sebagai generasi mudah saya melihat banyak teman saya yang tidak banyak mengetahui tentang gerakan revitalisasi pramuka...
saya sendiri belum memaknai tentang revitalisasi GP.... mungkin pembina pramuka perlu melakukan pembaharuan mengenai pelajaran yang diajarkan... pembina harus mengikuti selera anak muda sehingga mereka tetap mencintai dan mengikuti GP dengan sepenuh hati... contohnya saja seperti di sekolah saya, pramuka adalah ekstrakulikuler wajib, tetapi banyak dari mereka malas untuk mengikuti kegiatan ini... mereka tidak menganggap kegiatan kepramukaan sebagai kegiatan yang menarik dan penuh manfaat... saya sendiri juga tidak mengerti apa yang mereka pikirkan... mungkin karena perkembangan zaman yang menyebabkan mereka terlena dan malas... yang mereka lakukan hanyalah berjalan-jalan ke mall tak tentu arah... main internet sampai larut malam... mungkin dengan dilakukannya perubahan cara penyampaian materi kepramukaan yang unik dan asik pasti mereka akan lebih mencintai GP ini.... itu adalah pendapat dari saya... mungkin dari kakak2 juga ada usulan lain??? monggo... Rarasati K. SMA N 6 Yogyakarta --- On Sat, 12/13/08, andijosua <[email protected]> wrote: From: andijosua <[email protected]> Subject: [Pramuka] Re: sekedar diskusi: saatnya berubah? To: [email protected] Date: Saturday, December 13, 2008, 4:08 AM seharusnya kita sadar belum banyak yang berubah sejak di canangkannya revitalisasi GP,sebab kita sendiri tidak mengerti untuk apa revitalisasi tersebut. sehungga pengaplikasiannya di lapngan tidak begitu di perdulikan.hal yang terpenting saat ini adalah kita menfokuskan GP menjadi salah satu pendidikan yang membangun karakter bangsa,menanamkan nasionalisme, serta sebuah rasa bahwa Indonesia ini milik kita.coba kita pikirkan,diseluruh indonesia ada GP, namun mengapa ada daerah yang ingin merdeka? harapannya GP juga mengambil andil menjaga keutuhan NKRI dari perpecahan,sebab budaya yang kita harapkan menjadi pemersatu sudah tidak dipedulikan lagi.siapa lagi yang menjaga NKRI ini klu bukan kita anak bangsa. mari kita bersama melalui GP kita tinggkatkan rasa nosionalisme kita. agar NKRI dan Pancasila tetap ada. --- In pram...@yahoogroups .com, Nurul Yuliarsih <yuliar...@. ..> wrote: > > mengamati kondisi Gerakan pramuka saat ini, mulai dari perkembangan pola pembinaannya, metode pendidikannya. Adakah yang salah? > > mengapa belum juga dapat membantu mengatasi krisis bangsa (krisis budi pekerti) seperti yang di diskusikan di banyak tempat dalam kemasan " revitalisasi Gerakan Pramuka ". benarkah ada yang " vital " yang harus di benahi? > apakah yang " vital " itu? jangan-jangan kita malah ga tahu apa, sehingga meskipun sudah di bahas kesana kemari dengan biaya yang tidak sedikit tetap saja ga ada hasil (kalaupun ada apakah sudah menyentuh ke yang " vital " tadi ). Justru kadangkala kita lebih sibuk meributkan hal-hal yang sebenarnya bukan hal mendasar. Hal-hal yang paling penting yang harus kita pikirkan malah kurang dipikirkan. > > proses pendidikan yang menurut saya paling penting di GP ini mulai tergusur karena kepentingan- kepentingan tertentu. Dan ketika ada sekelompok/ beberapa anggota yang mulai berani secara ekstrim memunculkan wacana baru, banyak pertentangan- pertentangan yang terjadi yang menurut saya itu wajar, karena disetiap perubahan selalu terjadi pertentangan diawalnya. banyak kisah-kisah yang membuktikan bahwa sebuah perubahan selalu menimbulkan pertentangan besar karena menggoyah sisi "kenyamanan" . hal itu mengkin karena kita telah bertahun-tahun terkonstruksi untuk selalu berpikiran sempit, atau negatif duluan atau ngeblok duluan terhadap hal baru. meskipun di mana-mana telah booming berbagai macam pelatihan dan buku tentang pendobrakan paradigma . > > kurang lebih 5 atau 10 tahun terakhir sudah mulai terjadi penurunan drastis oleh remaja terhadap GP. banyak yang menganggap pramuka " kuno " (padahal metode yang dilakukan selalu dikembangkan sesuai perkembangan jaman). sementara banyak yang berharap GP dapat menjadi solusi bagi negara dan para orang tua untuk membantu kaum muda menyalurkan minat, bakat dan ekspresinya agar lebih terarah dan terbina (tidak tersesat). sekali lagi Adakah yang salah? > > di Munas kali ini akan ada wacana baru yang sebenarnya sudah lama didambakan dan di wacanakan, tetapi tenggelam dengan berbagai masalah baru yang akhirnya terlupakan. bagaimana kita membaca dan menganalisa wacana tersebut, dikembalikan ke masing-masing personal dan latar belakang pemahaman. sudah siapkah kita berubah dan menerima perubahan? > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed]

