Petani&peternak itu kudu dihargain dimanjain kayak di-negri2 maju kagak kena aturan macem2 tidak adapajak tanah,dimasa tua ada pensiun kalau ada urusan tanah /masalah apa saja pupuk/irigasi dll mereka harus menang
dan tanah pertanian tidak bisa dijual belikan/di-bagi2/di-pecah2 sebagai warisan ...............saya pernah denger ada sawah dibekasi yang sudah ada ribuan tahun tiba2 diuruk oleh para pengembang perumahan. Kalau2 partai2 tangkepin saja orang2 nya adilin terus digantung politik biaya tinggi pasti merangsang orang jadi maling. ________________________________ From: ajeg <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, July 26, 2012 9:50 AM Subject: Re: [proletar] kedelai, petani, & keledai Kualitas amburadul karena dunia pertanian diurus dengan tidak benar. Begitu juga partai-partai. Jadi, kasusnya semirip uplik: "kerusakan bukan pada dunia, melainkan otak Anda" ... hehe.. keledai yang merasa diri pegasus. --- "suryana" <gsuryana@...> wrote: > Yg menjadi permasalahan dalam hal kedelai lokal adalah kwalitasnya > amburadul, tidak bisa dipakai utk menjadi kecap, Tempe, Tauco, Tahu > ( jangan kaget nanti Indofood jualan kedelai ), bila kita membeli > tempe goreng di kampung, maka akan tahu beda kedelai lokal dan > import. > Kedelai Indonesia cocoknya malah jadi campuran pakan, sama halnya > dengan jagung. > Juga silahkan beli tahu lokal yg memakai kedelai lokal, warnanya > bisa menjadi putih bersih, yg ini malah pakai pengawet dan pemutih. > Tahu pada dasarnya tidak ada yg berwarna benar benar putih, bila > ada tahu warnanya putih menandakan sudah kena bleach. ( biasanya yg > jualan siomay kelas bawah ) > > Utk bisa swasembada sepertinya sudah menjadi mimpi, dan solusinya > hanya satu revolusi........bubarkan partai², bubarkan birokrat, > yudikatif, eksekutif, legislatif. > Bikin NKRI jadi negara koboy dulu. > > ----- Original Message ----- > From: "ajeg" <ajegilelu@...> > > > Menghadapi perubahan dengan terencana bisa terjadi bila > > garis besar haluannya memang direncanakan dengan baik. > > Keputusan yang reaktif dalam menghadapi perubahan adalah > > bukti bahwa rencana haluan tidak dilengkapi skenario- > > skenario terburuk. > > > > Ketika pemerintahan SBY mengancam harga BBM naik atau APBN > > jebol misalnya, disebut banyak pengamat sebagai langkah > > reaktif atas kenaikan harga minyak dunia. Tetapi apa betul > > itu reaktif yang sebenarnya? Perlu penelitian lebih lanjut. > > > > Yang pasti, masyarakat disuguhi dagelan politik yang horor. > > Demo besar menolak kenaikan harga BBM diredam dengan perubahan > > APBN (APBN-P). Saat itu kita cukup senyum-senyum saja melihat > > PG & PD berebut mengklaim sebagai pengusul APBN-P - maksudnya > > sebagai penyelamat APBN sekaligus pendukung tuntutan rakyat. > > > > Tetapi dengan terungkapnya alokasi anggaran APBN-P untuk > > penanggulangan korban lumpur Bakrie, maka kita sekarang boleh > > merinding mengingat ancaman BBM naik atau APBN jebol. Bukan > > mustahil ancaman itu sejak awal memang direncanakan ke arah ini! > > > > Ditambah hilangnya Ali Azhar sebagai salahsatu penggugat APBN-P > > ke MK - apalagi sekarang pengacara Ali Azhar konon ikut hilang! > > (apa betul mereka hilang, Pak Tjuk?) maka politik horor ini > > tampaknya bukan sekedar isapan jempol. > > > > Sulit bagi kita untuk mengatakan pemerintahan SBY tidak > > menyiapkan skenario-skenario dalam rencana haluannya (percuma > > punya situation room seharga 8 milyar kan?). Tetapi kita boleh > > bertanya haluan apa yang direncanakan dan skenario-skenario > > macam apa yang dipersiapkan sampai pemerintah selalu terlihat > > reaktif. > > > > Jika betul semua itu bukan keputusan reaktif sebagaimana > > bantahan pemarintah selama ini (artinya memang sesuai dengan > > skenario yang dipersiapkan - yang selalu dinilai obyektif > > oleh luarnegeri kata SBY) maka orang berhak mengatakan dengan > > tegas bahwa haluan yang direncanakan pemerintah sesungguhnya > > bukan yang sebaik-baiknya untuk rakyat Indonesia, sehingga yang > > dipersiapkan hanyalah skenario-skenario terbaik dari rencana > > yang buruk.. > > > > Sebab, kalau memang ada haluan bahkan sekedar itikad baik > > untuk bangsa & negara ini pastilah rakyat menyaksikan upaya- > > upaya pemerintah untuk menghentikan / mengurangi impor dan > > memberdayakan kekuatan sendiri. > > > > Met buka puasa. > > > > --- baswati <baswati@> > > > > > Nah... ini dia..... sumber masalahnya yang tdiak diperhatikan > > > oleh pemerintah. > > > > > > Manajemen itu selelu menghadapi perubahan dengan terencana, > > > bukan reaktif. Beda dengan politisi jaman sekarang yang hausm > > > pencitraan sehingga segala keputusannya selalau reaktif, tidak > > > terencana. > > > > > > Dua kasus wmpirik yang muncul ke permukaan adalah Peraturan ESDM > > > yang menyebabkan PHK, dan kekeringan Amerika yang menyebabkan > > > haerga kedelai naik karena kurang pasokan. Siapapaun yang > > > belajar teori ekonomi, teramsuk Doktor Susilo Bambang Yudoyono, > > > tahu persis mengenqai hukum pasar dan perdagamngan. Padahal, HS > > > Dilon sudah berteriak sejak sebelum reformasi mengenai net > > > impor bahan pangan. > > > Juga wanatanas 2005 sudah memperingatkan hal itu. Maka, entah > > > Doktor itu yang terlalu sibuk mengurusi partainya-termasuk > > > urusan pemenangan pemilu, entah karena tidak tahu, entah karena > > > perhatiannya tidak kesitu, atau entah karena memang tidak tahu > > > maka berbagai masalah yang sebenarnya sudah terbentang di > > > referensi dan bisa diantisipasi untuk menghadapi jadi > > > terlewatkan. > > > > > > Kemudian, setelah ada pemogokan pengarijin tempe-tahu, atau demo > > > buruh yang di PHK kaget. Inilah tipe manajemn menghadapi > > > perubahan dengan cara kagetan atau reaktifr, bukan terencana. > > > Pahadal Perencanaan adalah tahap awal manajemen. Mugnkin ini > > > manajemen ajarannyan Ajeg.:-) > > > > > > > > > . > > > > > > > > > > Selasa, 24 Juli 2012 16:46 WIB > > > > Mentan Usul Harga Kedelai Petani Dinaikan > > > > Ainur Rahman > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
