Yang kasi baju muslim sama Ryan, sehingga pembunuh berantai yang gemulai itu kelihatan Islami siapa ya?
--- In [email protected], si pitung <sipitun...@...> wrote: > > > Islam, Homoseksual dan Hikmah Kota Pompeei > > > > Oleh : Asep Saepudin Aqil * > > Kaum > Homoseksual (baca Homo) terus menyuarakan dan "meminta" hak-haknya agar > diterima oleh agama dan masyarakat. "Manusia tidaklah berhak menilai > taqwa seorang homoseks atau lesbi, hanya Allah yang berhak menilai," > begitu sering terdengar. > > Simpati > terhadap prilaku kaum yang diperangi Nabi Luth telah membuat sebagian > ilmuan buta terhadap hukum agama. Padahal, Islam mengutuk keras > perbuatan itu karena membawa malapetaka kehidupan agama dan sosial. > Seruan untuk kembali kejalan yang benar tetap terbuka, sebelum adzab > Allah menimpa. > > Di > sisi lain, problem moral yang terus mengguncang dan memicu kontroversi > hebat di Barat hingga saat ini menyangkut homoseksualitas. Dunia Barat, > bahkan Gerejapun ikut menentukan batas-batas moral soal homoseksual. > Padahal prilaku tersebut sudah dicap berabad-abad sebagai praktik kotor > dan maksiat.. Tiba-tiba, sekarang harus dihormati sebagai Hak Asasi > Manusia (HAM). Termasuk yang terjadi di Indonesia saat ini. > > Puncak > kehebohan kasus homoseksual di Barat terjadi di mana bulan November > 2003, di mana Gereja Anglikan di New Hamspire mengangkat Gene Robinson, > seorang homoseksual, menjadi Uskup. Menurut Roman Wiliam (Uskup besar > Archbishop ) berasumsi bahwa pelantikan itu akan membawa konsekwensi > yang serius bagi keutuhan komunitas gereja. > > > Seorang Teolog kristen pendukung homoseksual mambuat tafsiran tentang Homoseks. John J. Mc Neil Sj menulis buku "The Curch and the homoseksual" > di mana memberikan justifikasi moral terhadap praktik homoseksual. > Menurut dia,"tuhan menghukum kaum Sodom dan Gomoroh bukan karena > praktik homoseksual , tetapi karena ketidak sopanan penduduk kota itu > terhadap tamu lot. Tahun 1976 dalam pertemuan tokoh tokoh gereja di > Minneapolis AS dideklarasikan, bahwa kaum homoseks adalah anak-anak > tuhan (homoseks person are chlidren of God).Walaupun > tokoh-tokoh gereja lain mengutuk keras perbuatan itu. Anehnya para > pemimpin gereja itu tidak hanya mendukung, akan tetapi sebagian mereka > juga pelaku homosesk. > > > Homoseks dan Liberal > > > Dengan > payung HAM, homoseks dihalalkan tahun 2001 di Belanda. Kini kaum homo > mencari upaya dan celah agar Indonesia merasa perlu menerimanya dan > dicarikan landasan hukumnya. Sikap ini sangat didukung para pengusung liberalism, meski, jelas-jelas bertentangan dengan hukum Islam. > > Irsad Manji, tokoh lesbian yang dipuji-puji aktivis liberal Indonesia membuat buku berjudul,"Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini." Di sampul depan buku ini, memuji Manji sebagai "Satu dari Tiga Miuslimah Dunia yang Menciptakan Perubahan Positif dalam Islam." > > Buku > Irsyad Manji ini tidak saja menggugat sejumlah ajaran pokok dalam > Islam, termasuk keimanan kepada keotentikan Al-Quran dan kema'shuman > Nabi Muhammad saw. Manji secara terbuka menggugat: "Sebagai seorang > pedagang buta huruf, Muhammad bergantung pada para pencatat untuk > mencatat kata-kata yang didengarnya dari Allah. Kadang-kadang Nabi > sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa untuk menguraikan apa > yang ia dengar. Itulah bagaimana "ayat-ayat setan" ayat-ayat yang > memuja