ketiga: ngga ada bukti marlene itu perempuan keempat:ngga ada bukti jusplik masuk koran kelima:ngga ada bukti jusplik pernah bekerja keenam:ngga ada bukti jusplik dan item abu bukan homo.
satu2nya fakta yg berbukti ttg jusplik adalah: 74% member prol mengakui si jusplik itu sinting. --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > > > Pertama: nggak ada bukti Bucaille itu masuk Islam. > > Kedua: Bucaille itu adalah tukang jual obat (charlatan) hingga ada istilah > bucaillisme... > > http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg80543.html > > > --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> wrote: > > > > Suatu hari di pertengahan tahun 1975, sebuah tawaran dari pemerintah > > Prancis datang kepada pemerintah Mesir. Negara Eropa tersebut menawarkan > > bantuan untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Tawaran > > tersebut disambut baik oleh Mesir. Setelah mendapat restu dari pemerintah > > Mesir, mumi Firaun tersebut kemudian digotong ke Prancis. Bahkan, pihak > > Prancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun dengan pesta yang > > sangat meriah. > > > > Mumi itu pun dibawa ke ruang khusus di Pusat Purbakala Prancis, yang > > selanjutnya dilakukan penelitian sekaligus mengungkap rahasia di baliknya > > oleh para ilmuwan terkemuka dan para pakar dokter bedah dan otopsi di > > Prancis. Pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam > > penelitian mumi ini adalah Prof Dr Maurice Bucaille. > > > > Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik > > bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L'Eveque, Prancis, pada > > 19 Juli 1920. Bucaille memulai kariernya di bidang kedokteran pada 1945 > > sebagai ahli gastroenterology. Dan, pada 1973, ia ditunjuk menjadi dokter > > keluarga oleh Raja Faisal dari Arab Saudi. > > > > Tidak hanya anggota keluarga Raja Faisal yang menjadi pasiennya. Anggota > > keluarga Presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, diketahui juga termasuk > > dalam daftar pasien yang pernah menggunakan jasanya. > > > > Namanya mulai terkenal ketika ia menulis buku tentang Bibel, Alquran, dan > > ilmu pengetahuan modern atau judul aslinya dalam bahasa Prancis yaitu La > > Bible, le Coran et la Science di tahun 1976. > > > > Ketertarikan Bucaille terhadap Islam mulai muncul ketika secara intens dia > > mendalami kajian biologi dan hubungannya dengan beberapa doktrin agama. > > Karenanya, ketika datang kesempatan kepada Bucaille untuk meneliti, > > mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun, ia mengerahkan seluruh > > kemampuannya untuk menguak misteri di balik penyebab kematian sang raja > > Mesir kuno tersebut. > > > > Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam > > yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah > > mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian > > dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet. > > > > Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang > > profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang > > lain, padahal dia dikeluarkan dari laut? > > > > Prof. Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang > > diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun > > dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan > > judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern, dengan judul aslinya, > > Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima > > penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari > > Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie > > Nationale de Medicine, Prancis. > > > > Terkait dengan laporan akhir yang disusunnya, salah seorang di antara > > rekannya membisikkan sesuatu di telinganya seraya berkata: "Jangan > > tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang > > tenggelamnya mumi ini". Bucaille awalnya mengingkari kabar ini dengan keras > > sekaligus menganggapnya mustahil. > > > > Menurutnya, pengungkapan rahasia seperti ini tidak mungkin diketahui > > kecuali dengan perkembangan ilmu modern, melalui peralatan canggih yang > > mutakhir dan akurat. > > > > Hingga salah seorang di antara mereka berkata bahwa Alquran yang diyakini > > umat Islam telah meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian > > diselamatkannya mayatnya. > > > > Ungkapan itu makin membingungkan Bucaille. Lalu, dia mulai berpikir dan > > bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi > > tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada > > ribuan tahun sebelumnya. > > > > Ia duduk semalaman memandang mayat Firaun dan terus memikirkan hal > > tersebut. Ucapan rekannya masih terngiang-ngiang dibenaknya, bahwa > > Alquran–kitab suci umat Islam–telah membicarakan kisah Firaun yang jasadnya > > diselamatkan dari kehancuran sejak ribuan tahun lalu. > > > > Sementara itu, dalam kitab suci agama lain, hanya membicarakan tenggelamnya > > Firaun di tengah lautan saat mengejar Musa, dan tidak membicarakan tentang > > mayat Firaun. Bucaille pun makin bingung dan terus memikirkan hal itu. > > > > Ia berkata pada dirinya sendiri. "Apakah masuk akal mumi di depanku ini > > adalah Firaun yang akan menangkap Musa? Apakah masuk akal, Muhammad > > mengetahui hal itu, padahal kejadiannya ada sebelum Alquran diturunkan?" > > > > Prof Bucaille tidak bisa tidur, dia meminta untuk didatangkan Kitab Taurat > > (Perjanjian Lama). Diapun membaca Taurat yang menceritakan: "Airpun kembali > > (seperti semula), menutupi kereta, pasukan berkuda, dan seluruh tentara > > Firaun yang masuk ke dalam laut di belakang mereka, tidak tertinggal satu > > pun di antara mereka". > > > > Kemudian dia membandingkan dengan Injil. Ternyata, Injil juga tidak > > membicarakan tentang diselamatkannya jasad Firaun dan masih tetap utuh. > > Karena itu, ia semakin bingung. > > > > Berikrar Islam > > Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis > > mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Akan tetapi, tidak ada keputusan yang > > mengembirakannya, tidak ada pikiran yang membuatnya tenang semenjak ia > > mendapatkan temuan dan kabar dari rekannya tersebut, yakni kabar bahwa kaum > > Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut. Dia > > pun memutuskan untuk menemui sejumlah ilmuwan otopsi dari kaum Muslimin. > > > > Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan > > peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa, perbuatan > > yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya pada Musa hingga dia tenggelam dan > > bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut. > > > > Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya > > membuka mushaf Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang > > artinya: "Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat > > menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya > > kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." (QS Yunus: > > 92). > > > > Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran > > tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan > > getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya > > menyeru dengan lantang: "Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan > > Alquran ini". > > > > Ia pun kembali ke Prancis dengan wajah baru, berbeda dengan wajah pada saat > > dia pergi dulu. Sejak memeluk Islam, ia menghabiskan waktunya untuk > > meneliti tingkat kesesuaian hakikat ilmiah dan penemuan-penemuan modern > > dengan Alquran, serta mencari satu pertentangan ilmiah yang dibicarakan > > Alquran. > > > > Semua hasil penelitiannya tersebut kemudian ia bukukan dengan judul Bibel, > > Alquran dan Ilmu Pengetahuan Modern, judul asli dalam bahasa Prancis, La > > Bible, le Coran et la Science. Buku yang dirilis tahun 1976 ini menjadi > > best-seller internasional (laris) di dunia Muslim dan telah diterjemahkan > > ke hampir semua bahasa utama umat Muslim di dunia. > > > > Karyanya ini menerangkan bahwa Alquran sangat konsisten dengan ilmu > > pengetahuan dan sains, sedangkan Al-Kitab atau Bibel tidak demikian. > > Bucaille dalam bukunya mengkritik Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan > > penurunannya diragukan. > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
