pemerkosaan atau pembunuhan.
 Bahkan jika ada seorang calon mualaf yg datang ke mesjid utk convert to islam,
 pihak berwenang di mesjid tsb SLALU bertanya berulang2 apakah orang tsb sdh
 yakin dg keputusannya tsb, apakah orang tsb tdk di bwh tekanan atau paksaan
 orang lain. 
 Memang, utk mengajak kpd suatu jalan yg benar, tdk perlu ada tipu muslihat
 & paksaan :)

 Mungkin, hanya segelintir muslim yg pikirannya cupet, Picik & Paranoid
 memandang ttg kebenaran islam sbg satu2nya agama yg benar lalu membuat muslim
 seolah2 dilarang (oleh agamanya) utk bergaul dg umat agama laen. Islam tdk 
pernh
 melarang muslim utk bergaul dg siapapun orangnya, dari agama apapun latar
 belakang.

 "Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang
 tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu
 sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu
 bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu
 dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu;
 barangsiapa bersahabat dengan mereka, maka mereka itu adalah orang-orang
 zalim." (al-Mumtahinah: 8-9)

 berbuat baik (birr) mengandung pengertian yang luas meliputi semua nilai
 kebaikan & pergaulan yg secara luas.

 mudah2an segelintir muslim yg picik, cupet & parno pikirannya ini, menjadi
 lebih terbukan memandang kebenaran ajaran islam, shingga mau mengajarkan islam
 yg benar sesuai Alquran & asSunnah kpd anak2nya, bukan kebenaran mnurut hawa
 nafsunya sndiri. Kasihan anak2nya jd korban kepicikan, kecupetan & keparnoan
 orangtuanya sndiri.

 Ga ada salahnya berteman, bersahabat, makan bareng, tidur bareng  dg
 non-muslim, ASALKAN tetap harus bisa membedakan mana wilayah AKIDAH mana 
wilayah
 TOLERANSI. berteman akrab dg non-muslim  memang tdk serta merta membuat kita jd
 kafir tp setidaknya membuat pikiran kita menjadi picik, cupet & parno dlm
 memandang saudara seAKIDAHnya sndiri. Pdhl kata Rasulullah saw, 
 “(Agama) seseorang (dikenal) dari agama temannya maka perhatikanlah siapa
 temanmu.” 
 memangnye kaga ada tmn muslim yg soleh yg mau diajak berteman, mkn & tdr
 bareng ya? :p

 Hanya orang picik, cupet & parno yg sangat RASIS kpd orang arab pdhl
 Rasulnya adalah orang arab & berbahasa arab. Bahkan alquran saja berbahasa
 arab. Sholatnya orang muslim pun menggunakan bahasa arab. Wah penyakit RASIS yg
 sangat kompleks deh. 

 Jika agama Agama adalah pendakian pribadi. Lalu Dari mana saja kita mendaki,
 tujuannya PASTI akan ke puncak yang satu. PASTI Ke tempat yang sama. SAYANGnye
 gunungnye ga cuma atu, ada banyak GUNUNG. Orang yg mendaki gunung SEMERU akan
 sampai ke puncak SEMERU, orang tsb PASTI tdk akan sampai di puncak himalaya.
 analoginya ngawur, KESIMPULANNYa pun..Yakin Haqul Yakin pasti ngawur pulak :)

 ____________ _________ _________ __
 From: masdimas62 <[EMAIL PROTECTED] com>
 To: [EMAIL PROTECTED] s.com
 Sent: Sunday, November 30, 2008 5:38:28 PM
 Subject: [ppiindia] Re: Isi textbook anak2 sekolah Saudi Arabia

 Salam,

 Ya, masalah lah. Anak keturunan saya nggak bakalan saya didik begitu. 
 Itu namanya cupet. Picik. Paranoid. Mosok nggak boleh bergaul sama
 teman yang nggak percaya sama Nabi dan Tuhan kita. Apa hubungannya? 
 Urusan Tuhan sama Nabi ya urusan masing-masing. Urusan privacy. Urusan
 berteman, ya, lain lagi. Sama dengan dagang. Lu nggak percaya Jesus
 nggak percaya Dewa Shiwa, Sidharta Budha Gautama, Reinkarnasi, Hukum
 Karma,  nggak percaya kedatangan arwah nenek moyang, ya nggak masalah.
 Tapi dagang 'kan jalan. Begitu juga pertemanan.
 Bercermin dari pengalaman sendiri. Bertahun-tahu bersahabat, makan
 bareng, tidur bareng sama Tionghoa Katolik di Jawa, waktu SD-SMP, 
 tokh saya nggak jadi Kristen, dia nggak jadi muslim. 
 Dunia makin menyempit, Bung, pikiran mestinya makin meluas. 
 Orang Arab berpikir secara Arab karena mereka mengira dunia berpusat
 di Tanah Arab dan hanya Arab saja di dunia ini. Mosok kegoblogan itu
 yang kita tiru. 
 Agama adalah pendakian pribadi. Dari mana saja kita mendaki, 
 tujuannya ke puncak yang satu. Ke tempat yang sama.
 Yakin Haqul Yakin saya... 

 Salam,

 Dimas..

 --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "yustamb" <[EMAIL PROTECTED] >
 wrote:
 >
 > *** kok ada masalah yah, dengan keyakinan atau kepercayaan tersebut,
 > soale kalau tidak ada keyakinan mana mungkin ada agama, agama itu
 > jelas membedakan antara satu dengan yang lain disamping ada suatu
 > persamaan, tetapi kejelasan itu adalah specifik missi yang di bawa
 > agama. Keyakinan sesuatu agama kayaknya nggak bisa di utak-atik, yang
 > penting adalah bagaimana antar sesama agama itu saling memahami dan
 > menghargai, karena pada dasarnya semua agama mengajarkan tentang
 > dasar-dasar kemanusiaan. 
 > 
 > kan sama juga dengan agama christian bahwa siapa yang percaya akan
 > trinity maka dia akan selamat, jadi apa bedanya dengan keyakinan bahwa
 > siapa yang tidak meyakini bahwa Allah adalah Satu tidak akan masok
 > sorgaa . . . atau dengan kata lain setiap muslim meyakini bahwa setiap
 > agama selain islam adalah tidak benar . . .so what's wrong with that
 > statement . . . it's about faith . . .
 > 
 > salam,
 > 
 > 
 > --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "mediacare" <mediacare@>
 wrote:
 > >
 > > 
 > >   ----- Original Message ----- 
 > >   From: Cokorda Raka Angga Jananuraga 
 > >   To: [EMAIL PROTECTED] .com 
 > >   Sent: Sunday, November 30, 2008 12:08 AM
 > >   Subject: [balinet] Isi textbook anak2 sekolah Saudi Arabia
 > > 
 > > 
 > > 
 >
http://www.washingt onpost.com/ wp-dyn/content/ article/2006/ 05/19/AR20060519
 01769_pf. html
 > > 
 > >   ------------ ---
 > > 
 > >   Wow, dan gw jadi khawatir juga, mengingat isi itu rupanya sudah
 cukup
 > >   lama menyusup ke Indonesia (entah lewat pesantren atau guru-guru
 agama
 > >   islam yang 75% bigots....
 > > 
 > http://www.indonesi amatters. com/3299/ religious- differences- pluralism/
 )
 > > 
 > >   Gw kutip beberapa isinya:
 > > 
 > >   FIRST GRADE
 > > 
 > >   " Every religion other than Islam is false."
 > > 
 > >   "Fill in the blanks with the appropriate words (Islam,
 hellfire):
 > >   Every religion other than ____________ __ is false. Whoever dies
 > >   outside of Islam enters ____________ ."
 > > 
 > >   FIFTH GRADE
 > > 
 > >   "Whoever obeys the Prophet and accepts the oneness of God
 cannot
 > >   maintain a loyal friendship with those who oppose God and His
 Prophet,
 > >   even if they are his closest relatives."
 > > 
 > >   "It is forbidden for a Muslim to be a loyal friend to someone
 who does
 > >   not believe in God and His Prophet, or someone who fights the
 religion
 > >   of Islam."
 > > 
 > >   "A Muslim, even if he lives far away, is your brother in
 religion.
 > >   Someone who opposes God, even if he is your brother by family
 tie, is
 > >   your enemy in religion."
 > > 
 > >   ............ . .......
 > > 
 > >   Liat point 2 fifth grade: It is forbidden for a Muslim to be a
 loyal
 > >   friend to someone who does not believe in God and His Prophet
 > > 
 > >   Ini rupanya sesuai dengan TAQIYYA:
 > http://en.wikipedia .org/wiki/ Taqiyya
 > > 
 > > 
 > > 
 > > 
 > > 
 > > [Non-text portions of this message have been removed]
 > >
 >

 [Non-text portions of this message have been removed]

 ------------ --------- --------- ------

 ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* 
*********
 Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups. yahoo.com/ group/ppiindia
 ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* 
*********
 ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
 Mohon Perhatian:

 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com 
 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. com
 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com
 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com
 Yahoo! Groups Links

 [Non-text portions of this message have been removed]

              


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke