Si goblok ini ga tau produk Amrik bikinan Intel, TI, Microsoft dll. Atau produk 
pertanian spt jagung, kapas, dkk. Taunya cuma mobil, bank dan asuransi.
 
 

From: rezameutia <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Thursday, March 1, 2012 9:09 PM
>Subject: [proletar] Re: Kompetitiveness...
>
>
>  
>
>
>Ketika terjadi krisis di Amerika maka semua product Amerika hancur. 
>
>Industri mobil hancur, industri pebankan megap2, demikian jugan dengan 
>industri asuransi. Pokoknya nggak ada product Amerika yang bisa dijual untuk 
>Amerika bisa survive, padahal jika negara sedang krisis tentunya harus ada 
>product yang dijual untuk keluar dari krisis.
>
>Maka satu2nya product yang bisa menyelamatkan krisis di Amerika adalah mata 
>uang dolar. Semua investasi bond, utang jangka pendek, utang jangka panjang, 
>yang dibeli oleh negara lain dan investor luar jatuh. Ibaratnya mereka membeli 
>bond dengan harga diatas sekarang harga sudah dibawah.
>
>Disamping itu, semua negara devisanya memakai US dolar. Maka, seperti kita 
>tahu, China mejerit karena devisanya tergerus sampe 30% karena memakai US 
>dolar. itu hanya China yang devisanya sebesar 1,8 trlyun US dolar. 
>
>Bagaima dengan negara2 lain di dunia yang devisanya juga memakai US dolar dan 
>tentu saja tergerus juga dengan memakai US dolar? Masalahnya negara2 tersebut 
>nggak bisa mengganti devisa negaranya dengan euro atau yen, atau mata uang 
>lainnya.
>
>Siapa yang diuntungkan dengan hal ini?
>
>Tentu saja pemerintah Amerika. Bisa dibayangkan, berapa besar 'keuntungan' 
>Amerika untuk menutup defisitnya dengan mempermainkan mata uang dolar 
>tersebut. Kenyataannya, sekarang Amerika bisa survive dari krisis walaupun 
>agak lambat.
>
>They are on the right track.
>
>--- In [email protected], "Teddy S." <teddyr@...> wrote:
>>
>> Koreksi dikit:
>> 
>> On 15 October 2010, the Australian dollar reached parity with the US dollar 
>> for the first time since becoming a freely traded currency, trading above 
>> US$1 for a few seconds. The currency then traded above parity for a 
>> sustained period of several days in November, and fluctuated around that 
>> mark into 2011. On 27 July 2011 the Australian Dollar hit a record high 
>> since the floating of the dollar. It traded at a $1.1080 against the US 
>> Dollar. Some have even suggested the dollar could rise as high as 1.70 USD 
>> by 2014. 
>> 
>> Makanya jadi enak belanja lewat eBay.com atau eBay.co.uk.
>> 
>> 
>> 
>> --- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@> wrote:
>> >
>> > 
>> > 
>> > banyak orang awam ngga ngerti dumping itu sebenernya apa.
>> > jika china bisa menjual barang di luar china dgn harga sangat murah 
>> > karena ongkos produksinya memang murah, belum tentu mereka dumping.
>> > 
>> > definisi dumping secara sederhana adalah: "jika harga barang yg dijual di 
>> > luar negri lebih murah daripada di dalam negri, itu namanya dumping".
>> > ini definisi orang bea cukai, jadi kalo mereka nemuin barang kayak 
>> > gitu langsung dikenai pajak bea masuk anti dumping yg lumayan tinggi.
>> > 
>> > gampangnya, jika netbook merk taibau di china harganya $100 lalu 
>> > diekspor ke indonesia harganya $90, maka itu namanya dumping.
>> > 
>> > lalu muncul pertanyaan "lho, ngapain jual barang di dalam negri lebih 
>> > mahal?", maka jawabannya cuman satu: supaya pelaku industri untuk 
>> > barang tersebut (di negara tujuan ekspor) mati pelan2, dan kemudian 
>> > pelaku dumping tidak ada saingan lagi alias monopoli.
>> > 
>> > untuk nge 'peg' mata uang (istilah wawan 'penahanan kurs') 
>> > dibutuhkan jumlah devisa yg raksasa.
>> > kalo devisa pas2an dijamin negara itu bakalan bangkrut.
>> > china -dulu- memang nge-peg yuan nya thd us$ karena 
>> > cadangan devisanya emang aujubilah, sampe2 amerika aja ngutang ke china 
>> > (obligasi pemerintah amerika banyak dipegang china).
>> > sejak dulu china memang 'nabung' dollar.
>> > perusahaan asing di china ngga boleh pegang yuan, dan perusahaan 
>> > china ngga boleh pegang us$, semua diatur pemerintah china.
>> > selama kantor gua berbisnis dgn perusahaan china, mereka 
>> > selalu minta dibayar pake dollar, bukan pake rmb/yuan, 
>> > abis itu dollarnya langsung disetorin ke pemerintah (dituker yuan 
>> > tentunya).
>> > 
>> > tapi sekarang china udah mulai merasakan 'keserakahannya'.
>> > sejak krisis keuangan amrik, nilai us$ terjun bebas, malah 
>> > baru kali ini dlm sejarah nilai ostrali$ 'mengalahkan' us$.
>> > akibatnya 'tabungan' china dlm bentuk us$ tergerus begitu saja.
>> > 
>> > sekarang yuan udah diperjual belikan di pasar.
>> > tapi biarpun gembar gembor bahwa china itu ekonominya kuat, tetep orang 
>> > ngga berani pegang yuan, karena yuan belum terbukti sakti 
>> > alias masih banyak yg meragukan kestabilannya.
>> > 
>> > mata uang safe haven saat ini adalah CHF (swiss franc) dan yen jepang.
>> > kesaktian yen jepang terbukti saat tsunami kemaren, dimana 
>> > nilai yen nyaris ngga terpengaruh walaupun diterpa isu reaktor 
>> > nuklir maupun industri otomotif yg merugi gede.
>> > 
>> > 
>> > --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@> wrote:
>> > >
>> > > 
>> > > Kompetitiveness
>> > > 
>> > > +++
>> > > 
>> > > Kompetitiveness dirangkai oleh banyak faktor, dari faktor hulu produksi, 
>> > > seperti raw material, infrastruktur, permodalan, supporting banking 
>> > > finansial, investasi, tenaga SDM,
>> > > distribusi penjualan, sampai ke tingkat makro ekonomi yang berupa policy 
>> > > government.
>> > > 
>> > > Kompetitiveness di level hilir, bisa disituasikan dengan policy 
>> > > government, misal dengan cara dumping, atau menjual ke luar negeri 
>> > > dengan cara dibawah harga, dumping jelas merupakan kompetitiveness yang 
>> > > bukan dilahirkan dari faktor produksi, tapi dari faktor policy. 
>> > > 
>> > > Dumping bisa berupa 'subsidi', yang bisa berbentuk subsidi harga pasar 
>> > > (tidak benar-benar subsidi, karena subsidi harga pasar adalah subsidi 
>> > > yang sudah ada profit dari harga produksi, namun harga barang ditetapkan 
>> > > dibawah harga pasar) atau juga benar-benar subsidi dari harga produksi.
>> > > 
>> > > Untuk keperluan dumping dengan strategi subsidi harga produksi, saya 
>> > > kira perlu devisa negara yang kuat.
>> > > 
>> > > 
>> > > Masalah kompetitiveness di level hilir, juga bisa dibangun melalui 
>> > > penetapan atau penahanan kurs. Selama ini kita tahu Amerika selalu 
>> > > kedodoran dan menuntut China Tiongkok agar tidak menahan kurs yuan-nya. 
>> > > China Tiongkok sengaja tidak menguatkan kurs yuan agar didalam pasar 
>> > > bebas, barang-barang yang mereka produksi tetap kompetitive. Salah satu 
>> > > strategi CHina Tiongkok untuk adu strategi global kompetitiveness memang 
>> > > dengan cara menetapkan kurs yuan dengan value rendah dan juga devisa 
>> > > negara yang besar yang siap untuk mendumping produk2 ekspor.
>> > > 
>> > > Untuk masalah dumping, sekali lagi, ini bisa dijadikan strategi cantik 
>> > > didalam 'hulu-hilir economy integrated', 
>> > > 
>> > > strategi dumping memang bisa diterapkan kepada swasta, namun saya kira 
>> > > kalau kas negara dipergunakan untuk mendumping produk swasta, maka 
>> > > keuntungan negara tidak terlalu besar dengan mekanisme tersebut.
>> > > 
>> > > namun dumping akan sangat efektif bagi BUMN yang beroperasi di level 
>> > > 'hulu hilir economy integrated'.
>> > > 
>> > > Salah satu tujuan kompetitiveness di dalam global economy, saat ini, 
>> > > saya kira juga sudah banyak berbelok, 
>> > > yang semula tujuannya agar masyarakat dunia menikmati harga barang yang 
>> > > murah dan berkualitas, menjadi persaingan produksi dan distribusi brutal 
>> > > yang bertujuan untuk mematikan lawan dagang atau lawan produksi.
>> > > 
>> > > jadi, kompetitiveness dalam free trade global economy saat ini tidak 
>> > > hanya mempersembahkan barang-barang murah berkualitas agar enak 
>> > > dinikmati, tapi juga sudah punya tujuan negara tertentu merontokan 
>> > > ekonomi negara lainnya,
>> > > 
>> > > atau boleh saya katakan perang dunia saat ini bukan perang senjata, tapi 
>> > > perang ekonomi global melalui mekanisme kompetitiveness dan merontokan 
>> > > ekonomi negara lawan/pesaing.
>> > > 
>> > > 
>> > > Note:
>> > > Sebagai catatan, salah satu faktor kelemahan Russia didalam 
>> > > kompetitiveness adalah tidak menahan kurs-nya, dalam 1-2 bulan terakhir, 
>> > > rubel terlalu menguat, dari sekitar 34 rubel per 1 usd, saat ini sudah 
>> > > di angka 28 rubel per 1 usd, atau dalam 1-2 bulan sudah menguat 6 rubel, 
>> > > atau 18%, jelas penguatan kurs sebuah negara akan mengurangi tingkat 
>> > > kompetitiveness.
>> > > 
>> > > 
>> > > *ws)
>> > > 
>> > > 1-3-12
>> > > 
>> > > %Renaissance {Love,Science,Art,Philosophy,x-maGInaTIon}
>> > >
>> >
>>
>
>
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke