MUI itu sebetulnya aliran Sunni yang anti-shiah, tapi dengan dikeluarkannya fatwa bahwa shiah itu sah, membuktikan bahwa dibelakang fatwa ini ada yang menekan-nya, kemungkinan Amerika. Karena Arab Saudia sendiri anti-Shiah bahkan larangan umat Shiah untuk naik haji pun mendapatkan teguran dari Amerika maupun HAM.
Itulah sebabnya, para imam Sunni di Arab Saudia menuduh Shiah itu antek Amerika. Tapi tuduhan yang sama pun dilemparkan Shiah kepada Sunni. Keduanya, shiah dan sunni tetap merupakan musuh. Tapi karena shiah itu minoritas, maka mereka berusaha merebut umat dulu. Cara2 shiah berbeda strateginya dengan cara Sunni. Sebagai minoritas, Shiah mengajak semua Islam untuk bersatu tanpa mem-beda2kan, dan ini memang simpatik. Sebaliknya, Sunni yang mayoritas berusaha memagari umatnya agar jangan menyeberang ke Shiah, oleh karena itu cara2 ekstreem lah yang ampuh digunakan, para imam Shiah di Arab dan Mesir mengutuk Shiah sebatai aliran sesat dan memperingatkan para umatnya agar jangan terjebak oleh rayuan Shiah. Di-mana2 umat Sunni melakukan teror2 berdarah terhadap shiah. Indonesia memiliki umat Islam terbesar jumlahnya didunia dan akidah ke Islamannya meskipun tampak Sunni tapi sebenarnya masih abu2 tidak jelas. Oleh karena itu, Indonesia merupakan target utama Iran untuk menyebarkan alirannya di Indonesia dengan berbagai kerja sama dan beasiswa dan ini memang berhasil maklum negara ini gampang dipengaruhi duit dan hal2 yang gratisan. Dalam beberapa tahun kedepan diyakini aliran Shiah mendominasi dunia Islam. Seluruh negara2 Arab sudah disusupi aliran Shiah yang siap mengambil alih pemerintahan di masing2 negara Arab termasuk Arab Saudia. Pembelian besar2an 200 pesawat F15 oleh Arab Saudia hingga lebih dari $30 bilyun merupakan persiapan untuk memerangi Iran yang diisukannya sebagai memiliki bomb atom. Kebangkitan Islam shiah memang sudah lama di-antisipasi Amerika bukan dengan maksud mencegahnya melainkan malah membuka jalan se-lebar2nya dengan membantu Khomeini secara rahasia. Sejak 911 sebagai pengkhianatan Islam Sunni kepada Amerika, maka perkembangan Shiah sudah sangat luar biasa. Yang paling mengesankan adalah perkembangan Islam Shiah di Mesir. Mulanya dibentuk organisasi Ikhwanul Muslimin oleh imam2 Sunni, kemudian dengan issu mempersatukan Islam seluruh dunia ternyata imam2 Sunni pendiri Ikhwanul Muslimin beralih menjadi Islam Shiah. Sekarang penganut Sunni dalam organisasi Ikhwanul Muslimin cuma 20% karena sudah 80% organisasi ini dikuasai oleh aliran Islam Shiah. Puncaknya, adalah pemilu terakhir Mesir 60% jumlah suara dikuasai oleh Ikhwanul Muslimin. Shiah sudah mengembangkan sayapnya dari Syria, Jordania, Libanon dengan Hesbollah-nya, hingga Palestina dengan Hamas-nya. Kalo menganggap akidah Shiah dan Sunni bisa diseragamkan sudah jelas mustahil karena kedua aliran ini sudah muncul sebagai musuh sejak nabi Muhammad masih hidup dimana pengikut Sunni mendukung Aishah sebagai isteri tersayang nabi Muhammad, sebaliknya Shiah adalah umat pendukung nabi Muhammad dan keluarganya. Aishah membunuh nabi Muhammad dengan racun dan kemudian memerintahkan semua pengikut Sunni untuk menumpas habis keturunan nabi Muhammad. Hal inilah yang tidak memungkinkan kedua aliran ini bisa disatukan. Amerika, Yahudi dan Nasrani tidak ada sangkut pautnya dengan perpecahan dalam Islam ini, namun bisa mengambil manfaat dari perpecahan ini. Kedua aliran Islam ini sama2 memusuhi Amerika, namun teror2 terhadap semua kepentingan Amerika hanya dilakukan oleh kelompok Sunni dan belum pernah dilakukan kelompok Shiah. Jadi wajar kalo secara rahasia, Amerika, Yahudi dan Nasrani memberi bantuan kepada aliran Shiah dalam persaingannya dengan Islam Sunni. Ny. Muslim binti Muskitawati. --- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote: > > Biasa, MUI sebagaimana orang Islam yg benar, ngefitnah non Islam, terutama > Yahudi dan Kristen. > Â > DI milis ini, orang2 Islam plus plus jg jadi tukang fitnah dlm rangka menjadi > orang Islam yg soleh dan bertaqwa atau penjilat pantat orang Islam yg baik. > > > From: Sunny <ambon@...> > >To: Undisclosed-Recipient@... > >Sent: Wednesday, January 4, 2012 9:33 PM > >Subject: [proletar] Ketua MUI: Syiah Sah sebagai Mazhab Islam > > > > > >Â > >Refl: Sangat enak sekali semprotan bualan sang professor ini dengan > >mengatakan bahwa pemecah antara Suni dan Syiah adalah Yahudi dan Nasrani. > >Inilah salah satu contoh penipuan MUI terhadap umat dan sekaligus juga > >menciptakan pertentangan di masyarakat Nusantra. MUI adalah tidak lain dari > >Majelis Ulama Iblis! > > > >http://syamsuri149.wordpress.com/2011/04/29/ketua-mui-syiah-sah-sebagai-mazhab-islam/ > >Ketua MUI: Syiah Sah sebagai Mazhab Islam > >Posted on April 29, 2011 by Syamsuri Rifai > >Di tengah gencarnya isu yang menyudutkan syiah sebagai mazhab sesat dan > >dinilai bukan bagian dari Islam, Ketua Majelis Ulama Indonesia menyebut > >syiah sebagai mazhab yang sah dan benar dalam Islam. > > > >Di hadapan lebih dari seratus pelajar Indonesia yang belajar di Iran, Ketua > >MUI, Prof.Dr. KH. Umar Shihab mengatakan, âSunni dan Syiah bersaudara, > >sama-sama umat Islam, itulah prinsip yang dipegang oleh MUI. Jika ada yang > >memperselisihkan dan menabrakkan keduanya, mereka adalah penghasut dan > >pemecah belah umat, mereka berhadapan dengan Allah swt yang menghendaki umat > >ini bersatu.â > > > >Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita ABNA, dalam kunjungannya ke Iran atas > >undangan Forum Pendekatan Mazhab Islam, Umar Shihab beserta beberapa anggota > >rombongan menyempatkan mengadakan tatap muka dan pertemuan dengan pelajar > >Indonesia yang sedang menuntut ilmu di kota suci Qom, Iran. > > > >Rombongan MUI terdiri dari ketua pusat, beberapa ketua harian dan ketua > >komisi, namun beberapa dari rombongan telah bertolak ke tanah air sehingga > >tidak sempat mengikuti pertemuan dengan para pelajar Indonesia tersebut. > >âDalam kunjungan ini kami telah melakukan beberapa hal, diantaranya, atas > >nama ketua MUI. KH. Prof. DR. Umar Shihab dan atas nama Majma Taghrib bainal > >Mazahib Ayatullah Ali Tashkiri, telah dilakukan penandatanganan MOU > >kesepakatan bersama. Di antara poinnya adalah kesepakatan untuk melakukan > >kerjasama antara MUI dengan Majma Taghrib bainal Mazahib dan pengakuan bahwa > >Syiah adalah termasuk mazhab yang sah dan benar dalam Islam. â Jelas Wakil > >Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah, DR. Khalid Walid. > > > >Lebih lanjut beliau menjelaskan,âDiantara bentuk kerjasama yang disepakati > >adalah pengiriman para peneliti dan ulama Indonesia ke Iran untuk mengikuti > >pertemuan dan pendidikan khusus mengenai beberapa hal yang beragam di Iran > >begitu juga sebaliknya, ulama-ulama dan peneliti Iran akan berkunjung ke > >Indonesia. Di samping itu juga kita telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri > >Iran, Departemen Pengurusan Haji dan juga berkunjung ke Kamar Dagang > >Industri Iran untuk bekerjasama dalam produk halal. Insya Allah, jalinan > >kerjasama ini diharapkan dengan tujuan mengeratkan hubungan antara Republik > >Islam Iran dengan masyarakat muslim Indonesia.â > >âSemoga dengan adanya kesepakatan dan kerjasama tersebut ukhuwah Islamiyah > >dapat terjalin dengan baik dan kedua belah pihak bisa saling memahami.â > >Harapnya. > > > >Perpecahan dan Kebodohan, Ujian bagi Umat Islam > > > >KH. Prof. DR. Umar Shihab menyampaikan nasehatnya di hadapan seratus lebih > >pelajar Indonesia yang hadir. Beliau menyatakan bahwa hidup di dunia ini > >penuh dengan tantangan, ujian dan kesulitan-kesulitan. Lebih lanjut > >menjelaskan, âMasyarakat Indonesia saat ini diuji dengan perpecahan. Dalam > >internal umat Islam sendiri terdapat berbagai macam kelompok yang mengarah > >kepada perpecahan, ada yang menyatakan diri sebagai kelompok liberal, > >kelompok anti agama, kelompok anti Syiah dan lain-lain. Keberadaan > >kelompok-kelompok ini sangat mengancam persatuan umat Islam.â > > > >Menurut beliau ada dua kelompok pemecah umat Islam. Pertama kelompok pemecah > >dari luar umat Islam, yakni dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Sebagaimana > >yang dijelaskan Al-Qurâan keduanya tidak akan senang sampai umat Islam > >mengikuti agama dan kelompok mereka. Mereka melakukan berbagai macam cara > >dengan giat utuk memecah belah umat, melalui buku-buku, selebaran dan > >memanfaatkan tekhnologi yang mereka miliki. Mereka menipu dan menghasut umat > >misalnya melalui pemahaman pluralisme yang menyatakan semua agama sama. Ini > >adalah pemahaman yang sesat bahkan mengarah kepada kekafiran. Karena itu MUI > >telah mengeluarkan fatwa bahwa pernyataan dan keyakinan semua agama sama > >adalah pernyataan yang tidak bisa dibenarkan dan MUI telah mengharamkannya. > > > >Kedua, kelompok pemecah dari kalangan umat Islam sendiri. Tidak sedikit dari > >kelompok umat Islam yang justru memecah belah umat. Mereka mengeluarkan > >pernyataan-pernyataan yang memicu perpecahan umat, mereka misalnya menyebut > >maulid itu bidâah, mengucapkan shalawat di setiap kegiatan itu bidâah > >sehingga dengan pemahaman yang seperti itu mereka menyesatkan dan memusuhi > >kelompok Islam yang mengamalkannya. > > > >Di bagian lain ceramahnya, Ketua MUI Pusat ini menyebut ujian kedua Umat > >islam adalah kebodohan. âPelajari dan tuntutlah ilmu agama ini dengan > >benar dan dari sumbernya yang asli. Al-Qurâan menyebutkan, yang manakah > >lebih layak kamu ikuti, orang yang memiliki pengetahuan atau orang yang > >tidak memiliki pengetahuan?. Dan Nabi Muhammad saww dalam haditsnya > >menyebutkan, Aku adalah kota ilmu, dan Ali adalah pintunya. Dari riwayat > >Nabi ini, jelas disebutkan bahwa Sayyidina Ali lebih layak diikuti setelah > >Nabi. Karenanya tuntutlah ilmu yang berasal langsung dari sumbernya. > >Sayangnya kebanyakan kaum muslimin menyingkirkan dan melupakan hadits-hadits > >yang bersumber dari Sayyidina Ali, keluarga, sahabat utama dan terdekat > >dengan Nabi, dan lebih banyak mengamalkan dan menerima hadits dari selain > >beliau,âtegas Umar Shihab. > > > >Di penghujung ceramah beliau, Ketua MUI Pusat Prof. DR. Umar Shihab kembali > >mempertegas pesan Al-Qurâan, Innamal muâminuna ikhwa, orang-orang yang > >beriman itu bersaudara. âSaudara-saudara belajarlah yang > >bersungguh-sungguh, dan ketika kembali ke tanah air, sampaikanlah ajaran > >Islam yang benar. Saya tidak menyatakan yang benar itu Syiah atau Sunni, > >tetapi keduanya.âtegas beliau. > > > >Prinsip MUI: Sunni dan Syiah Bersaudara > > > >Setelah Prof. Umar Shihab menyampaikan nasehatnya, dilanjutkan dengan sesi > >tanya jawab. Beberapa pelajar kemudian mengajukan pertanyaan. Diantara > >pertanyaan yang diajukan, bisakah MUI wilayah di daerah mengeluarkan fatwa > >yang bertentangan dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI Pusat?. > > > >Prof Umar Shihab memberikan jawaban, MUI wilayah jika berkaitan khusus > >dengan persoalan umat di daerahnya dibenarkan untuk mengeluarkan fatwa > >sendiri, namun jika berkaitan dengan kepentingan nasional, maka yang berhak > >mengeluarkan fatwa hanya MUI Pusat yang harus diikuti oleh MUI-MUI di > >daerah. Dan MUI di daerah tidak memiliki wewenang untuk menganulir fatwa > >yang telah dikeluarkan MUI Pusat. > > > >âMisalnya ada MUI Daerah yang mengeluarkan fatwa Syiah itu sesat -namun > >Alhamdulillah syukurnya belum ada MUI Daerah yang mengeluarkan fatwa seperti > >itu- maka fatwa tersebut tidak sah secara konstitusi, sebab MUI Pusat > >menyatakan Syiah itu sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat. Jika ada > >petinggi MUI yang mengatakan seperti itu, itu adalah pendapat pribadi dan > >bukan keputusan MUI sebagai sebuah organisasi.â Jelas beliau. > > > >Ketika ditanyakan langkah-langkah MUI Pusat yang akan dilakukan untuk > >mewujudkan persatuan umat dan menyelesaikan perselisihan Sunni-Syiah, Prof. > >Umar Shihab menjelaskan bahwa MUI akan menjadi penyelenggara seminar > >Internasional Persaudaraan umat Islam di bulan Desember akhir tahun ini. > >âMUI akan mengundang ulama-ulama dari berbagai Negara, dari Mesir, Iran > >bahkan dari Arab Saudi termasuk Syaikh Yusuf Qhardawi untuk hadir sebagai > >pembicara. Indonesia insya Allah akan menjadi perintis persatuan umat Islam > >khususnya antara Sunni dan Syiah, semoga Allah membantu usaha-usaha kita.â > >Jelas beliau. > > > >Setelah memasuki waktu maghrib, dilakukan shalat maghrib berjamaâah yang > >diimami oleh Sayyid Farid, dan Prof. Umar Shihab menjadi jamaâah di shaf > >pertama. > > > >Acara pertemuan tersebut diakhiri dengan makan malam bersama, dan doâa > >bersama dipenghujung acara dipimpin oleh KH. Prof. DR. Umar Shihab. > >Pertemuan Ketua MUI Pusat Prof. DR. Umar Shihab dengan pelajar Indonesia > >yang sedang berada di Qom Iran ini adalah pertemuan yang kedua kalinya, > >setelah sebelumnya dua tahun lalu diadakan pertemuan di tempat yang sama. > >(IRIB/ABNA) > > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
