.. bangsat lu....
On Mon, Feb 20, 2012 at 5:04 AM, item abu <[email protected]> wrote: > ** > > > Kata nabi, mukulin bini itu jangan spt mukulin budak. Jadi kalo bini aja > bisa babak belur sampe masuk rumah sakit, apalagi budak. > > > > From: Sunny <[email protected]> > >To: NATIONAL <[email protected]>; MEDIACARE < > [email protected]>; PROLETAR <[email protected]> > >Sent: Sunday, February 19, 2012 5:41 PM > >Subject: Re: [proletar] Islam dan Buruh > > > > > > > > >Pada zaman nabi Muhammad tidak ada buruh, yang ada ialah budak, jadi > hubungan kerja pun tidak seperti yang dituntut 8 jam kerja yang di mulai > pada pertengahan abad 18. Memakai nama nabi dalam hubungan kerja adalah > absurd. > > > >From: holy uncle > >Sent: Saturday, February 18, 2012 10:11 AM > >To: NATIONAL ; MEDIACARE ; PROLETAR > >Subject: [proletar] Islam dan Buruh > > > >Visi Agama tentang Buruh > > > >Saturday, 18 February 2012 > > > >Setiap awal tahun, buruh selalu berjuang menaikkan upah minimum yang akan > diterima. Demonstrasi dalam rangka menuntut kenaikan upah menjadi kegiatan > rutin mereka. Yang memprihatinkan, perjuangan mereka kadang malah > mengganggu kepentingan orang banyak. > > > >Menyalurkan aspirasi adalah hak asasi setiap orang, tapi perlu dijaga > jangan sampai mengganggu hak asasi orang lain. Nasib buruh memang > memprihatinkan. Buruh tidak hanya pekerja pabrik. Semua orang yang bekerja > di bawah perintah sejatinya adalah buru. Kehidupan sosial dan ekonomi buruh > diliputi suasana ketidakadilan dan ketertindasan. Kelas buruh dianggap > kasta paling rendah. Mereka tak memiliki status dan bargaining sosial dan > bahkan lebih sering dicap sebagai biang keruwetan, karena demonstrasi untuk > menuntut hak-haknya dipenuhi dengan menutup jalan. > > > >Relasi Buruh-Majikan > > > >Industri kapitalis membagi pemilik modal (pengusaha) dan pekerja (buruh) > menjadi dua kelompok yang saling bertolak belakang.Keduanya memiliki > kepentingan yang tidak bisa disatukan.Pengusaha berhajat memperoleh profit > yang sebesar-besarnya dengan cara menekan biaya produksi, termasuk memberi > upah yang kecil pada buruh. Sebaliknya buruh selalu menuntut upah yang > tinggi untuk mengimbangi kerja kerasnya dan kebutuhan hidupnya yang semakin > meningkat. > > > >Itulah pola relasi buruh-majikan dalam ekonomi kapitalis yang didominasi > konflik antar keduanya. Dalam Islam, relasi buruhmajikan diliputi jalinan > persahabatan dan persaudaraan. Keduanya saling membutuhkan dan membantu. > Pemodal tidak mungkin meningkatkan untungnya tanpa bantuan buruh. > Sebaliknya,buruh tak bisa bekerja tanpa investasi dari para pengusaha. > Sebab harus diakui, pengusahalah yang punya modal untuk membuka lapangan > kerja bagi para pekerja. > > > >Dalam konteks demikian, relasi buruh-majikan dipayungi suasana saling > menghormati, saling percaya dan saling membutuhkan. Para pengusaha tidak > diperkenankan menginvestasikan uangnya semata-mata untuk meraih margin > saja. Pemodal perlu mendedikasikan usahanya untuk pengabdian kepada > masyarakat demi mencapai rida Tuhan. > > > >Corporate social responsibility (CSR) diejawantahkan secara lebih > substansial, yakni senantiasa mengutamakan kebaikan masyarakat sekitar > termasuk orangorang yang bekerja di dalamnya. Pekerja diberi upah dan > fasilitas yang memadai sesuai kemampuan perusahaan, dan perusahaan tidak > menyembunyikan neraca keuntungan yang diperoleh. > > > >Jika perusahaan mau bertindak demikian, buruh diharapkan bekerja lebih > produktif, jujur, dan punya rasa memiliki (sense of belonging). Pada > akhirnya, perusahaan merupakan milik bersama antara majikan dan buruh. > Sahamnya sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Saham pengusaha adalah > modalnya dan buruh dengan tenaga dan pikirannya. > > > >Upah Buruh > > > >Salah satu sumber konflik tak berujung antara pengusaha dan buruh adalah > masalah upah atau kesejahteraan buruh. Upah minimum regional yang diatur > dalam undang-undang dianggap masih tetap menguntungkan pengusaha dan > merugikanburuh. Buruh selalu menuntut upah sesuai standar kehidupan yang > layak sementara perusahaan mengaku tidak mampu dan akan gulung tikar bila > dipaksa untuk memenuhi seluruh hak-hak pekerja. > > > >Ketentuan normatif Islam menyatakan bahwa upah buruh harus diberikan > sebelum keringatnya kering (HR Ibn Majah). Rasulullah melarang > mempekerjakan buruh tanpa menetapkan upahnya terlebih dahulu (HR Baihaqi). > Bahkan, Rasulullah akan memusuhi tiga golongan manusia di hari pembalasan, > yang salah satunya adalah pengusaha yang mempekerjakan seseorang secara > penuh tapi tidak membayar upahnya. > > > >Termasuk dalam kategori Sabda Nabi di atas adalah pekerja yang diberi > upah di bawah standar minimum hidup layak. Pada prinsipnya, doktrin Islam > selalu menyandingkan dua kepentingan agar seimbang. Islam memang konsen > agar pekerja menerima upah dan berbagai fasilitas (kesehatan, perumahan dan > jaminan hari tua) yang memungkinkan baginya menikmati kehidupan yang wajar. > > > >Di sisi lain, Islam juga melindungi kepentingan pengusaha agar usahanya > tetap profitable dan lancar hingga dapat terus berproduksi dan > mempekerjakan banyak pekerja. Untuk itulah ruang dialog bipartit > (pengusaha-buruh) atau tripartit (pengusaha-buruh-pemerintah) perlu dibuka > lebar untuk menjembatani keinginan masing-masing pihak.Buruh dan majikan > hendaknya tidak saling mematikan dengan cara melindungi kepentingan masing- > masing dan enggan untuk berbagi. > > > >Pekerja tidak dilarang untuk menyuarakan tuntutan kenaikan upah. Jika > fakta bahwa buruh hanya digaji ala kadarnya atas cucuran keringat yang > keluar, sementara keuntungan perusahaan dan pengusaha cukup besar, maka > jerit perbaikan kesejahteraan buruh wajib didukung. Sebaliknya, buruh > hendaknya tidak semena- mena meminta naik gaji bila keuangan perusahaan > tidak cukup untuk memenuhi semua tuntutan. Dengan kata lain, > buruh-pengusaha perlu bertindak proporsional dalam menyikapi upah dan > kesejahteraan masing-masing pihak. > > > >Islam dan Buruh > > > >Jujur harus dikatakan bahwa mayoritas buruh adalah pemeluk Islam. Dari > merekalah, industri bergerak dan ekonomi berkembang. Menghadapi realitas > buruh yang terzalimi itu,agamawan seolah tak tersentuh nuraninya untuk > mendorong dan mewacanakan bagaimana suara agama tentang kaum buruh. Lebih > ironis lagi, agama malah disalahgunakan sebagai opium untuk meninabobokan > buruh agar nrimo ing pandum, pasrah atas kebaikan pengusaha yang telah > mempekerjakan mereka. > > > >Moda interpretasi agama yang demikian itu masih jamak terjadi. Padahal > agama mengkritik keras segala bentuk penindasan kelompok kaya terhadap > kelompok miskin. Islam memandang bahwa buruh (pekerja) adalah sosok yang > mulia. Mereka yang bekerja dengan pikiran dan tenaganya untuk mendapat > imbalan yang pantas,posisinya jauh lebih mulia dari pada pemalas dan > peminta-minta (HR. Bukhari). > > > >Nabi tidak suka melihat seseorang yang berdiam diri, tidak memedulikan > kehidupan dunia dan akhiratnya. Alquran sangat mengagungkan dan menjunjung > kedudukan buruh dalam masyarakat. Rasulullah sungguhsungguh memuliakan > buruh dan memberi tahu para sahabat bahwa setiap Rasul termasuk dirinya > pernah kerja kasar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. > > > >Status seseorang di mata Tuhan tidak ditentukan oleh jenis pekerjaan yang > dilakoni, tapi semata-mata karena keimanan dan ketakwaannya kepada > Tuhannya. Kehormatan buruh di mata Tuhan dan manusia diperoleh melalui > kejujuran dan kesungguhan mereka dalam bekerja. > > > >DR ABU ROKHMAD, MA > >Dosen Pascasarjana IAIN Walisongo > > > >http://www.seputar-indonesia.com/edisic ... ew/470458/ > > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
