Salam Pramuka, Berkait dengan pakaian seragam ada beberapa catatan yang perlu dibuat.
1. Teman-teman putri yang berjilbab mengeluhkan PP Pakaian seragam tidak memberi kejelasan baaimana mereka harus berseragam. Di PP yang ada hanyalah kerudung yang diikat ke belakang kepala, bukan jilbab yang menutup dada. 2. Kebiasan di sekolah, warna kerudung seragam siswa sama dengan warna rok. Tapi di PP warna kerudung justru sama dengan warna baju. Hal ini menimbulkan masalah karena banyak yang pakai kerudung coklat tua. 3. Para Pramuka Penggalang putra yang gudepnya berpangkalan di MTS karena biasa menggunakan celana panjang seragam sekolah lalu juga keberatan pakai celana pendek untuk pakaian seragam Pramukanya. Kenyataan di lapangan pelanggaran aturan sudah lama dibiarkan oleh Kwarnas dan bikin masalah juga di Lomba Tingkat ketika penggunaan seragam dan kelengkapannya jadi materi penilaian maka mereka protes karena sadar nilainya bakal kecil. Lalu bagaimana ? 4. Banyak siaga tidak suka dengan seragam baju kurung yang bagi mereka adalah "Baju perempuan ". Baaimana ini mau direspon? 5. Di Jawa Barat, sejumlah andalan mengkampanyekan penggunaan kerudung coklat dan di atasnya tetap pakai mut (peci putri) sebagai seragam bagi yang berkerudung. Jelas-jelas ini juga melanggar aturan namun mereka tidak mengindahkan hal ini. Akibatnya, muncul olok-olok kerudung kwarda dan kerudung kwarcab karena di Kwarcab orang masih mengikuti aturan PP yang mengatakan yang berkerudung pakai warna coklat muda dan tidak pakai mut. 6. Banyak pembina putri dalam kegiatan pakai celana panjang, karena mereka berpendapat penggunaan rok menghambat gerakan dan terlebih sangat tidak praktis bila dipakai di kegiatan lapangan. Dan sebelum ada aturan pun ini sudah dipakai, termasuk juga saya lihat oleh beberapa andalan nasional. Saya tidak tahu apakah hal-hal ini belum serius atau tidak, tapi sebaiknya Kwarnas segera bertindak. Terimakasih. Hendro Prakoso

