Wah luar biasa ternyata ungkapan kejujuran adik Rarasati ini sekaligus sangat 
lugas
dalam menyampaikan pendapat, sekaligus sebagai nara sumber karena saat ini 
sebagai obyek/sasaran. Saya setuju dengan apa yang disampaikan adik, namun juga 
kita harus pula menghormati pendapat yang lain dengan sudut pandang dan dari 
versi pemikiran masing-masing.
Memang apapun misinya jika didalam penyelenggaraan/implementasi itu dengan 
pendekatan "dipaksa wajibkan" tentu akan banyak menuai kendala, namun menurut 
saya ada hal-hal yang prinsip diselenggarakan dengan pendekatan "dipaksa 
wajibkan" demi penyelamatan dan penegak-an martabat bangsa bagi generasi muda. 
(sekali lagi ini sudut pandang saya ribadi).
Revitalisasi GP terimplementasi secara beragam, sudah tentu akan terjadi karena 
kondisi dan permasalahan yang dihadapi dimasing-masing daerah tidak sama dan 
situasional.
Dan menurut saya juga, GP harus tetap konsisten dan on the track dan 
pula jangan sampai ketinggalan atau kehilangan momentum yang berkembang baik di 
tingkat lokal, nasional, regional dan internasional yang jelas selain politik 
praktis. Dan tetap dengan Prinsip dan Metodik Kepaduan dan dengan sistim among 
tentunya.
 
learning by doing,
doing to earning,
earning for living,
living to serve...
 
dipun lanjut monggo . . .
 
taklim,
kokok
 
Untuk mas Ajad Sudrajat, pakabarnya?
Sory, waktu itu untuk yang response ke Cianjur temen2 yang dari Jakarta.
 
 


--- On Sat, 12/13/08, Raraz Kusumawardhani <[email protected]> wrote:

From: Raraz Kusumawardhani <[email protected]>
Subject: Re: [Pramuka] Re: sekedar diskusi: saatnya berubah?
To: [email protected]
Date: Saturday, December 13, 2008, 4:19 AM







sebagai generasi mudah saya melihat banyak teman saya yang tidak banyak 
mengetahui tentang gerakan revitalisasi pramuka...

saya sendiri belum memaknai tentang revitalisasi GP....
mungkin pembina pramuka perlu melakukan pembaharuan mengenai pelajaran yang 
diajarkan...

pembina harus mengikuti selera anak muda sehingga mereka tetap mencintai dan 
mengikuti GP dengan sepenuh hati...

contohnya saja seperti di sekolah saya, pramuka adalah ekstrakulikuler wajib, 
tetapi banyak dari mereka malas untuk mengikuti kegiatan ini...

mereka tidak menganggap kegiatan kepramukaan sebagai kegiatan yang menarik dan 
penuh manfaat...

saya sendiri juga tidak mengerti apa yang mereka pikirkan...

mungkin karena perkembangan zaman yang menyebabkan mereka terlena dan malas...

yang mereka lakukan hanyalah berjalan-jalan ke mall tak tentu arah... main 
internet sampai larut malam...

mungkin dengan dilakukannya perubahan cara penyampaian materi kepramukaan yang 
unik dan asik pasti mereka akan lebih mencintai GP ini....

itu adalah pendapat dari saya...

mungkin dari kakak2 juga ada usulan lain???

monggo...

Rarasati K.
SMA N 6 Yogyakarta

--- On Sat, 12/13/08, andijosua <andijo...@yahoo. co.id> wrote:
From: andijosua <andijo...@yahoo. co.id>
Subject: [Pramuka] Re: sekedar diskusi: saatnya berubah?
To: pram...@yahoogroups .com
Date: Saturday, December 13, 2008, 4:08 AM

seharusnya kita sadar belum banyak yang berubah sejak di canangkannya

revitalisasi GP,sebab kita sendiri tidak mengerti untuk apa

revitalisasi tersebut. sehungga pengaplikasiannya di lapngan tidak

begitu di perdulikan.hal yang terpenting saat ini adalah kita

menfokuskan GP menjadi salah satu pendidikan yang membangun karakter

bangsa,menanamkan nasionalisme, serta sebuah rasa bahwa Indonesia ini

milik kita.coba kita pikirkan,diseluruh indonesia ada GP, namun

mengapa ada daerah yang ingin merdeka? harapannya GP juga mengambil

andil menjaga keutuhan NKRI dari perpecahan,sebab budaya yang kita

harapkan menjadi pemersatu sudah tidak dipedulikan lagi.siapa lagi

yang menjaga NKRI ini klu bukan kita anak bangsa. mari kita bersama

melalui GP kita tinggkatkan rasa nosionalisme kita. agar NKRI dan

Pancasila tetap ada.

--- In pram...@yahoogroups .com, Nurul Yuliarsih <yuliar...@. ..> wrote:

>

> mengamati kondisi Gerakan pramuka saat ini, mulai dari perkembangan

pola pembinaannya, metode pendidikannya. Adakah yang salah?

> 

> mengapa belum juga dapat membantu mengatasi krisis bangsa (krisis

budi pekerti) seperti yang di diskusikan di banyak tempat dalam

kemasan " revitalisasi Gerakan Pramuka ". benarkah ada yang " vital "

yang harus di benahi?

> apakah yang " vital " itu? jangan-jangan kita malah ga tahu apa,

sehingga meskipun sudah di bahas kesana kemari dengan biaya yang tidak

sedikit tetap saja ga ada hasil (kalaupun ada apakah sudah menyentuh

ke yang " vital " tadi ). Justru kadangkala kita lebih sibuk

meributkan hal-hal yang sebenarnya bukan hal mendasar. Hal-hal yang

paling penting yang harus kita pikirkan malah kurang dipikirkan.

> 

> proses pendidikan yang menurut saya paling penting di GP ini mulai

tergusur karena kepentingan- kepentingan tertentu. Dan ketika ada

sekelompok/ beberapa anggota yang mulai berani secara ekstrim

memunculkan wacana baru, banyak pertentangan- pertentangan yang terjadi

yang menurut saya itu wajar, karena disetiap perubahan selalu terjadi

pertentangan diawalnya. banyak kisah-kisah yang membuktikan

bahwa sebuah perubahan selalu menimbulkan pertentangan besar

karena menggoyah  sisi "kenyamanan" . hal itu mengkin karena kita telah

bertahun-tahun terkonstruksi untuk selalu berpikiran sempit, atau

negatif duluan atau ngeblok duluan terhadap hal baru.  meskipun di

mana-mana telah booming berbagai macam pelatihan dan buku tentang

pendobrakan paradigma . 

> 

> kurang lebih 5 atau 10 tahun terakhir sudah mulai terjadi penurunan

drastis oleh remaja terhadap GP. banyak yang menganggap pramuka " kuno

" (padahal metode yang dilakukan selalu dikembangkan sesuai

perkembangan jaman). sementara banyak yang berharap GP dapat menjadi

solusi bagi negara dan para orang tua untuk membantu kaum muda

menyalurkan minat, bakat dan ekspresinya agar lebih terarah dan

terbina (tidak tersesat). sekali lagi Adakah yang salah? 

> 

> di Munas kali ini akan ada wacana baru yang sebenarnya sudah lama

didambakan dan di wacanakan, tetapi tenggelam dengan berbagai masalah

baru yang akhirnya terlupakan. bagaimana kita membaca dan

menganalisa wacana tersebut, dikembalikan ke masing-masing

personal dan latar belakang pemahaman. sudah siapkah kita berubah dan

menerima perubahan? 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>











[Non-text portions of this message have been removed]

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke