Dan kenyataan tetap saja sama...

Diputer-puter,dijungki balikkan tetap aja dungu orang yang menyambah allah
yang dia tahu tiada...


--- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> 
wrote:
>
> di tahun 90 an ada film bagus. saya lupa judulnya apa pemerannya siapa, yang 
> saya inget adegan misionaris saat lagi ngobrol sama orang pedalaman yang 
> menyembah buaya.
> 
> misionaris itu bilang "itu bukan tuhan!  tuhan itu yesus! " demikian sang 
> misionaris itu berkata sambil ngacung ngacung alkitap.
> 
> orang pedalaman itu ngambil kitap, dibolak balik, digoyang goyang, sambil 
> berkata " mana ? mana ? mana tuhan nya? "
> 
> "bukan!  bukan itu!  itu alkitab!  tuhan itu bukan itu!  tuhan itu yesus! "
> 
> si orang pedalaman berkata geram " saya tanya, mana ? dimana tuhan nya ? mana 
> ? "
> 
> misionaris diem.
> 
> terus si orang pedalaman dengan antusias berkata " lihat!  itu tuhan saya!  
> lihat!  kamu dapat melihatnya bukan ? lihat!  itu tuhan saya! "
> 
> demikian si orang pedalaman menunjuk buaya besar yang lagi asyik bobo siang.
> 
> tiba tiba orang pedalaman kembali bertanya "saya sudah perlihatkan tuhan 
> saya, kamu sudah melihat tuhan saya!  sekarang tunjukkan, mana tuhan kamu ? 
> mana ? "
> 
> ada satu narasi yang berkesan dari si misionaris dalam film itu. kurang lebih 
> isinya begini " dulu saya menganggap sayalah yang paling benar, tuhan yang 
> saya percaya lah yang saya benar, namun kini saya tahu bahwa bagi dia, buaya 
> itulah yang benar, buaya itulah tuhan nya yang benar . . . "
> 
> jadi plik. . . 
> 
> kalau mau percaya sama tuhan yang bisa dilihat, pergi aja ke kebon binatang 
> plik . . . sembahlah buaya. atau . . . pergi ke hutan dan cari pohon beringin 
> tua . . . sembahlah beringin sebagai tuhan plik. . . kembalilah ke jaman 
> dinamisme plik . . . itu kalau uplik mau percaya aama tuhan yang dapat 
> dibuktikan keberadaannya secara fisika. atau sembahlah matahari. . . atau 
> sembahlah api. . . atau sembahlah sapi. . . itu bisa dibuktikan keberadaannya 
> secara fisika. nyata. ada. real. dan bagi orang- orang tertentu mereka 
> percaya bahwa itu adalah tuhan.
> 
> atau. . . kalau mau percaya tuhan yang nddak kelihatan, tapi bukan allah, 
> uplik maauk animisme aja plik. . . uplik nddak akan bisa melihat nyiroro 
> kidul. . .mbah jambrong. . . pocong atawa kuntilanak. . . atawa syetan syetan 
> lainnya . . . uplik rajin rajin ajah nonton trans7 . . . acara dua dunia atau 
> bukan dunia lain . . . banyak penampakan hantu, pocong, kuntilanak, syetan, 
> jin, hantu dan sebagainya . . . mereka masih belum dapat di deteksi 
> keberadaannya secara nyata, tapi terbukti aering ketangkep sama camera :)
> 
> uplik milih ateis ? nddak percaya sama tuhan apapun, manapun? 
> 
> ya udah, jangan ribut. yakini saja bahwa tuhan itu tidak ada. baik yang ada 
> maupun tiada. pokoknya tiada tuhan yang patut disembah, baik ada maupun 
> tiada, entah itu namanya yesus, allah, atau apapun.
> 
> ya udah. yakini saja itu. yakini bahwa emang nddak ada yang ada diantara yang 
> tiada. tidak ada yang ada diantara yang tiada.  
> 
> nddaj perlu ngabisin 12 tahun lagi hanya untuk teriak teriak sama orang islam 
> seperti saya bahwa tuhan itu tidak ada secara fisik. nddak usah teriak plik. 
> . . tuhan itu aecara fisik memang tidak ada kok. seluruh umat islam di dunia 
> sepanjang jaman tak akan pernah bisa membuktikan tuhan itu ada secara fisik.
> 
> saya percaya ada yang ada diantara yang tiada.
> saya percaya yang tiada itu ada.
> 
> sampeyan percaya tidak ada yang ada diantara yang tiada.
> sampeyan percaya yang tiada itu emang tiada.
> 
> sampeyan kagak perlu minta bukti untuk meng ada kan yang tiada.
> apanan saya bilang tuhan itu tiada. al ilah. allah.
> 
> kalau saya bisa membuktikan bahwa yang tiada itu ada, lha. . . bukan tiada 
> lagi dong namanya plik . . . 
> 
> tiada tuhan, kecuali al ilah. yang tiada.
> jadi allah itu ada plik.
> karena nddak mungkin ada yang ada kalau tidak ada yang tiada.
> 
> kira kira otak elo mampu nddak mencerna materi filsafat ketuhanan tingkat 
> basic ini plik? 
> 
> kalau nddak bisa mending nddak usah deh.
> 
> vcukup bilang uplik tak percaya tuhan. uplik tak percaya yang tiada.
> 
> cuma. . . ya repot juga plik. . . 
> 
> kalau uplik konsisten bahwa uplik tidak percaya sama yang tidak ada, uplik 
> juga mostinya konsisten untuk juga tidak percaya pada yang ada.
> karena apa yang ada itu ada  dikarenaken ada yang tiada.
> kalau tidak ada yang tiada, nddak bakal ada kata ada.
> 
> okeh plik ?
> 
> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
> >
> > 
> > 
> > Diputer-puter,dijungki balikkan tetap aja dungu orang yang menyambah allah  
> > yang dia tahu tiada...
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> 
> > wrote:
> > >
> > > uplik bilang :"sedeng!  tuhan yang tiada kok disembah ? kok nyembah tuhan 
> > > yang tidak ada? "
> > > 
> > > saya pengen jawap : yang koplok itu adalah orang yang nyembah tuhan yang 
> > > kelihatan!  yang koplok iru adalah orang yang menyembah tuhan yang 
> > > keberadaannya dapat di deteksi secara fisika sehingga diapun otomatis 
> > > dibatasi secara fisik(a). 
> > > 
> > > misalnya :  ada orang nyangkut di kayu, trus dibilang deh . . . itu 
> > > tuhan!  lha. . . tuhan kok nyangkut di kayu ? tuhan kok punya kontol ? 
> > > trus kalau buang air besar, tai nya suci dong ? itu kan tai tuhan! 
> > > 
> > > tuhan yang dapat dibuktikan secara fisika pasti tuhan jadi jadian. bukan 
> > > tuhan beneran. tuhan itu tidak bisa dibuktikan keberadaannya secara 
> > > fisika. tuhan itu tidak ada kalau dilihat pakai kacamata ilmu fisika. 
> > > meskipun nanti ada fisikawan yang dengan ilmu fisika nya ngaku menemukan 
> > > tuhan, pasti orang itu ngibul.
> > > 
> > > kalau tuhan itu tidak bisa dibuktikan keberadaannya dengan ilmu fisika, 
> > > terus mengapa saya percaya tuhan yang tiada itu ada? 
> > > 
> > > nah . . . untuk ngejawap ini, perlu pengalaman spiritual. perlu 
> > > kecerdasan spiritual. untuk membuktikan bahwa ada yang ada diantara yang 
> > > tiada secara fisika itu jelas nddak gampang.
> > > 
> > > saya balik ke temen saya yang awalnya ateis, trus dia doyan berselancar 
> > > di dunia maya dengan semboyan " karena saya tidak menemukan kedamaian di 
> > > dunia nyata, saya coba mencari kedamaian di dnia maya, barangkali masih 
> > > ada kedamaian di sini "
> > > 
> > > edan! 
> > > 
> > > berapa lama saya nddak ketemu, tiba tiba saya dapati temen ini rajin 
> > > shalat, rajin dzikir dan ada yang beda dengan senyumnya . . . lebih damai.
> > > 
> > > saya tanya " how come? "
> > > 
> > > dia bilang bahwa dia menemukan tuhan di toilet saat buang air besar. big 
> > > "o", " aha! " . . . ."selama ini saya mencari jawaban atas pertanyaan -di 
> > > mana tuhan? " saat di toilet akhirnya saya sadar selama ini saya 
> > > mengutarakan pertanyaan yang salah!  lha . . . kalau saya menemukan tuhan 
> > > di kutup utara, itu pasti bukan tuhan!  kalau saya menemukan tuhan 
> > > terdiri atas rangkaian proton dan elektron, pasti itu bukan tuhan!  tuhan 
> > > yang ditanyakan dengan batasan "di mana"  pasti jawabannya salah. karena 
> > > telah mengasumsikan tuhan dalam batasan ruang dan waktu.
> > > 
> > > dia cerita lagi . . . 
> > > 
> > > saya kini serahkan diri saya , istri dan anak anak saya pada tuhan . . . 
> > > dan saat saya pasrah, keajaiban itu datang!  banyak kejadian yang real 
> > > benar benar terjadi yang semuanya benar benar diluar nalar! 
> > > 
> > > subhanallah . . . 
> > > 
> > > itu saktinya kalimat al nafi wa al itsbat. menafikan. . . meniadakan. . . 
> > > namun kemudian meng ada kan.
> > > 
> > > aku bersaksi . . . tuhan itu tidak ada . . . .
> > > aku bersaksi . . . tuhan itu ada! 
> > > 
> > > tiada tuhan selain tuhan
> > > tiada tuhan selain tuhan yang tiada
> > > 
> > > ashadualla ila ha illallah . . . . 
> > > 
> > > ila al ilah . . .
> > > 
> > > kecuali yang tiada . . .
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke