auloh bilang halal tuh pengelola duit zakat ngembat duit zakatnya, jadi itu 
bukan korupsi.




>________________________________
> From: Bukan Pedanda <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Tuesday, May 22, 2012 9:41 PM
>Subject: [proletar] Re: Utang kita Rp2.200.000.000.000.000
> 
>
>  
>
>Dan Departemen Agama yang menterinya orang Islam termasuk yang paling korup..
>
>Nggak heran, nabi babi Muhammad junjungan dan panutan orang Islam itu adalah 
>juga kepala gerombolan perampok dan penyamun, sedangkan allah yang disembah 
>orang Islam yagn dungu-dungu kayak babi itu adalah Penipu Akbar..
>
>Nggk heran pula bahwa orang Islam disini juga adalah bangsat pendusta dan 
>bajingan tukang fitnah. 
>
>
>--- In [email protected], Abbas Amin <abas_amin08@...> wrote:
>>
>> Yang gemuk2 adalah Penguasa Negara; yaitu MAFIA perampok kekayaan Negara.
>> Dan itu didapat dari HUTANG LN; sedangkan seluruh rakyat yang sangt 
>> keremepeng2 harus menanggunbg beban hutang . Maka wajarlah kalau NKRI 
>> hutaangnya makin menggunung. Saat kita nulis entah berapa juta USD lagi 
>> tambahan hutang kita !?
>> 
>> 
>> --- On Wed, 23/5/12, Sunny <ambon@...> wrote:
>> 
>> From: Sunny <ambon@...>
>> Subject: [proletar] Utang kita Rp2.200.000.000.000.000
>> To: Undisclosed-Recipient@...
>> Received: Wednesday, 23 May, 2012, 11:36 AM
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>>  
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>>       Ref: Saya kira kalau orang yang banyak hutangnya akan sulit bergerak 
>> leluasa semaunya, karena pendapatannya terbatas dan dikekam oleh hutang yang 
>> dipukul. Mungkin sekali masalahnya berlaku bagi negara yang banyak 
>> hutangnya, apalagi rezim berkuasanya terdiri dari kaum maling dan tukang 
>> copet, jadi kalau begitu misalnya penguasa rezim NKRI berkaok-kaok 
>> pembangunan, entah pembangunan apa, dimana dan untuk yang diperuntukan. 
>> Jelas halnya ialah para pemberi pinjaman akan menuntut fasilitas-fasilitas 
>> yang memberikan mereka posisi lebih kuat dari peminjam. Bukankah begitu 
>> situasinya? 
>> 
>> 
>> 
>> Bagaimana pendapat Anda tentang hutang yang bertumpuk-tumpuk ini?
>> 
>> 
>> 
>> http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=151069
>> 
>> 
>> 
>> Utang kita Rp2.200.000.000.000.000
>> 
>>       Tanggal :  21 May 2012 
>> 
>>       Sumber :  Harian Terbit 
>> 
>> 
>> 
>> JAKARTA - Utang luar negeri terus menggunung lebih dari 200 miliar dolar 
>> Amerika Serikat. Anehnya, utang negara begitu gede, tetapi rakyatnya semakin 
>> miskin.
>> 
>> 
>> 
>> Pengamat ekonomi MRI Research M. Rizal Ismail, mengatakan kondisi utang luar 
>> negeri Indonesia sangat memprihatinkan kelangsungan bangsa Indonesia. Bahkan 
>> telah menunjukan pada titik rawan karena sudah tergantung kepada luar 
>> negeri. "Pemerintah dan Presiden SBY sudah mengeluarkan kebijakan yang salah 
>> dengan cara utang keluar negeri,"kata Rizal kepada Harian Terbit, Senin 
>> (21/5).
>> 
>> 
>> 
>> Bahkan, katanya, pemerintah telah mengajarkan hidup konsumtif kepada 
>> rakyatnya de-ngan jalan-jalan keluar negeri atau selalu menawarkan produk 
>> luar negeri. Banyak barang-barang impor dari luar negeri masuk ke Indonesia.
>> 
>> 
>> 
>> "Jika sudah banyak barang yang masuk, tentu saja menimbulkan keinginan 
>> masyarakat untuk berbelanja. Namun sayangnya, kemampuan rakyat untuk membeli 
>> barang-barang sangat minim, sehingga mengharuskan untuk utang. Utang rakyat 
>> makin menumpuk, utang pemerintah ke luar negeri pun semakin banyak," 
>> tegasnya.
>> 
>> 
>> 
>> Sayangnya lagi, menurut Rizal, utang luar negeri itu disinyalir dikorupsi 
>> oleh pejabat-pejabat negara lewat proyek APBN dan APBD. Sepertinya, para 
>> menteri-menteri yang sekarang merupakan titipan luar negeri, sehingga 
>> Indonesia telah dikendalikan oleh negara barat.
>> 
>> 
>> 
>> "Rakyat saat ini merasa tidak mempunyai pemimpin. Mereka merasa hidup 
>> sendiri. Sengsara sendiri, semakin banyak yang miskin. Keinginan rakyat tak 
>> pernah dipenuhi oleh pemerintah dan bahkan para elit politik telah 
>> memperkaya diri sendiri, keluarganya dan kepentingan diri sendiri," ucapnya.
>> 
>> 
>> 
>> Pertumbuhan ekonomi
>> 
>> 
>> 
>> Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), katanya, pada 2006 total utang luar 
>> negeri Indonesia sebesar 132,63 miliar dolar AS. Sedangkan pada 2011 telah 
>> menjadi 221,60 miliar dolar AS atau sekitar Rp2,2 biliun. Utang luar negeri 
>> pada 2011 didominasi oleh utang luar negeri dari pemerintah dan bank sentral 
>> yang berjumlah 119,56 miliar dolar AS. Sementara utang swasta sebesar 102,04 
>> miliar dolar AS.
>> 
>> 
>> 
>> Menurutnya, besarnya jumlah utang pemerintah tersebut ternyata tidak 
>> menunjukkan korelasi signifikan terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi. 
>> Indikatornnya ditunjukkan oleh perbaikan kualitas pelayanan dasar kepada 
>> masyarakat, seperti ketersediaan infrastruktur (energi dan transportasi), 
>> pendidikan maupun kesehatan.
>> 
>> 
>> 
>> Posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia masih juga lebih rendah 
>> dibanding Thailand dan Malaysia. Begitu juga dengan daya saing dan kemudahan 
>> melakukan usaha (doing business) yang juga masih lebih rendah dibanding 
>> negara-negara tersebut.
>> 
>> 
>> 
>> "Salah satu penyebabnya, karena utang luar negeri Indonesia kebanyakan 
>> dipergunakan untuk sektor keuangan diban-ding untuk sektor ekonomi riil," 
>> tandasnya.
>> 
>> 
>> 
>> Sementara itu menurut anggota Komisi XI DPR Arif Budimanta kebijakan utang 
>> luar negeri pemerintah saat ini dinilai dalam posisi rawan. Terutama di 
>> tengah kondisi ancaman menghadapi krisis keuangan global.
>> 
>> 
>> 
>> Menurut dia, sudah saatnya pemerintah melakukan perubahan fundamental pada 
>> kebijakan utang. Hal ini harus dilakukan secara keselurahan yang dapat 
>> dimulai dari proses penyusunan nota keuangan pada rancangan anggaran 
>> pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2013. (junaedi/aw
>> 
>> 
>> 
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke