Koreksi dikit:

On 15 October 2010, the Australian dollar reached parity with the US dollar for 
the first time since becoming a freely traded currency, trading above US$1 for 
a few seconds. The currency then traded above parity for a sustained period of 
several days in November, and fluctuated around that mark into 2011. On 27 July 
2011 the Australian Dollar hit a record high since the floating of the dollar. 
It traded at a $1.1080 against the US Dollar. Some have even suggested the 
dollar could rise as high as 1.70 USD by 2014. 

Makanya jadi enak belanja lewat eBay.com atau eBay.co.uk.



--- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@...> wrote:
>
> 
> 
> banyak orang awam ngga ngerti dumping itu sebenernya apa.
> jika china bisa menjual barang di luar china dgn harga sangat murah 
> karena ongkos produksinya memang murah, belum tentu mereka dumping.
> 
> definisi dumping secara sederhana adalah: "jika harga barang yg dijual di 
> luar negri lebih murah daripada di dalam negri, itu namanya dumping".
> ini definisi orang bea cukai, jadi kalo mereka nemuin barang kayak 
> gitu langsung dikenai pajak bea masuk anti dumping yg lumayan tinggi.
> 
> gampangnya, jika netbook merk taibau di china harganya $100 lalu 
> diekspor ke indonesia harganya $90, maka itu namanya dumping.
> 
> lalu muncul pertanyaan "lho, ngapain jual barang di dalam negri lebih 
> mahal?", maka jawabannya cuman satu: supaya pelaku industri untuk 
> barang tersebut (di negara tujuan ekspor) mati pelan2, dan kemudian 
> pelaku dumping tidak ada saingan lagi alias monopoli.
> 
> untuk nge 'peg' mata uang (istilah wawan 'penahanan kurs') 
> dibutuhkan jumlah devisa yg raksasa.
> kalo devisa pas2an dijamin negara itu bakalan bangkrut.
> china -dulu- memang nge-peg yuan nya thd us$ karena 
> cadangan devisanya emang aujubilah, sampe2 amerika aja ngutang ke china 
> (obligasi pemerintah amerika banyak dipegang china).
> sejak dulu china memang 'nabung' dollar.
> perusahaan asing di china ngga boleh pegang yuan, dan perusahaan 
> china ngga boleh pegang us$, semua diatur pemerintah china.
> selama kantor gua berbisnis dgn perusahaan china, mereka 
> selalu minta dibayar pake dollar, bukan pake rmb/yuan, 
> abis itu dollarnya langsung disetorin ke pemerintah (dituker yuan tentunya).
> 
> tapi sekarang china udah mulai merasakan 'keserakahannya'.
> sejak krisis keuangan amrik, nilai us$ terjun bebas, malah 
> baru kali ini dlm sejarah nilai ostrali$ 'mengalahkan' us$.
> akibatnya 'tabungan' china dlm bentuk us$ tergerus begitu saja.
> 
> sekarang yuan udah diperjual belikan di pasar.
> tapi biarpun gembar gembor bahwa china itu ekonominya kuat, tetep orang ngga 
> berani pegang yuan, karena yuan belum terbukti sakti 
> alias masih banyak yg meragukan kestabilannya.
> 
> mata uang safe haven saat ini adalah CHF (swiss franc) dan yen jepang.
> kesaktian yen jepang terbukti saat tsunami kemaren, dimana 
> nilai yen nyaris ngga terpengaruh walaupun diterpa isu reaktor 
> nuklir maupun industri otomotif yg merugi gede.
> 
> 
> --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@> wrote:
> >
> > 
> > Kompetitiveness
> > 
> > +++
> > 
> > Kompetitiveness dirangkai oleh banyak faktor, dari faktor hulu produksi, 
> > seperti raw material, infrastruktur, permodalan, supporting banking 
> > finansial, investasi, tenaga SDM,
> > distribusi penjualan, sampai ke tingkat  makro ekonomi yang berupa policy 
> > government.
> > 
> > Kompetitiveness di level hilir, bisa disituasikan dengan policy government, 
> > misal dengan cara dumping, atau menjual ke luar negeri dengan cara dibawah 
> > harga, dumping jelas merupakan kompetitiveness yang bukan dilahirkan dari 
> > faktor produksi, tapi dari faktor policy. 
> > 
> > Dumping bisa berupa 'subsidi', yang bisa berbentuk subsidi harga pasar 
> > (tidak benar-benar subsidi, karena subsidi harga pasar adalah subsidi yang 
> > sudah ada  profit dari harga produksi, namun harga barang ditetapkan 
> > dibawah harga pasar) atau juga benar-benar subsidi dari harga produksi.
> > 
> > Untuk keperluan dumping dengan strategi subsidi harga produksi, saya kira 
> > perlu devisa negara yang kuat.
> > 
> > 
> > Masalah kompetitiveness di level hilir, juga bisa dibangun melalui 
> > penetapan atau penahanan kurs. Selama ini kita tahu Amerika selalu 
> > kedodoran dan menuntut China Tiongkok agar tidak menahan kurs yuan-nya. 
> > China Tiongkok sengaja tidak menguatkan kurs yuan agar didalam pasar bebas, 
> > barang-barang yang mereka produksi tetap kompetitive. Salah satu strategi 
> > CHina Tiongkok untuk adu strategi global kompetitiveness memang dengan cara 
> > menetapkan kurs yuan dengan value rendah dan juga devisa  negara yang besar 
> > yang siap untuk mendumping produk2 ekspor.
> > 
> > Untuk masalah dumping, sekali lagi, ini bisa dijadikan strategi cantik 
> > didalam 'hulu-hilir economy integrated', 
> > 
> > strategi dumping memang bisa diterapkan kepada swasta, namun saya  kira 
> > kalau kas negara dipergunakan untuk mendumping produk swasta, maka 
> > keuntungan negara tidak terlalu besar dengan mekanisme tersebut.
> > 
> > namun dumping akan sangat efektif bagi BUMN yang beroperasi di level 'hulu 
> > hilir economy integrated'.
> > 
> > Salah satu tujuan kompetitiveness di dalam global economy, saat ini, saya 
> > kira juga sudah banyak berbelok, 
> > yang semula tujuannya agar masyarakat dunia menikmati harga barang yang 
> > murah dan berkualitas, menjadi persaingan produksi dan distribusi brutal 
> > yang bertujuan untuk mematikan lawan dagang atau lawan produksi.
> > 
> > jadi, kompetitiveness dalam free trade global economy saat ini tidak hanya 
> > mempersembahkan barang-barang murah berkualitas  agar enak dinikmati, tapi 
> > juga sudah punya tujuan negara tertentu merontokan ekonomi negara lainnya,
> > 
> > atau boleh saya katakan perang dunia saat ini bukan perang senjata, tapi 
> > perang ekonomi global melalui mekanisme kompetitiveness dan merontokan 
> > ekonomi negara lawan/pesaing.
> > 
> > 
> > Note:
> > Sebagai catatan, salah satu faktor kelemahan Russia didalam kompetitiveness 
> > adalah tidak menahan kurs-nya, dalam 1-2 bulan terakhir, rubel terlalu 
> > menguat, dari sekitar 34 rubel per 1 usd, saat ini sudah di angka 28 rubel 
> > per 1 usd, atau dalam 1-2 bulan sudah menguat 6 rubel, atau 18%, jelas 
> > penguatan kurs sebuah negara akan mengurangi tingkat kompetitiveness.
> > 
> > 
> > *ws)
> > 
> > 1-3-12
> > 
> > %Renaissance {Love,Science,Art,Philosophy,x-maGInaTIon}
> >
>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke