Refl: Sangat enak sekali semprotan bualan sang professor ini dengan mengatakan 
bahwa pemecah antara Suni dan Syiah adalah Yahudi dan Nasrani. Inilah salah 
satu contoh penipuan MUI terhadap umat dan sekaligus juga menciptakan 
pertentangan di masyarakat Nusantra. MUI adalah tidak lain dari Majelis Ulama 
Iblis! 

http://syamsuri149.wordpress.com/2011/04/29/ketua-mui-syiah-sah-sebagai-mazhab-islam/
Ketua MUI: Syiah Sah sebagai Mazhab Islam
Posted on April 29, 2011 by Syamsuri Rifai 
Di tengah gencarnya isu yang menyudutkan syiah sebagai mazhab sesat dan dinilai 
bukan bagian dari Islam, Ketua Majelis Ulama Indonesia menyebut syiah sebagai 
mazhab yang sah dan benar dalam Islam.

Di hadapan lebih dari seratus pelajar Indonesia yang belajar di Iran, Ketua 
MUI, Prof.Dr. KH. Umar Shihab mengatakan, “Sunni dan Syiah bersaudara, 
sama-sama umat Islam, itulah prinsip yang dipegang oleh MUI. Jika ada yang 
memperselisihkan dan menabrakkan keduanya, mereka adalah penghasut dan pemecah 
belah umat, mereka berhadapan dengan Allah swt yang menghendaki umat ini 
bersatu.”

Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita ABNA, dalam kunjungannya ke Iran atas 
undangan Forum Pendekatan Mazhab Islam, Umar Shihab beserta beberapa anggota 
rombongan menyempatkan mengadakan tatap muka dan pertemuan dengan pelajar 
Indonesia yang sedang menuntut ilmu di kota suci Qom, Iran.

Rombongan MUI terdiri dari ketua pusat, beberapa ketua harian dan ketua komisi, 
namun beberapa dari rombongan telah bertolak ke tanah air sehingga tidak sempat 
mengikuti pertemuan dengan para pelajar Indonesia tersebut. “Dalam kunjungan 
ini kami telah melakukan beberapa hal, diantaranya, atas nama ketua MUI. KH. 
Prof. DR. Umar Shihab dan atas nama Majma Taghrib bainal Mazahib Ayatullah Ali 
Tashkiri, telah dilakukan penandatanganan MOU kesepakatan bersama. Di antara 
poinnya adalah kesepakatan untuk melakukan kerjasama antara MUI dengan Majma 
Taghrib bainal Mazahib dan pengakuan bahwa Syiah adalah termasuk mazhab yang 
sah dan benar dalam Islam. ” Jelas Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah, DR. 
Khalid Walid.

Lebih lanjut beliau menjelaskan,”Diantara bentuk kerjasama yang disepakati 
adalah pengiriman para peneliti dan ulama Indonesia ke Iran untuk mengikuti 
pertemuan dan pendidikan khusus mengenai beberapa hal yang beragam di Iran 
begitu juga sebaliknya, ulama-ulama dan peneliti Iran akan berkunjung ke 
Indonesia. Di samping itu juga kita telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri 
Iran, Departemen Pengurusan Haji dan juga berkunjung ke Kamar Dagang Industri 
Iran untuk bekerjasama dalam produk halal. Insya Allah, jalinan kerjasama ini 
diharapkan dengan tujuan mengeratkan hubungan antara Republik Islam Iran dengan 
masyarakat muslim Indonesia.”
“Semoga dengan adanya kesepakatan dan kerjasama tersebut ukhuwah Islamiyah 
dapat terjalin dengan baik dan kedua belah pihak bisa saling memahami.” 
Harapnya.

Perpecahan dan Kebodohan, Ujian bagi Umat Islam

KH. Prof. DR. Umar Shihab menyampaikan nasehatnya di hadapan seratus lebih 
pelajar Indonesia yang hadir. Beliau menyatakan bahwa hidup di dunia ini penuh 
dengan tantangan, ujian dan kesulitan-kesulitan. Lebih lanjut menjelaskan, 
“Masyarakat Indonesia saat ini diuji dengan perpecahan. Dalam internal umat 
Islam sendiri terdapat berbagai macam kelompok yang mengarah kepada perpecahan, 
ada yang menyatakan diri sebagai kelompok liberal, kelompok anti agama, 
kelompok anti Syiah dan lain-lain. Keberadaan kelompok-kelompok ini sangat 
mengancam persatuan umat Islam.”

Menurut beliau ada dua kelompok pemecah umat Islam. Pertama kelompok pemecah 
dari luar umat Islam, yakni dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Sebagaimana yang 
dijelaskan Al-Qur’an keduanya tidak akan senang sampai umat Islam mengikuti 
agama dan kelompok mereka. Mereka melakukan berbagai macam cara dengan giat 
utuk memecah belah umat, melalui buku-buku, selebaran dan memanfaatkan 
tekhnologi yang mereka miliki. Mereka menipu dan menghasut umat misalnya 
melalui pemahaman pluralisme yang menyatakan semua agama sama. Ini adalah 
pemahaman yang sesat bahkan mengarah kepada kekafiran. Karena itu MUI telah 
mengeluarkan fatwa bahwa pernyataan dan keyakinan semua agama sama adalah 
pernyataan yang tidak bisa dibenarkan dan MUI telah mengharamkannya.

