Pinpin yang gila dan psikopat itu jelas adalah bajingan penipu dan tukang 
pelintir omongan orang..

TIDAK ada saya mengatakan  "Belanda nddak pernah Menjajah Indonesia"


- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> wrote:
>
> Plik ...
> dUDUK DIEM MANIS KENAPA SIH pLIK ...
> 
> Udah deh ...
> 
> Westerling itu siapa plik ?
> Lu Bilang Belanda nddak pernah Menjajah Indonesia ?
> 
> Aduh Plik ....
> 
> Jangan dulu ngomong Fisika Quantum atau kurikulum sekolah deh.
> Kejauhan.
> 
> Sini Plik ....
> 
> *** PLAK ! ***
> 
> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
> >
> > 
> > Jangan lupa bahwa sebelum tahun 1955 atau 1956, Indonenesia yang mewarisi 
> > negara sekuler dari Hindia Belanda TIDAK ada pelajaran agama disekolah 
> > negeri.
> > 
> > --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@> wrote:
> > >
> > > 
> > > mungkin tambahan dari saya, 
> > > 
> > > 1. survey menunjukan bahwa warga negara russia yang menganggap agama itu 
> > > penting bagi kehidupan mereka hanya 17%, prancis 11%, sedangkan indonesia 
> > > 95%
> > > 
> > > 2. Kristen Russia memang mayoritas, tapi yang ke gereja sebulan sekali 
> > > tidak lebih dari 2%
> > > 
> > > 3. Russia tidak ada pelajaran agama, sekarang baru diujicoba di beberapa 
> > > sekolah, dan itupun agama diposisikan sebagai bagian dari kebudayaan, 
> > > lucunya, ketika program ini akan dimulai, russia kekurangan guru agama 
> > > sehingga menteri pendidikan andrey furshenko (orang ini juga doktoral di 
> > > bidang fisika) meminta guru FISIKA untuk ikut mengajar agama (ini 
> > > menunjukan bahwa di russia massive-nya pelajaran fisika)
> > > 
> > > 4.dan di era komunisme, mata pelajaran yg massive adalah math dan fisika
> > > 
> > > 
> > > 
> > > --- In [email protected], "Sunny" <ambon@> wrote:
> > > >
> > > > http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/19/327071/284/1/Jangan-Campur-Adukkan-Agama-dengan-Negara-
> > > > 
> > > > 
> > > > Jangan Campur Adukkan Agama dengan Negara 
> > > > Penulis : Hillarius U Gani
> > > > Selasa, 19 Juni 2012 07:00 WIB a.. MOSKOW--MICOM: Negara tidak 
> > > > mencampuri urusan agama, sebaliknya umat beragama tidak memengaruhi 
> > > > politik di Rusia. 
> > > > 
> > > > "Lembaga negara dan politik di sini tidak diciptakan berdasarkan pada 
> > > > pengaruh agama," kata Duta Besar Keliling Kementerian Luar Negeri Rusia 
> > > > untuk negara-negara Islam HE Konstantin Shubalov saat audiensi dengan 
> > > > delegasi pemuda Indonesia di Moskow, Senin (18/6). 
> > > > 
> > > > Seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Hillarius U Gani, hadir 
> > > > dalam pertemuan itu Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Noer 
> > > > Fajrieansyah, Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) 
> > > > Addin Jauharudin, Ketua Pergerakan Ekayastra Unmada (Semangat Indonesia 
> > > > Satu) Putut Prabantoro, dan Sekjen Lingkar Studi Mahasiswa Indonesia 
> > > > Dhikayudistira. 
> > > > 
> > > > Menurut Konstantin, Rusia dan Indonesia memiliki banyak kesamaan dalam 
> > > > konteks penciptaan eksistensi berbagai agama dan budaya. Rusia juga 
> > > > terdiri dari banyak suku bangsa. 
> > > > 
> > > > Ia menjelaskan Rusia memiliki empat agama tradisional yakni Kristen 
> > > > Ortodoks, Islam, Budha, dan agama Yahudi. Selain itu, ada banyak agama 
> > > > yang sudah ada sebelum terbentuk negara Uni Soviet. 
> > > > 
> > > > Konstantin juga menambahkan bahwa banyak asosiasi mahasiswa di 
> > > > negaranya, namun tidak ada asosiasi mahasiswa Islam. "Yang ada adalah 
> > > > asosiasi pemuda lintas agama." 
> > > > 
> > > > Lebih lanjut, ia menjelaskan pada masa pemerintahan Uni Soviet, agama 
> > > > dilarang tapi sekarang agama sangat berkembang di Rusia. Namun, untuk 
> > > > kegiatan rohani, tidak ada lembaga yang dibentuk oleh negara. 
> > > > 
> > > > Dalam hal Islam, ada yang unik antara Rusia dan Indonesia. Indonesia 
> > > > merupakan negara dengan umat Islam terbesar di dunia. Tetapi Rusia, 
> > > > kata Konstantin, memiliki kemuftian (majelis ulama) paling banyak di 
> > > > dunia. "Jumlahnya mencapai 70 ribu kemuftian." 
> > > > 
> > > > Prinsip saling hormat antaragama dan antarumat beragama merupakan hal 
> > > > utama dalam kehidupan beragama di Rusia. "Umat Islam ikut membangun 
> > > > negara ini. Rusia rumah kita bersama. Ini ciri khas Rusia, berbeda 
> > > > dengan Eropa Barat, yang umat muslimnya adalah pendatang," paparnya. 
> > > > 
> > > > Empat faktor utama yang menjadi sandaran hidup bangsa Rusia, lanjut 
> > > > Konstantin, ialah sejarah bersama, pekerjaan bersama di berbagai 
> > > > sektor, media massa yang seimbang, dan pendidikan yang memadai. 
> > > > 
> > > > "Di sini sistem pendidikan juga tidak berlandaskan agama. Sesuai 
> > > > undang-undang, dari sekolah anak-anak harus belajar bersama dan jangan 
> > > > membagi anak-anak berdasarkan agama," katanya. 
> > > > 
> > > > Sementara itu, Putut Prabantoro mengatakan kunjungan ke Rusia merupakan 
> > > > agenda kedua mereka setelah sebelumnya berkunjung ke Vatikan pada 
> > > > September 2011. "Kami pilih Vatikan karena netral dan semua punya 
> > > > hubungan dengan negara itu," ungkapnya. 
> > > > 
> > > > Dari Vatikan, kata Putut, pihaknya mendapat gambaran tentang Rusia. 
> > > > Negara ini patut didatangi karena mempunyai peran penting dalam 
> > > > pencaturan politik dunia. 
> > > > 
> > > > "Ini penting bagi kami, tidak saja soal agama, tapi juga suku. Semoga 
> > > > membuka wawasan baru bagi Indonesia, terutama dalam menata kehidupan 
> > > > beragama." 
> > > > 
> > > > Adapun Ketua Umum HMI Fajrieansyah menilai penuturan Konstantin tentang 
> > > > kehidupan beragama di negara pecahan Uni Soviet itu sangat bermanfaat 
> > > > bagi mereka. Terutama soal bagaimana memelihara pluralitas suku, agama, 
> > > > ras, dan budaya dalam menjaga keutuhan dan kebersamaan. 
> > > > 
> > > > "Kedatangan kami tidak hanya melihat kehidupan beragama, tapi juga 
> > > > studi komparatif sosial, ekonomi, dan budaya," jelasnya. 
> > > > 
> > > > Intinya, menurut Fajrie. integritas di Rusia bisa juga diterapkan di 
> > > > Indonesia. HMI memang merupakan organisasi mahasiswa berbasis agama. 
> > > > Namun, lanjut dia, organisasinya tetap berpandangan plural dan 
> > > > mencintai pluralisme sebagai realitas di Tanah Air. 
> > > > 
> > > > Pada bagian lain, Ketua Umum PMII menambahkan sebagai ormas yang 
> > > > berbasis Islam, pihaknya perlu ikut memdorong wawasan pembangunan yang 
> > > > berkeadilan. "Oleh karena itu, hubungan Indonesia dan Rusia penting 
> > > > dalam rangka membangun politik kawasan yang berkeadilan." 
> > > > 
> > > > Di akhir pertemuan, Konstantin sempat pula membahas soal konflik umat 
> > > > beragama di Rusia. Konflik itu, menurut dia, tetap ada namun dapat 
> > > > diselesaikan dengan baik oleh kedua kelompok dengan pemerintah sebagai 
> > > > fasilitator. 
> > > > 
> > > > "Misalnya saja umat Islam tidak setuju dibangun gereja karena tidak mau 
> > > > dengar bel gereja. Juga sebaliknya, misalnya ada yang keberatan melihat 
> > > > banyak orang berkumpul di masjid pada hari raya. Tapi, kedua pihak 
> > > > ketemu dan selesai melalui kompromi dan pemerintah sebagai 
> > > > fasilisator," kata Konstantin. (Hil/OL-15)
> > > > TERKAIT
> > > > 
> > > >   a.. Jangan Campur Adukkan Agama dengan Negara 
> > > >   b.. Kekuatan Restorasi Rusia Semangat Persaudaraaan
> > > >   c.. Noer Fajriensyah Sebut Pemuda Indonesia-Rusia Usung Pluralisme
> > > > 
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke