*** Itu bukan masalah baju, karena baju itu bisa menipu. Ada yang kita
bisa pelajari dari kasus Ryan dalam hubungannya dengan homoseksual, di
mana larangan agama terhadap homoseksual itu benar-benar nyata bahwa
perbuatan itu hanya akan menimbulkan perbuatan yang lebih keji lagi,
seperti pembunuhan yang di lakukan oleh Ryan tersebut. Hubungan homo
seksual ternyata sama dengan hubungan antara heteroseksual dimana
dalam setiap pasangan bila terjadi hubungan yang tidak harmonis, maka
untuk hubungan heteroseksual rasa cemburu itu mungkin bisa di atasi,
tetapi dengan hubungan homoseksual, rasa cemburu, karena sama-sama
laki-laki maka keluarlah sifat asli laki-lakinya, maka terjadilah
kasus seperti Ryan tersebut, melakukan pembunuhan berantai.
Maka maha benarlah agama yang melarang homoseksual tersebut, kalo
seperti Pompei homoseksual dilakukan secara berjamaah, maka di
lenyapkan pula secara berjamaah, kalu secara individu seperti Ryan
maka korbannya pula secara individu . . . makanya dalam kitab suci
disebutkan hindari Zina, karena Zina itu tidak akan membawa
kebahagiaan malah malapetaka yang akan datang seperti aid, dan
berbagai penyakit lainnya.
Ryan itu seorang muslim, tetapi apakah seorang mukmin, itu beda
walaupun dia adalah seorang guru ngaji, mas Dimas bisa belajar
membedakan antara seorang muslim dan seorang mukmin, seperti Ryan
kalau dia adalah seorang mukmin pasti tidak akan melakukan perbuatan
keji seperti itu. Seorang mukmin yakin bahwa Tuhan itu ada dan maha
mengetahui.
Seperti Ryan, kalo memang sudah busuk sih, yah tetaplah busuk,
karena tidak ada cara untuk menguraikan kebusukan menjadi sesuatu yang
baru, tapi dia akan berguna untuk menumbuhkan sesuatu yang lain,
seperti pupuk misalnya, dia bisa menjadi pelajaran bagaimana
pembusukan itu terjadi. Hikmahnya saja yang harus kita ambil.
Seharusnya seperti di pesantren, ditegakkan hukum islam, agar
kebusukan itu di sapu bersih dari daerah yang di anggap suci tersebut.
Karena dalam agama kita belajar ketulusan, bukan kemunafikan. Jadi
beda antara domba dan serigala.
salam,
--- In [email protected], "masdimas62" <masdima...@...> wrote:
>
> Salam,
>
> Dari mula siapa yang bawa-bawa agama?
> Maksud saya, ngapain jauh nyalah-nyalalahin and nyela-nyela orang
> Kristen, lha, wong di kalangan orang Islam sendiri ada homoseks.
> Guru ngaji lagi.
> Yang ngasih baju muslim itu orang FPI, boss. Teman setahanan.
> Bukan sipir. FPI yang maunya dan sok membela Islam tapi justru
> mencemarkan Islam itu....
> Dialah yang ingin mengIslamkan Ryan
> Sipir apa pedulinya?
> Googling aja kalau gak percaya....
>
> Kenapa sih, kalau yang busuk-bnusuk harus dilempar ke umat lain,
> padahal di kalangan sendiri kebusukan itu nggebyah uyah...
> Homoseksualitas di pesantren itu "hampir" kelaziman. Yang ngomong
> begini orang pesantren sendiri. Pelakunya para ustadz dan
> yang jadi korbannya santri-santrinya sendiri.
> Cuman jarang terungkap.
>
> So, nggak usahlah sok bongkar-bongkar aib umat lain.
> Urus diri sendiri aja nggak becus.
>
> Wassalam
>
>
> Dimas.
>
>
> --- In [email protected], "yustamb" <yustamb@> wrote:
> >
> > *** Sipir penjara-lah yang ngasi baju, lucu kok agama di bawa-bawa ke
> > Ryan, dia kan orang yang telah melanggar norma-norma agama, melakukan
> > tindakan homoseksual yang bertentangan dengan ajaran agama islam. Kalo
> > dia pake baju muslim, itu hanya menunjukkan kemunafikannya saja kan.
> > Seorang muslim pasti tidak akan melakukan perbuatan yang keji seperti
> > dia. So di islam itu umatnya juga di kategori, yakni ada yang saleh
> > dan beriman, tetapi juga ada yang munafik ... sory kata-kata ini ada
> > dalam qur'an . . .
> >
> > salam,
> >
> >
> > In [email protected], "masdimas62" <masdimas62@> wrote:
> > >
> > > Yang kasi baju muslim sama Ryan, sehingga pembunuh berantai yang
> > > gemulai itu kelihatan Islami siapa ya?
> > >
> > >
> > > --- In [email protected], si pitung <sipitung68@> wrote:
> > > >
> > > >
> > > > Islam, Homoseksual dan Hikmah Kota Pompeei
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Oleh : Asep Saepudin Aqil *
> > > >
> > > > Kaum
> > > > Homoseksual (baca Homo) terus menyuarakan dan "meminta" hak-haknya
> > agar
> > > > diterima oleh agama dan masyarakat. "Manusia tidaklah berhak
menilai
> > > > taqwa seorang homoseks atau lesbi, hanya Allah yang berhak
menilai,"
> > > > begitu sering terdengar.
> > > >
> > > > Simpati
> > > > terhadap prilaku kaum yang diperangi Nabi Luth telah membuat
> sebagian
> > > > ilmuan buta terhadap hukum agama. Padahal, Islam mengutuk keras
> > > > perbuatan itu karena membawa malapetaka kehidupan agama dan
sosial.
> > > > Seruan untuk kembali kejalan yang benar tetap terbuka, sebelum
adzab
> > > > Allah menimpa.
> > > >
> > > > Di
> > > > sisi lain, problem moral yang terus mengguncang dan memicu
> kontroversi
> > > > hebat di Barat hingga saat ini menyangkut homoseksualitas. Dunia
> > Barat,
> > > > bahkan Gerejapun ikut menentukan batas-batas moral soal
homoseksual.
> > > > Padahal prilaku tersebut sudah dicap berabad-abad sebagai praktik
> > kotor
> > > > dan maksiat.. Tiba-tiba, sekarang harus dihormati sebagai Hak
Asasi
> > > > Manusia (HAM). Termasuk yang terjadi di Indonesia saat ini.
> > > >
> > > > Puncak
> > > > kehebohan kasus homoseksual di Barat terjadi di mana bulan
November
> > > > 2003, di mana Gereja Anglikan di New Hamspire mengangkat Gene
> > Robinson,
> > > > seorang homoseksual, menjadi Uskup. Menurut Roman Wiliam (Uskup
> besar
> > > > Archbishop ) berasumsi bahwa pelantikan itu akan membawa
konsekwensi
> > > > yang serius bagi keutuhan komunitas gereja.
> > > >
> > > >
> > > > Seorang Teolog kristen pendukung homoseksual mambuat tafsiran
> > > tentang Homoseks. John J. Mc Neil Sj menulis buku "The Curch
and the
> > > homoseksual"
> > > > di mana memberikan justifikasi moral terhadap praktik homoseksual.
> > > > Menurut dia,"tuhan menghukum kaum Sodom dan Gomoroh bukan karena
> > > > praktik homoseksual , tetapi karena ketidak sopanan penduduk
> kota itu
> > > > terhadap tamu lot. Tahun 1976 dalam pertemuan tokoh tokoh
gereja di
> > > > Minneapolis AS dideklarasikan, bahwa kaum homoseks adalah
anak-anak
> > > > tuhan (homoseks person are chlidren of God).Walaupun
> > > > tokoh-tokoh gereja lain mengutuk keras perbuatan itu. Anehnya para
> > > > pemimpin gereja itu tidak hanya mendukung, akan tetapi sebagian
> mereka
> > > > juga pelaku homosesk.
> > > >
> > > >
> > > > Homoseks dan Liberal
> > > >
> > > >
> > > > Dengan
> > > > payung HAM, homoseks dihalalkan tahun 2001 di Belanda. Kini kaum
> homo
> > > > mencari upaya dan celah agar Indonesia merasa perlu
menerimanya dan
> > > > dicarikan landasan hukumnya. Sikap ini sangat didukung para
> > > pengusung liberalism, meski, jelas-jelas bertentangan dengan hukum
> > Islam.
> > > >
> > > > Irsad Manji, tokoh lesbian yang dipuji-puji aktivis liberal
> > > Indonesia membuat buku berjudul,"Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan
> > > Umat Islam Saat Ini." Di sampul depan buku ini, memuji Manji
sebagai
> > > "Satu dari Tiga Miuslimah Dunia yang Menciptakan Perubahan Positif
> > > dalam Islam."
> > > >
> > > > Buku
> > > > Irsyad Manji ini tidak saja menggugat sejumlah ajaran pokok dalam
> > > > Islam, termasuk keimanan kepada keotentikan Al-Quran dan
kema'shuman
> > > > Nabi Muhammad saw. Manji secara terbuka menggugat: "Sebagai
seorang
> > > > pedagang buta huruf, Muhammad bergantung pada para pencatat untuk
> > > > mencatat kata-kata yang didengarnya dari Allah. Kadang-kadang Nabi
> > > > sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa untuk
menguraikan apa
> > > > yang ia dengar. Itulah bagaimana "ayat-ayat setan" ayat-ayat
yang
> > > > memuja berhala dilaporkan pernah diterima oleh Muhammad dan
> dicatat
> > > > sebagai ayat otentik untuk Al-Quran. Nabi kemudian mencoret
> ayat-ayat
> > > > tersebut, menyalahkan tipu daya setan sebagai penyebab kesalahan
> catat
> > > > tersebut. Namun, kenyataan bahwa para filosof Miuslim selama
> > > > berabad-abad telah mengisahkan cerita ini sungguh telah
> memperlihatkan
> > > > keraguan yang sudah lama ada terhadap kesempurnaan Al-Quran. (hal.
> > > > 96-97). Itukah yang disebut kalangan penganut faham liberal
sebagai
> > > Mujtahidah Muslimah?
> > > > Sungguh binasa bagi orang-orang yang memujanya.Kemudian
membenarkan
> > > > ucapannya yang jelas-jelas menodai Islam dan perasaan kaum
Muslimin.
> > > >
> > > > Ada
> > > > lagi dosen Universitas Islam Negeri (UIN) yang keblinger. Meski
> bukan
> > > > pakar fikih (hukum Islam) ia berani menghalalkan homoseksual dan
> > > > lesbian.
> > > >
> > > > Propesor
> > > > Dr. Musdah Mulia, nama sang dosen itu, mengatakan, "sepanjang
bacaan
> > > > saya terhadap kisah Nabi Luth yang dikisahkan dalam Al-Quran
> (al-A'raf
> > > > 80-84 dan Hud 77-82) ini, tidak ada larangan secara eksplisit baik
> > > > untuk homo maupun lesbian," ujarnya.
> > > >
> > > > Mungkin, Musdah Mulia tak paham ada isyarat-isyarat larangan dalam
> > > Qs.al-A'raf ayat 80-84 tersebut, karena perbuatan itu adalah fahisah
> > > (keji/buruk) yang belum pernah dikerjakan sebelum kaum Nabi Luth.
> > > > Ada pula lulusan IAIN Semarang. Namanya, Sumanto Al-Qurtubi. Ia
> > > pernah mengatakan, "Kisah Luth hanya sekedar story atau mitos. Gay,
> > > lesbian dan waria juga bagian dari fitrah atau kodrah manusia,
hal itu
> > > tidak menyalahi kodrat, melainkan sesuatu yang wajar,
> > > > natural dan given adanya. Kita memandang homoseks itu dianggap
> > > > "menyimpang" karena kita kaum hetero, jangan-jangan kaum
hetero ini
> > > > juga dianggap "menyimpang "oleh saudara kita yang kebetulan homo".
> > > > [baca Justisia Edisi 2004] .
> > > >
> > > > Dalam tafsir Ibnu katsir secara eksplisit Allah menciptakan untuk
> > > kaum lelaki (dzakar) istri-istri (unsa) dari jenismu sendiri. Yaitu
> > > perempuan yang diciptakan berasal
> > > > dari tulang rusuk sebelah kanan Adam, bukan menciptakan pasangan
> homo
> > > > atau lesbi. Penciptaan itu agar mereka mendapat ketenangan dan
> > > > keturunan anak. Dan terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi
> > > > orang-orang yang berfikir. Kata-kata homo atau lesbi itu juga
tidak
> > > > ada.
> > > >
> > > > Keyakinan
> > > > Musdah Mulia dan kaum liberal pada tafsitan rasio telah
membenarkan
> > > > perbuatan kaum yang ditumpas Nabi Luth dan memberikan hukum
yang tak
> > > > berdasar. Menurut Ibnu Taimiyah, "seorang mufassir tidak boleh
> > > beralih kedudukannya menjadi mutakallim (pemilik firman) dalam
> > > Al-Quran adalah Allah". Ibnu Taimiyah
> > > > sesungguhnya tidak serta-merta mengingkari peranan akal dalam
> memahami
> > > > ayat-ayat Al-Quran. Dalam kesimpulannya: memahami pembicaraan
> > > (taddabur al-kalam) yakni firman Allah-tanpa memahami makna-maknanya
> > > merupakan suatau yang inposibel, karena memikirkan sesuatu
pembicaraan
> > > ('aql al-kalam) berarti juga memahaminya. Makna Ayat tidak serta
merta
> > > dipahami secara literal, sesungguhnya ia memiliki maksud tertentu.
> > > >
> > > > Imam Hasan al-Bashri pernah berkata, "Sesungguhnya
> > > > orang mukmin adalah orang yang berbaik sangka terhadap
Tuhannya dan
> > > > yang baik amalnya. Sedangkan orang keji ialah yang berburuk sangka
> > > > terhadap Tuhannya dan buruk pula amalnya."
> > > >
> > > > Adanya
> > > > perilaku homoseksual merupakan prilaku amal yang baik?. Mereka
> mengira
> > > > bahwa agama dan tuhan tidak adil dan bijaksana. Sebenarnya Allah
> telah
> > > > membebaskan manusia dari berbagai penyakit hati, penyakit
> kelamin dan
> > > > penyakit kejiwaan, akan tetapi merekalah yang memilih untuk
menyiksa
> > > > dirinya. Kemudian menunggu-nunggu datangnya adzab yang telah Allah
> > > > janjikan.
> > > >
> > > >
> > > > Hikmah Dari Kota Pompeei
> > > >
> > > > Ingat
> > > > kaum homo ingat pula Gunung Vesuvius. Yang dikenal sebagai simbol
> > > > negara Italia, khususnya kota Naples. Gunung yang telah membisu
> sejak
> > > > dua ribu tahun inijuga dinamai "The Mountain of Warning"
> > > > (Gunung Peringatan). Tentu ada maksudnya. Pemberian nama ini
> bukanlah
> > > > tanpa sebab. Adzab yang menimpa penduduk Sodom dan Gommorah, yakni
> > kaum
> > > > yang diperangi Nabi Luth as, sangatlah mirip dengan bencana yang
> > > > menghancurkan kota Pompeii. Sumber
> > > > :http://www.harunyahya.com/indo/artikel/057.htm
> > > >
> > > > Al-Quran mengisahkan kepada kita bahwa tidak ada perubahan dalam
> > > hukum Allah (sunnatullah): " Tiadalah
> > > > yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah
(Allah yang
> > > > telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali
> > kamu
> > > > tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali
> > > > tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu" (QS.
> > > Al-Faathir, 35:43).
> > > >
> > > > Siapapun
> > > > yang menentang hukum Allah dan berusaha melawan-Nya akan terkena
> > > > sunatullah yang sama. Pompeii, yang merupakan simbol dari
degradasi
> > > > akhlaq yang dialami kekaisaran Romawi, adalah pusat perzinaan dan
> > > > homoseks. Nasib Pompeii mirip dengan kaum Nabi Luth. Kehancuran
> > Pompeii
> > > > terjadi melalui letusan gunung berapi Vesuvius.
> > > >
> > > > Dari
> > > > Ibnu Umar radhiallanhu `anhuma beliau berkata: Rasulullah
> shollallohu
> > > > `alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda,
> > > "Jadilah
> > > > engkau di dunia seperti orang asing atau musafir." Ibnu Umar
> berkata:
> > > > "Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya
pagi dan
> > > > jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya
> > sore.
> > > > Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum
> > > mati." (HR. Bukhari).
> > > >
> > > > Islam
> > > > Datang seolah-olah Asing di kalangan orang-orang penyembah
> berhala dan
> > > > kebobrokan moral bangsa Arab ketika itu. Sekarang Islam-pun
(seolah)
> > > > harus di asingkan hanya karena datangnya Hak Asasi manusia (HAM),
> > > > Gender, demokrasi, pluralisme, liberalisme dan lain-lain. Fenomena
> > > > kalangan sebagian intelek tentang pemahaman agama saat ini yang
> > > > menafsirkan Al-Quran berdasarkan nafsu mereka--benar-benar telah
> > > > menyesatkan, mengikuti hawa nafsu, kemudian memberikan hukum yang
> > > > zalim. Sungguh bencana bagi orang-orang yang telah tolong menolong
> > > > dalam kemaksiatan.
> > > >
> > > > Rasululllah Saw bersabda :"Yang
> > > > aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yang
> > > > menyesatkan".(HR. Abu Dawud), pada perkataan lain,"Yang aku takuti
> > > > terhadap umatku ada tiga perbuatan, yaitu kesalahan seorang ulama,
> > > > hukum yang zalim, dan hawa nafsu yang diperturutkan".(HR.
> Asysyihaab)
> > > > Kemudian, "Celaka atas umatku dari ulama yang buruk". (HR. Al
> > > > Hakim).Dari keteranga itu dapat diambil hikmah agar para ulama
> > > > kontemporer tetap konsisten pada syariat dan terus mengembangkan
> > > > penahaman Al-Quran dan hadis tanpa mempertuhankan hawa nafsu.
> > > >
> > > > Penutup, Islam dan Barat adalah dua hal yang jauh berbeda.
> > > Homoseksual adalah diantara produk liberal dari dunia Barat. Kalau
> > > > seandainya Islam sama seperti kaum gereja di Barat yang terus
> merombak
> > > > ayat-ayatnya. Maka Al-Quran sebagai wahyu sudah hilang esensinya
> > > > sebagai kalam Allah menjadi kalam manusia.
> > > >
> > > > · Penulis adalah peserta pelatihan Kader Ulama Gontor
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > >
> >
>