Kedua, kelompok pemecah dari kalangan umat Islam sendiri. Tidak sedikit dari 
kelompok umat Islam yang justru memecah belah umat. Mereka mengeluarkan 
pernyataan-pernyataan yang memicu perpecahan umat, mereka misalnya menyebut 
maulid itu bid’ah, mengucapkan shalawat di setiap kegiatan itu bid’ah sehingga 
dengan pemahaman yang seperti itu mereka menyesatkan dan memusuhi kelompok 
Islam yang mengamalkannya.

Di bagian lain ceramahnya, Ketua MUI Pusat ini menyebut ujian kedua Umat islam 
adalah kebodohan. “Pelajari dan tuntutlah ilmu agama ini dengan benar dan dari 
sumbernya yang asli. Al-Qur’an menyebutkan, yang manakah lebih layak kamu 
ikuti, orang yang memiliki pengetahuan atau orang yang tidak memiliki 
pengetahuan?. Dan Nabi Muhammad saww dalam haditsnya menyebutkan, Aku adalah 
kota ilmu, dan Ali adalah pintunya. Dari riwayat Nabi ini, jelas disebutkan 
bahwa Sayyidina Ali lebih layak diikuti setelah Nabi. Karenanya tuntutlah ilmu 
yang berasal langsung dari sumbernya. Sayangnya kebanyakan kaum muslimin 
menyingkirkan dan melupakan hadits-hadits yang bersumber dari Sayyidina Ali, 
keluarga, sahabat utama dan terdekat dengan Nabi, dan lebih banyak mengamalkan 
dan menerima hadits dari selain beliau,”tegas Umar Shihab.

Di penghujung ceramah beliau, Ketua MUI Pusat Prof. DR. Umar Shihab kembali 
mempertegas pesan Al-Qur’an, Innamal mu’minuna ikhwa, orang-orang yang beriman 
itu bersaudara. “Saudara-saudara belajarlah yang bersungguh-sungguh, dan ketika 
kembali ke tanah air, sampaikanlah ajaran Islam yang benar. Saya tidak 
menyatakan yang benar itu Syiah atau Sunni, tetapi keduanya.”tegas beliau.

Prinsip MUI: Sunni dan Syiah Bersaudara

Setelah Prof. Umar Shihab menyampaikan nasehatnya, dilanjutkan dengan sesi 
tanya jawab. Beberapa pelajar kemudian mengajukan pertanyaan. Diantara 
pertanyaan yang diajukan, bisakah MUI wilayah di daerah mengeluarkan fatwa yang 
bertentangan dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI Pusat?.

Prof Umar Shihab memberikan jawaban, MUI wilayah jika berkaitan khusus dengan 
persoalan umat di daerahnya dibenarkan untuk mengeluarkan fatwa sendiri, namun 
jika berkaitan dengan kepentingan nasional, maka yang berhak mengeluarkan fatwa 
hanya MUI Pusat yang harus diikuti oleh MUI-MUI di daerah. Dan MUI di daerah 
tidak memiliki wewenang untuk menganulir fatwa yang telah dikeluarkan MUI Pusat.

“Misalnya ada MUI Daerah yang mengeluarkan fatwa Syiah itu sesat -namun 
Alhamdulillah syukurnya belum ada MUI Daerah yang mengeluarkan fatwa seperti 
itu- maka fatwa tersebut tidak sah secara konstitusi, sebab MUI Pusat 
menyatakan Syiah itu sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat. Jika ada 
petinggi MUI yang mengatakan seperti itu, itu adalah pendapat pribadi dan bukan 
keputusan MUI sebagai sebuah organisasi.” Jelas beliau.

Ketika ditanyakan langkah-langkah MUI Pusat yang akan dilakukan untuk 
mewujudkan persatuan umat dan menyelesaikan perselisihan Sunni-Syiah, Prof. 
Umar Shihab menjelaskan bahwa MUI akan menjadi penyelenggara seminar 
Internasional Persaudaraan umat Islam di bulan Desember akhir tahun ini. “MUI 
akan mengundang ulama-ulama dari berbagai Negara, dari Mesir, Iran bahkan dari 
Arab Saudi termasuk Syaikh Yusuf Qhardawi untuk hadir sebagai pembicara. 
Indonesia insya Allah akan menjadi perintis persatuan umat Islam khususnya 
antara Sunni dan Syiah, semoga Allah membantu usaha-usaha kita.” Jelas beliau.

Setelah memasuki waktu maghrib, dilakukan shalat maghrib berjama’ah yang 
diimami oleh Sayyid Farid, dan Prof. Umar Shihab menjadi jama’ah di shaf 
pertama.

Acara pertemuan tersebut diakhiri dengan makan malam bersama, dan do’a bersama 
dipenghujung acara dipimpin oleh KH. Prof. DR. Umar Shihab. Pertemuan Ketua MUI 
Pusat Prof. DR. Umar Shihab dengan pelajar Indonesia yang sedang berada di Qom 
Iran ini adalah pertemuan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya dua tahun lalu 
diadakan pertemuan di tempat yang sama. (IRIB/ABNA)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke