Biar tambah pelik (dalam konteks gamparan habe di 
pipi uplik :) dari mana datangnya kebahagiaan? 

Bagaimana ceritanya adonan air, karbon, nitrogen, 
fosfor, kalsium, hidrogen, tembaga, seng, arsenik dll, 
yang disebut 'manusia' itu bisa merasakan bahagia? 

Ada ateis yang optimis punya jawaban logis? 

--- Musik hari Ini <musikhariini@...> wrote:

> Kalau buat saya kebahagiaan itu...........apaya?
> mungkin tidak adanya penderitaan
> 
> Aristoteles yang lahir tahun 470  sebelum tahun 1
> 
> pernah ngajarin kepada kita tentang eudamonisme itutuh kebahagiaan 
> intelektual, sebagai hasil dari perenungan philosofi dari kegiatan 
> berfilsafat yang peraihannya merupakan tujuan puncak kehidupan 
> manusia. argumentasinya sederhana saja. Manusia pada dasarnya 
> adalah “hewan rasional atau intelektual” dia akan mendapat 
> kebahagiaannya pada kepuasannya kepuasan-puncaknya,tentu setelah 
> kebutuhan-kebutuhan fisikal (&, mungkin, sosial)-nya telah 
> terpenuhi dalam perenungan intelektual dan filosofi. tidak percaya? 
> anda tinggal mencobanya,kata para filsuf. kita akan merasakan 
> sesuatu yang tak bisa diperbandingkan dengan kesenangan fisikal dan 
> sosial belaka.
> 
> Bahkan, tak sedikit yang berpendapat bahwa filsafat bisa membuka 
> pintu bagi “kebahagiaan praktis”. Aaah, yang bener saja, 
> barangkali demikianlah reaksi orang ketika mendengar pernyataan 
> ini. kenyataannya, bukankah kita tahu bahwa sebagian filsafat, 
> khususnya filsafat Barat modern sejak tahun 60s termasuk 
> eksistensialisme&posmodernisme justru mempromosikan kehidupan 
> sebagai absurditas, sebagai tragedi,percaya tidak pada kemungkinan 
> filsafat membawa orang kepada kebahagiaan,untuk menjawab persoalan2 > praktis 
> dan immediate kehidupan, termasuk masalah pekerjaan, 
> keluarga, perkawinan, dan lain-lain. Siapa tahu, setelah itu anda 
> akan teryakinkan.
> 
> Tak sulit dipahami, kebahagiaan terkait amat erat dengan kemampuan 
> kita mengelola perasaan emosi/kesedihan/kekecewaan/frustrasi
> /kesepian&sebagainya. selain dari agama, pengelolaan emosi 
> dikendalikan oleh rasio. di sinilah, filsafat yang pada esensinya 
> memang bersifat rasional dapat banyak membantu. untuk 
> menunjukkan betapa hampir seluruh sumber kesengsaraan kita terdapat 
> pada kegelisahan yang terkait dengan status kita dalam masyarakat. 
> kita sedih karena tak dianggap sukses, atau tak dianggap paling 
> hebat, atau paling terhormat. Setelah menganalisis persoalan itu, 
> penulisnya kemudian menawarkan berbagai cara untuk mengatasi 
> kegelisahan-status seperti itu agar dapat meraih kebahagiaan 
> hidup. 
> 
> Bertrand Russel, 
> seorang filsuf analitik,juga mengungkapkan,dengan cara 
> “populer,dalam mengupas persoalan untuk mencapai kebahagiaan 
> awalnya bersifat keagamaan,lantas eskatologis (keakhiratan), 
> terkait dengan ketakutan banyak orang terhadap misteri kehidupan 
> setelah mati. Belum lagi bahasan metafisika filsafat merupakan 
> bahan-bahan yang solid bagi upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan 
> eksistensial mendasar tentang makna kehidupan manusia di dunia ini. 
> Juga bagi pengembangan semacam spiritualisme. Bukankah kekeringan 
> spiritualisme sering kali menjadi sumber penderitaan manusia 
> modern? 
> 
> Akhirnya,hubungan erat filsafat 
> dengan psikologi nunjukin kepada kita perannya dalam mem­bantu 
> ngenjawab masalah-masalah psikologis manusia pada umumnya, yang 
> merupakan penghambat bagi pencapaian suatu kehidupan yang bahagia.
> 
> 
> From: ajeg <ajegilelu@...>
> 
> > Mosok sih bahagia itu golnya...? 
> >
> > Ada kok yang berpandangan bahagia adalah rhythm, 
> > sedangkan gembira, sukacita, girang, adalah gongnya. 
> > 
> > Bahagia itu jalanan. Gembira dkk adalah tikungan, 
> > tanjakan, turunan, parkiran. 
> > Apanya yang sukses kalau jalanan nikung melulu, pan? 
> > 
> > So, hidup bagai irama yang bertalu-talu menuju gong. 
> > 
> > --- Habe Proletar <proletar4@...> wrote:
> > 
> > > Sukses itu ukurannya adalah kebahagiaan
> > > soalnya kebahagiaan ini adalah goal setiap orang
> > > materi adalah sarana, memiliki banyak materi belum  pasti 
> > > menjanjikan orang untuk bisa bahagia
> > >
> > > ciri ciri orang bahagia, dia tidak darah tinggi, menyukai joke, 
> > > punya banyak teman serta memiliki kemampuan untuk melihat 
> > > kelemahan diri sendiri sambil kadang mentertawainya secara 
> > > humoris
> > > 
> > > bagaimana dengan jusplik, pahlawan HAM ( daging babi toping 
> > > peneman pizza )?
> > > ketara benar, mahluk ini sangat tidak bahagia
> > > 
> > > seperti syair lagu Harvey  jaman dulu
> > > Jusplik "merasa sepi di tengah keramaian "
> > > 
> > > ciri ciri manusia loser
> > > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke