Kualitas amburadul karena dunia pertanian diurus dengan tidak benar. Begitu juga partai-partai.
Jadi, kasusnya semirip uplik: "kerusakan bukan pada dunia, melainkan otak Anda" ... hehe.. keledai yang merasa diri pegasus. --- "suryana" <gsuryana@...> wrote: > Yg menjadi permasalahan dalam hal kedelai lokal adalah kwalitasnya > amburadul, tidak bisa dipakai utk menjadi kecap, Tempe, Tauco, Tahu > ( jangan kaget nanti Indofood jualan kedelai ), bila kita membeli > tempe goreng di kampung, maka akan tahu beda kedelai lokal dan > import. > Kedelai Indonesia cocoknya malah jadi campuran pakan, sama halnya > dengan jagung. > Juga silahkan beli tahu lokal yg memakai kedelai lokal, warnanya > bisa menjadi putih bersih, yg ini malah pakai pengawet dan pemutih. > Tahu pada dasarnya tidak ada yg berwarna benar benar putih, bila > ada tahu warnanya putih menandakan sudah kena bleach. ( biasanya yg > jualan siomay kelas bawah ) > > Utk bisa swasembada sepertinya sudah menjadi mimpi, dan solusinya > hanya satu revolusi........bubarkan partai², bubarkan birokrat, > yudikatif, eksekutif, legislatif. > Bikin NKRI jadi negara koboy dulu. > > ----- Original Message ----- > From: "ajeg" <ajegilelu@...> > > > Menghadapi perubahan dengan terencana bisa terjadi bila > > garis besar haluannya memang direncanakan dengan baik. > > Keputusan yang reaktif dalam menghadapi perubahan adalah > > bukti bahwa rencana haluan tidak dilengkapi skenario- > > skenario terburuk. > > > > Ketika pemerintahan SBY mengancam harga BBM naik atau APBN > > jebol misalnya, disebut banyak pengamat sebagai langkah > > reaktif atas kenaikan harga minyak dunia. Tetapi apa betul > > itu reaktif yang sebenarnya? Perlu penelitian lebih lanjut. > > > > Yang pasti, masyarakat disuguhi dagelan politik yang horor. > > Demo besar menolak kenaikan harga BBM diredam dengan perubahan > > APBN (APBN-P). Saat itu kita cukup senyum-senyum saja melihat > > PG & PD berebut mengklaim sebagai pengusul APBN-P - maksudnya > > sebagai penyelamat APBN sekaligus pendukung tuntutan rakyat. > > > > Tetapi dengan terungkapnya alokasi anggaran APBN-P untuk > > penanggulangan korban lumpur Bakrie, maka kita sekarang boleh > > merinding mengingat ancaman BBM naik atau APBN jebol. Bukan > > mustahil ancaman itu sejak awal memang direncanakan ke arah ini! > > > > Ditambah hilangnya Ali Azhar sebagai salahsatu penggugat APBN-P > > ke MK - apalagi sekarang pengacara Ali Azhar konon ikut hilang! > > (apa betul mereka hilang, Pak Tjuk?) maka politik horor ini > > tampaknya bukan sekedar isapan jempol. > > > > Sulit bagi kita untuk mengatakan pemerintahan SBY tidak > > menyiapkan skenario-skenario dalam rencana haluannya (percuma > > punya situation room seharga 8 milyar kan?). Tetapi kita boleh > > bertanya haluan apa yang direncanakan dan skenario-skenario > > macam apa yang dipersiapkan sampai pemerintah selalu terlihat > > reaktif. > > > > Jika betul semua itu bukan keputusan reaktif sebagaimana > > bantahan pemarintah selama ini (artinya memang sesuai dengan > > skenario yang dipersiapkan - yang selalu dinilai obyektif > > oleh luarnegeri kata SBY) maka orang berhak mengatakan dengan > > tegas bahwa haluan yang direncanakan pemerintah sesungguhnya > > bukan yang sebaik-baiknya untuk rakyat Indonesia, sehingga yang > > dipersiapkan hanyalah skenario-skenario terbaik dari rencana > > yang buruk.. > > > > Sebab, kalau memang ada haluan bahkan sekedar itikad baik > > untuk bangsa & negara ini pastilah rakyat menyaksikan upaya- > > upaya pemerintah untuk menghentikan / mengurangi impor dan > > memberdayakan kekuatan sendiri. > > > > Met buka puasa. > > > > --- baswati <baswati@> > > > > > Nah... ini dia..... sumber masalahnya yang tdiak diperhatikan > > > oleh pemerintah. > > > > > > Manajemen itu selelu menghadapi perubahan dengan terencana, > > > bukan reaktif. Beda dengan politisi jaman sekarang yang hausm > > > pencitraan sehingga segala keputusannya selalau reaktif, tidak > > > terencana. > > > > > > Dua kasus wmpirik yang muncul ke permukaan adalah Peraturan ESDM > > > yang menyebabkan PHK, dan kekeringan Amerika yang menyebabkan > > > haerga kedelai naik karena kurang pasokan. Siapapaun yang > > > belajar teori ekonomi, teramsuk Doktor Susilo Bambang Yudoyono, > > > tahu persis mengenqai hukum pasar dan perdagamngan. Padahal, HS > > > Dilon sudah berteriak sejak sebelum reformasi mengenai net > > > impor bahan pangan. > > > Juga wanatanas 2005 sudah memperingatkan hal itu. Maka, entah > > > Doktor itu yang terlalu sibuk mengurusi partainya-termasuk > > > urusan pemenangan pemilu, entah karena tidak tahu, entah karena > > > perhatiannya tidak kesitu, atau entah karena memang tidak tahu > > > maka berbagai masalah yang sebenarnya sudah terbentang di > > > referensi dan bisa diantisipasi untuk menghadapi jadi > > > terlewatkan. > > > > > > Kemudian, setelah ada pemogokan pengarijin tempe-tahu, atau demo > > > buruh yang di PHK kaget. Inilah tipe manajemn menghadapi > > > perubahan dengan cara kagetan atau reaktifr, bukan terencana. > > > Pahadal Perencanaan adalah tahap awal manajemen. Mugnkin ini > > > manajemen ajarannyan Ajeg.:-) > > > > > > > > > . > > > > > > > > > > Selasa, 24 Juli 2012 16:46 WIB > > > > Mentan Usul Harga Kedelai Petani Dinaikan > > > > Ainur Rahman > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
