banyak orang awam ngga ngerti dumping itu sebenernya apa. jika china bisa menjual barang di luar china dgn harga sangat murah karena ongkos produksinya memang murah, belum tentu mereka dumping.
definisi dumping secara sederhana adalah: "jika harga barang yg dijual di luar negri lebih murah daripada di dalam negri, itu namanya dumping". ini definisi orang bea cukai, jadi kalo mereka nemuin barang kayak gitu langsung dikenai pajak bea masuk anti dumping yg lumayan tinggi. gampangnya, jika netbook merk taibau di china harganya $100 lalu diekspor ke indonesia harganya $90, maka itu namanya dumping. lalu muncul pertanyaan "lho, ngapain jual barang di dalam negri lebih mahal?", maka jawabannya cuman satu: supaya pelaku industri untuk barang tersebut (di negara tujuan ekspor) mati pelan2, dan kemudian pelaku dumping tidak ada saingan lagi alias monopoli. untuk nge 'peg' mata uang (istilah wawan 'penahanan kurs') dibutuhkan jumlah devisa yg raksasa. kalo devisa pas2an dijamin negara itu bakalan bangkrut. china -dulu- memang nge-peg yuan nya thd us$ karena cadangan devisanya emang aujubilah, sampe2 amerika aja ngutang ke china (obligasi pemerintah amerika banyak dipegang china). sejak dulu china memang 'nabung' dollar. perusahaan asing di china ngga boleh pegang yuan, dan perusahaan china ngga boleh pegang us$, semua diatur pemerintah china. selama kantor gua berbisnis dgn perusahaan china, mereka selalu minta dibayar pake dollar, bukan pake rmb/yuan, abis itu dollarnya langsung disetorin ke pemerintah (dituker yuan tentunya). tapi sekarang china udah mulai merasakan 'keserakahannya'. sejak krisis keuangan amrik, nilai us$ terjun bebas, malah baru kali ini dlm sejarah nilai ostrali$ 'mengalahkan' us$. akibatnya 'tabungan' china dlm bentuk us$ tergerus begitu saja. sekarang yuan udah diperjual belikan di pasar. tapi biarpun gembar gembor bahwa china itu ekonominya kuat, tetep orang ngga berani pegang yuan, karena yuan belum terbukti sakti alias masih banyak yg meragukan kestabilannya. mata uang safe haven saat ini adalah CHF (swiss franc) dan yen jepang. kesaktian yen jepang terbukti saat tsunami kemaren, dimana nilai yen nyaris ngga terpengaruh walaupun diterpa isu reaktor nuklir maupun industri otomotif yg merugi gede. --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@...> wrote: > > > Kompetitiveness > > +++ > > Kompetitiveness dirangkai oleh banyak faktor, dari faktor hulu produksi, > seperti raw material, infrastruktur, permodalan, supporting banking > finansial, investasi, tenaga SDM, > distribusi penjualan, sampai ke tingkat makro ekonomi yang berupa policy > government. > > Kompetitiveness di level hilir, bisa disituasikan dengan policy government, > misal dengan cara dumping, atau menjual ke luar negeri dengan cara dibawah > harga, dumping jelas merupakan kompetitiveness yang bukan dilahirkan dari > faktor produksi, tapi dari faktor policy. > > Dumping bisa berupa 'subsidi', yang bisa berbentuk subsidi harga pasar (tidak > benar-benar subsidi, karena subsidi harga pasar adalah subsidi yang sudah ada > profit dari harga produksi, namun harga barang ditetapkan dibawah harga > pasar) atau juga benar-benar subsidi dari harga produksi. > > Untuk keperluan dumping dengan strategi subsidi harga produksi, saya kira > perlu devisa negara yang kuat. > > > Masalah kompetitiveness di level hilir, juga bisa dibangun melalui penetapan > atau penahanan kurs. Selama ini kita tahu Amerika selalu kedodoran dan > menuntut China Tiongkok agar tidak menahan kurs yuan-nya. China Tiongkok > sengaja tidak menguatkan kurs yuan agar didalam pasar bebas, barang-barang > yang mereka produksi tetap kompetitive. Salah satu strategi CHina Tiongkok > untuk adu strategi global kompetitiveness memang dengan cara menetapkan kurs > yuan dengan value rendah dan juga devisa negara yang besar yang siap untuk > mendumping produk2 ekspor. > > Untuk masalah dumping, sekali lagi, ini bisa dijadikan strategi cantik > didalam 'hulu-hilir economy integrated', > > strategi dumping memang bisa diterapkan kepada swasta, namun saya kira kalau > kas negara dipergunakan untuk mendumping produk swasta, maka keuntungan > negara tidak terlalu besar dengan mekanisme tersebut. > > namun dumping akan sangat efektif bagi BUMN yang beroperasi di level 'hulu > hilir economy integrated'. > > Salah satu tujuan kompetitiveness di dalam global economy, saat ini, saya > kira juga sudah banyak berbelok, > yang semula tujuannya agar masyarakat dunia menikmati harga barang yang murah > dan berkualitas, menjadi persaingan produksi dan distribusi brutal yang > bertujuan untuk mematikan lawan dagang atau lawan produksi. > > jadi, kompetitiveness dalam free trade global economy saat ini tidak hanya > mempersembahkan barang-barang murah berkualitas agar enak dinikmati, tapi > juga sudah punya tujuan negara tertentu merontokan ekonomi negara lainnya, > > atau boleh saya katakan perang dunia saat ini bukan perang senjata, tapi > perang ekonomi global melalui mekanisme kompetitiveness dan merontokan > ekonomi negara lawan/pesaing. > > > Note: > Sebagai catatan, salah satu faktor kelemahan Russia didalam kompetitiveness > adalah tidak menahan kurs-nya, dalam 1-2 bulan terakhir, rubel terlalu > menguat, dari sekitar 34 rubel per 1 usd, saat ini sudah di angka 28 rubel > per 1 usd, atau dalam 1-2 bulan sudah menguat 6 rubel, atau 18%, jelas > penguatan kurs sebuah negara akan mengurangi tingkat kompetitiveness. > > > *ws) > > 1-3-12 > > %Renaissance {Love,Science,Art,Philosophy,x-maGInaTIon} > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
