mungkin tambahan dari saya, 1. survey menunjukan bahwa warga negara russia yang menganggap agama itu penting bagi kehidupan mereka hanya 17%, prancis 11%, sedangkan indonesia 95%
2. Kristen Russia memang mayoritas, tapi yang ke gereja sebulan sekali tidak lebih dari 2% 3. Russia tidak ada pelajaran agama, sekarang baru diujicoba di beberapa sekolah, dan itupun agama diposisikan sebagai bagian dari kebudayaan, lucunya, ketika program ini akan dimulai, russia kekurangan guru agama sehingga menteri pendidikan andrey furshenko (orang ini juga doktoral di bidang fisika) meminta guru FISIKA untuk ikut mengajar agama (ini menunjukan bahwa di russia massive-nya pelajaran fisika) 4.dan di era komunisme, mata pelajaran yg massive adalah math dan fisika --- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote: > > http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/19/327071/284/1/Jangan-Campur-Adukkan-Agama-dengan-Negara- > > > Jangan Campur Adukkan Agama dengan Negara > Penulis : Hillarius U Gani > Selasa, 19 Juni 2012 07:00 WIB a.. MOSKOW--MICOM: Negara tidak mencampuri > urusan agama, sebaliknya umat beragama tidak memengaruhi politik di Rusia. > > "Lembaga negara dan politik di sini tidak diciptakan berdasarkan pada > pengaruh agama," kata Duta Besar Keliling Kementerian Luar Negeri Rusia untuk > negara-negara Islam HE Konstantin Shubalov saat audiensi dengan delegasi > pemuda Indonesia di Moskow, Senin (18/6). > > Seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Hillarius U Gani, hadir dalam > pertemuan itu Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Noer Fajrieansyah, > Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Addin Jauharudin, > Ketua Pergerakan Ekayastra Unmada (Semangat Indonesia Satu) Putut Prabantoro, > dan Sekjen Lingkar Studi Mahasiswa Indonesia Dhikayudistira. > > Menurut Konstantin, Rusia dan Indonesia memiliki banyak kesamaan dalam > konteks penciptaan eksistensi berbagai agama dan budaya. Rusia juga terdiri > dari banyak suku bangsa. > > Ia menjelaskan Rusia memiliki empat agama tradisional yakni Kristen Ortodoks, > Islam, Budha, dan agama Yahudi. Selain itu, ada banyak agama yang sudah ada > sebelum terbentuk negara Uni Soviet. > > Konstantin juga menambahkan bahwa banyak asosiasi mahasiswa di negaranya, > namun tidak ada asosiasi mahasiswa Islam. "Yang ada adalah asosiasi pemuda > lintas agama." > > Lebih lanjut, ia menjelaskan pada masa pemerintahan Uni Soviet, agama > dilarang tapi sekarang agama sangat berkembang di Rusia. Namun, untuk > kegiatan rohani, tidak ada lembaga yang dibentuk oleh negara. > > Dalam hal Islam, ada yang unik antara Rusia dan Indonesia. Indonesia > merupakan negara dengan umat Islam terbesar di dunia. Tetapi Rusia, kata > Konstantin, memiliki kemuftian (majelis ulama) paling banyak di dunia. > "Jumlahnya mencapai 70 ribu kemuftian." > > Prinsip saling hormat antaragama dan antarumat beragama merupakan hal utama > dalam kehidupan beragama di Rusia. "Umat Islam ikut membangun negara ini. > Rusia rumah kita bersama. Ini ciri khas Rusia, berbeda dengan Eropa Barat, > yang umat muslimnya adalah pendatang," paparnya. > > Empat faktor utama yang menjadi sandaran hidup bangsa Rusia, lanjut > Konstantin, ialah sejarah bersama, pekerjaan bersama di berbagai sektor, > media massa yang seimbang, dan pendidikan yang memadai. > > "Di sini sistem pendidikan juga tidak berlandaskan agama. Sesuai > undang-undang, dari sekolah anak-anak harus belajar bersama dan jangan > membagi anak-anak berdasarkan agama," katanya. > > Sementara itu, Putut Prabantoro mengatakan kunjungan ke Rusia merupakan > agenda kedua mereka setelah sebelumnya berkunjung ke Vatikan pada September > 2011. "Kami pilih Vatikan karena netral dan semua punya hubungan dengan > negara itu," ungkapnya. > > Dari Vatikan, kata Putut, pihaknya mendapat gambaran tentang Rusia. Negara > ini patut didatangi karena mempunyai peran penting dalam pencaturan politik > dunia. > > "Ini penting bagi kami, tidak saja soal agama, tapi juga suku. Semoga membuka > wawasan baru bagi Indonesia, terutama dalam menata kehidupan beragama." > > Adapun Ketua Umum HMI Fajrieansyah menilai penuturan Konstantin tentang > kehidupan beragama di negara pecahan Uni Soviet itu sangat bermanfaat bagi > mereka. Terutama soal bagaimana memelihara pluralitas suku, agama, ras, dan > budaya dalam menjaga keutuhan dan kebersamaan. > > "Kedatangan kami tidak hanya melihat kehidupan beragama, tapi juga studi > komparatif sosial, ekonomi, dan budaya," jelasnya. > > Intinya, menurut Fajrie. integritas di Rusia bisa juga diterapkan di > Indonesia. HMI memang merupakan organisasi mahasiswa berbasis agama. Namun, > lanjut dia, organisasinya tetap berpandangan plural dan mencintai pluralisme > sebagai realitas di Tanah Air. > > Pada bagian lain, Ketua Umum PMII menambahkan sebagai ormas yang berbasis > Islam, pihaknya perlu ikut memdorong wawasan pembangunan yang berkeadilan. > "Oleh karena itu, hubungan Indonesia dan Rusia penting dalam rangka membangun > politik kawasan yang berkeadilan." > > Di akhir pertemuan, Konstantin sempat pula membahas soal konflik umat > beragama di Rusia. Konflik itu, menurut dia, tetap ada namun dapat > diselesaikan dengan baik oleh kedua kelompok dengan pemerintah sebagai > fasilitator. > > "Misalnya saja umat Islam tidak setuju dibangun gereja karena tidak mau > dengar bel gereja. Juga sebaliknya, misalnya ada yang keberatan melihat > banyak orang berkumpul di masjid pada hari raya. Tapi, kedua pihak ketemu dan > selesai melalui kompromi dan pemerintah sebagai fasilisator," kata > Konstantin. (Hil/OL-15) > TERKAIT > > a.. Jangan Campur Adukkan Agama dengan Negara > b.. Kekuatan Restorasi Rusia Semangat Persaudaraaan > c.. Noer Fajriensyah Sebut Pemuda Indonesia-Rusia Usung Pluralisme > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