berhala dilaporkan pernah diterima oleh Muhammad dan dicatat > sebagai ayat otentik untuk Al-Quran. Nabi kemudian mencoret ayat-ayat > tersebut, menyalahkan tipu daya setan sebagai penyebab kesalahan catat > tersebut. Namun, kenyataan bahwa para filosof Miuslim selama > berabad-abad telah mengisahkan cerita ini sungguh telah memperlihatkan > keraguan yang sudah lama ada terhadap kesempurnaan Al-Quran. (hal. > 96-97). Itukah yang disebut kalangan penganut faham liberal sebagai Mujtahidah Muslimah? > Sungguh binasa bagi orang-orang yang memujanya.Kemudian membenarkan > ucapannya yang jelas-jelas menodai Islam dan perasaan kaum Muslimin. > > Ada > lagi dosen Universitas Islam Negeri (UIN) yang keblinger. Meski bukan > pakar fikih (hukum Islam) ia berani menghalalkan homoseksual dan > lesbian. > > Propesor > Dr. Musdah Mulia, nama sang dosen itu, mengatakan, "sepanjang bacaan > saya terhadap kisah Nabi Luth yang dikisahkan dalam Al-Quran (al-A'raf > 80-84 dan Hud 77-82) ini, tidak ada larangan secara eksplisit baik > untuk homo maupun lesbian," ujarnya. > > Mungkin, Musdah Mulia tak paham ada isyarat-isyarat larangan dalam Qs.al-A'raf ayat 80-84 tersebut, karena perbuatan itu adalah fahisah (keji/buruk) yang belum pernah dikerjakan sebelum kaum Nabi Luth. > Ada pula lulusan IAIN Semarang. Namanya, Sumanto Al-Qurtubi. Ia pernah mengatakan, "Kisah Luth hanya sekedar story atau mitos. Gay, lesbian dan waria juga bagian dari fitrah atau kodrah manusia, hal itu tidak menyalahi kodrat, melainkan sesuatu yang wajar, > natural dan given adanya. Kita memandang homoseks itu dianggap > "menyimpang" karena kita kaum hetero, jangan-jangan kaum hetero ini > juga dianggap "menyimpang "oleh saudara kita yang kebetulan homo". > [baca Justisia Edisi 2004] . > > Dalam tafsir Ibnu katsir secara eksplisit Allah menciptakan untuk kaum lelaki (dzakar) istri-istri (unsa) dari jenismu sendiri. Yaitu perempuan yang diciptakan berasal > dari tulang rusuk sebelah kanan Adam, bukan menciptakan pasangan homo > atau lesbi. Penciptaan itu agar mereka mendapat ketenangan dan > keturunan anak. Dan terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi > orang-orang yang berfikir. Kata-kata homo atau lesbi itu juga tidak > ada. > > Keyakinan > Musdah Mulia dan kaum liberal pada tafsitan rasio telah membenarkan > perbuatan kaum yang ditumpas Nabi Luth dan memberikan hukum yang tak > berdasar. Menurut Ibnu Taimiyah, "seorang mufassir tidak boleh beralih kedudukannya menjadi mutakallim (pemilik firman) dalam Al-Quran adalah Allah". Ibnu Taimiyah > sesungguhnya tidak serta-merta mengingkari peranan akal dalam memahami > ayat-ayat Al-Quran. Dalam kesimpulannya: memahami pembicaraan (taddabur al-kalam) yakni firman Allah-tanpa memahami makna-maknanya merupakan suatau yang inposibel, karena memikirkan sesuatu pembicaraan ('aql al-kalam) berarti juga memahaminya. Makna Ayat tidak serta merta dipahami secara literal, sesungguhnya ia memiliki maksud tertentu. > > Imam Hasan al-Bashri pernah berkata, "Sesungguhnya > orang mukmin adalah orang yang berbaik sangka terhadap Tuhannya dan > yang baik amalnya. Sedangkan orang keji ialah yang berburuk sangka > terhadap Tuhannya dan buruk pula amalnya." > > Adanya > perilaku homoseksual merupakan prilaku amal yang baik?. Mereka mengira > bahwa agama dan tuhan tidak adil dan bijaksana. Sebenarnya Allah telah > membebaskan manusia dari berbagai penyakit hati, penyakit kelamin dan > penyakit kejiwaan, akan tetapi merekalah yang memilih untuk menyiksa > dirinya. Kemudian menunggu-nunggu datangnya adzab yang telah Allah > janjikan. > > > Hikmah Dari Kota Pompeei > > Ingat > kaum homo ingat pula Gunung Vesuvius. Yang dikenal sebagai simbol > negara Italia, khususnya kota Naples. Gunung yang telah membisu sejak > dua ribu tahun inijuga dinamai "The Mountain of Warning" > (Gunung Peringatan). Tentu ada maksudnya. Pemberian nama ini bukanlah > tanpa sebab. Adzab yang menimpa penduduk Sodom dan Gommorah, yakni kaum > yang diperangi Nabi Luth as, sangatlah mirip dengan bencana yang > menghancurkan kota Pompeii. Sumber > :http://www.harunyahya.com/indo/artikel/057.htm > > Al-Quran mengisahkan kepada kita bahwa tidak ada perubahan dalam hukum Allah (sunnatullah): " Tiadalah > yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang > telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu > tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali > tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu" (QS. Al-Faathir, 35:43). > > Siapapun > yang menentang hukum Allah dan berusaha melawan-Nya akan terkena > sunatullah yang sama. Pompeii, yang merupakan simbol dari degradasi > akhlaq yang dialami kekaisaran Romawi, adalah pusat perzinaan dan > homoseks. Nasib Pompeii mirip dengan kaum Nabi Luth. Kehancuran Pompeii > terjadi melalui letusan gunung berapi Vesuvius. > > Dari > Ibnu Umar radhiallanhu `anhuma beliau berkata: Rasulullah shollallohu > `alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, "Jadilah > engkau di dunia seperti orang asing atau musafir." Ibnu Umar berkata: > "Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan > jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. > Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati." (HR. Bukhari). > > Islam > Datang seolah-olah Asing di kalangan orang-orang penyembah berhala dan > kebobrokan moral bangsa Arab ketika itu. Sekarang Islam-pun (seolah) > harus di asingkan hanya karena datangnya Hak Asasi manusia (HAM), > Gender, demokrasi, pluralisme, liberalisme dan lain-lain. Fenomena > kalangan sebagian intelek tentang pemahaman agama saat ini yang > menafsirkan Al-Quran berdasarkan nafsu mereka--benar-benar telah > menyesatkan, mengikuti hawa nafsu, kemudian memberikan hukum yang > zalim. Sungguh bencana bagi orang-orang yang telah tolong menolong > dalam kemaksiatan. > > Rasululllah Saw bersabda :"Yang > aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yang > menyesatkan".(HR. Abu Dawud), pada perkataan lain,"Yang aku takuti > terhadap umatku ada tiga perbuatan, yaitu kesalahan seorang ulama, > hukum yang zalim, dan hawa nafsu yang diperturutkan".(HR. Asysyihaab) > Kemudian, "Celaka atas umatku dari ulama yang buruk". (HR. Al > Hakim).Dari keteranga itu dapat diambil hikmah agar para ulama > kontemporer tetap konsisten pada syariat dan terus mengembangkan > penahaman Al-Quran dan hadis tanpa mempertuhankan hawa nafsu. > > Penutup, Islam dan Barat adalah dua hal yang jauh berbeda. Homoseksual adalah diantara produk liberal dari dunia Barat. Kalau > seandainya Islam sama seperti kaum gereja di Barat yang terus merombak > ayat-ayatnya. Maka Al-Quran sebagai wahyu sudah hilang esensinya > sebagai kalam Allah menjadi kalam manusia. > > · Penulis adalah peserta pelatihan Kader Ulama Gontor > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

