Kalau buat saya kebahagiaan itu...........apaya?
mungkin tidak adanya penderitaan

Aristoteles yang lahir tahun 470  sebelum tahun 1

pernah ngajarin kepada kita tentang eudamonisme itutuh kebahagiaan intelektual, 
sebagai hasil dari 
perenungan philosofi dari kegiatan berfilsafat yang peraihannya 
merupakan tujuan puncak kehidupan manusia. argumentasinya sederhana 
saja. Manusia pada dasarnya adalah “hewan rasional atau intelektual” dia akan 
mendapat kebahagiaannya pada 
kepuasannya kepuasan-puncaknya,tentu setelah kebutuhan-kebutuhan 
fisikal (&, mungkin, sosial)-nya telah terpenuhi dalam perenungan 
intelektual dan filosofi. tidak percaya? anda tinggal mencobanya,kata para 
filsuf. kita akan merasakan sesuatu yang tak bisa 
diperbandingkan dengan kesenangan fisikal dan sosial belaka.

Bahkan, tak sedikit yang berpendapat bahwa filsafat bisa membuka pintu bagi 
“kebahagiaan praktis”. Aaah, yang bener saja, 
barangkali demikianlah reaksi orang ketika mendengar pernyataan 
ini. kenyataannya, bukankah kita tahu bahwa sebagian filsafat, 
khususnya filsafat Barat modern sejak tahun 60s termasuk 
eksistensialisme&posmodernisme justru mempromosikan kehidupan 
sebagai absurditas, sebagai tragedi,percaya tidak pada kemungkinan filsafat 
membawa orang kepada kebahagiaan,untuk menjawab persoalan2 praktis dan 
immediate kehidupan, termasuk masalah pekerjaan, keluarga, perkawinan, dan 
lain-lain. Siapa tahu, setelah itu anda akan teryakinkan.

Tak sulit dipahami, kebahagiaan terkait amat erat dengan kemampuan kita 
mengelola perasaan emosi/kesedihan/kekecewaan/frustrasi/kesepian&sebagainya. 
selain dari agama, pengelolaan 
emosi dikendalikan oleh rasio. di sinilah, filsafat yang pada esensinya 
memang bersifat rasional dapat banyak membantu.untuk 
menunjukkan betapa hampir seluruh sumber kesengsaraan kita terdapat pada 
kegelisahan yang terkait dengan status kita dalam masyarakat. kita 
sedih karena tak dianggap sukses, atau tak dianggap paling hebat, atau 
paling terhormat. Setelah menganalisis persoalan itu, penulisnya 
kemudian menawarkan berbagai cara untuk mengatasi kegelisahan-status 
seperti itu agar dapat meraih kebahagiaan hidup. 

Bertrand Russel, 
seorang filsuf analitik,juga mengungkapkan,dengan cara “populer,dalam mengupas 
persoalan untuk mencapai kebahagiaan awalnya bersifat keagamaan,lantas 
eskatologis (keakhiratan), terkait dengan 
ketakutan banyak orang terhadap misteri kehidupan setelah mati. Belum 
lagi bahasan metafisika filsafat merupakan bahan-bahan yang solid bagi upaya 
menjawab pertanyaan-pertanyaan eksistensial mendasar tentang 
makna kehidupan manusia di dunia ini. Juga bagi pengembangan semacam 
spiritualisme. Bukankah kekeringan spiritualisme sering kali menjadi 
sumber penderitaan manusia modern? 

Akhirnya,hubungan erat filsafat 
dengan psikologi nunjukin kepada kita perannya dalam mem­bantu ngenjawab 
masalah-masalah psikologis manusia pada umumnya, yang merupakan penghambat bagi 
pencapaian suatu kehidupan yang bahagia.


________________________________
 From: ajeg <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Friday, June 15, 2012 3:00 AM
Subject: Re: [proletar] Manusia Sukses
 

  

Mosok sih bahagia itu golnya...? 

Ada kok yang berpandangan bahagia adalah rhythm, 
sedangkan gembira, sukacita, girang, adalah gongnya. 

Bahagia itu jalanan. Gembira dkk adalah tikungan, 
tanjakan, turunan, parkiran. 
Apanya yang sukses kalau jalanan nikung melulu, pan? 

So, hidup bagai irama yang bertalu-talu menuju gong. 

--- Habe Proletar <proletar4@...> wrote:

> Sukses itu ukurannya adalah kebahagiaan
> soalnya kebahagiaan ini adalah goal setiap orang
> materi adalah sarana, memiliki banyak materi belum  pasti 
> menjanjikan orang untuk bisa bahagia
> 
> ciri ciri orang bahagia, dia tidak darah tinggi, menyukai joke, 
> punya banyak teman serta memiliki kemampuan untuk melihat kelemahan 
> diri sendiri sambil kadang mentertawainya secara humoris
> 
> bagaimana dengan jusplik, pahlawan HAM ( daging babi toping peneman 
> pizza )?
> ketara benar, mahluk ini sangat tidak bahagia
> 
> seperti syair lagu Harvey  jaman dulu
> Jusplik "merasa sepi di tengah keramaian "
> 
> ciri ciri manusia loser
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke