Kompetitiveness
+++
Kompetitiveness dirangkai oleh banyak faktor, dari faktor hulu produksi,
seperti raw material, infrastruktur, permodalan, supporting banking finansial,
investasi, tenaga SDM,
distribusi penjualan, sampai ke tingkat makro ekonomi yang berupa policy
government.
Kompetitiveness di level hilir, bisa disituasikan dengan policy government,
misal dengan cara dumping, atau menjual ke luar negeri dengan cara dibawah
harga, dumping jelas merupakan kompetitiveness yang bukan dilahirkan dari
faktor produksi, tapi dari faktor policy.
Dumping bisa berupa 'subsidi', yang bisa berbentuk subsidi harga pasar (tidak
benar-benar subsidi, karena subsidi harga pasar adalah subsidi yang sudah ada
profit dari harga produksi, namun harga barang ditetapkan dibawah harga pasar)
atau juga benar-benar subsidi dari harga produksi.
Untuk keperluan dumping dengan strategi subsidi harga produksi, saya kira perlu
devisa negara yang kuat.
Masalah kompetitiveness di level hilir, juga bisa dibangun melalui penetapan
atau penahanan kurs. Selama ini kita tahu Amerika selalu kedodoran dan menuntut
China Tiongkok agar tidak menahan kurs yuan-nya. China Tiongkok sengaja tidak
menguatkan kurs yuan agar didalam pasar bebas, barang-barang yang mereka
produksi tetap kompetitive. Salah satu strategi CHina Tiongkok untuk adu
strategi global kompetitiveness memang dengan cara menetapkan kurs yuan dengan
value rendah dan juga devisa negara yang besar yang siap untuk mendumping
produk2 ekspor.
Untuk masalah dumping, sekali lagi, ini bisa dijadikan strategi cantik didalam
'hulu-hilir economy integrated',
strategi dumping memang bisa diterapkan kepada swasta, namun saya kira kalau
kas negara dipergunakan untuk mendumping produk swasta, maka keuntungan negara
tidak terlalu besar dengan mekanisme tersebut.
namun dumping akan sangat efektif bagi BUMN yang beroperasi di level 'hulu
hilir economy integrated'.
Salah satu tujuan kompetitiveness di dalam global economy, saat ini, saya kira
juga sudah banyak berbelok,
yang semula tujuannya agar masyarakat dunia menikmati harga barang yang murah
dan berkualitas, menjadi persaingan produksi dan distribusi brutal yang
bertujuan untuk mematikan lawan dagang atau lawan produksi.
jadi, kompetitiveness dalam free trade global economy saat ini tidak hanya
mempersembahkan barang-barang murah berkualitas agar enak dinikmati, tapi juga
sudah punya tujuan negara tertentu merontokan ekonomi negara lainnya,
atau boleh saya katakan perang dunia saat ini bukan perang senjata, tapi perang
ekonomi global melalui mekanisme kompetitiveness dan merontokan ekonomi negara
lawan/pesaing.
Note:
Sebagai catatan, salah satu faktor kelemahan Russia didalam kompetitiveness
adalah tidak menahan kurs-nya, dalam 1-2 bulan terakhir, rubel terlalu menguat,
dari sekitar 34 rubel per 1 usd, saat ini sudah di angka 28 rubel per 1 usd,
atau dalam 1-2 bulan sudah menguat 6 rubel, atau 18%, jelas penguatan kurs
sebuah negara akan mengurangi tingkat kompetitiveness.
*ws)
1-3-12
%Renaissance {Love,Science,Art,Philosophy,x-maGInaTIon}
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/