Bukan bandar narkoba nasional. 

- 

Dugaan Mafia

NU Dorong BNN Tes Urine Staf Istana

Senin, 12 November 2012 

Ilustrasi: tes urin. Petugas Polda DI Yogyakarta saat mencatat hasil 
tes urine dua orang pilot di Bandar Udara Adisutjipto, Sleman, DI 
Yogyakarta, Senin (27/8/2012). 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong 
Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes urine terhadap staf di 
lingkungan Istana Negara. Hal itu dikatakan Ketua Lembaga Penyuluhan 
dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Duaidi, Senin (12/11/2012), 
di Jakarta. Menurutnya, tes ini akan membuktikan dugaan mafia di 
Istana yang dilontarkan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. 

"Langkah ini secara tak langsung menjadi pembuktian ada tidaknya 
mafia, seperti diindikasikan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud 
MD," kata Andi.

Menurut Andi, tes urine terhadap staf di lingkungan Istana Negara 
dapat dilakukan oleh BNN sebagai penjabaran atas tugas-tugasnya 
sesuai undang-undang. "Tugas BNN itu sesuai undang-undang ada dua, 
yaitu pencegahan dan penindakan. Tes urine adalah bagian dari 
pencegahan," kata Andi.

Ia mengungkapkan, jika ternyata ditemukan adanya staf Istana Negara 
yang pengguna narkoba, indikasi yang disampaikan Mahfud bisa jadi 
benar, dan harus ditindaklanjuti secara serius.

Secara terpisah, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mendesak agar 
kesalahan dalam pemberian grasi tidak terulang di waktu mendatang. 
"Kejadian ini harus dijadikan sebagai bahan introspeksi diri, baik 
oleh Presiden secara pribadi atau para staf pemberi masukan. Ke depan 
harus lebih hati-hati, jangan sampai ada lagi masukan yang salah ke 
Presiden," ujarnya.

Seperti diberitakan, Ketua MK Mahfud MD mengindikasikan adanya mafia 
di lingkungan Istana Negara terkait pemberian grasi untuk terpidana 
kasus narkoba Meirika Franola alias Ola. Hukumannya pun menjadi 
seumur hidup, dari sebelumnya vonis mati. Setelah mendapatkan grasi, 
Ola diduga menjadi otak penyelundupan sabu 775 gram dari India ke 
Indonesia. Sabu itu dibawa oleh kurir, NA (40), dengan menumpang 
pesawat. NA, yang seorang ibu rumah tangga, ditangkap di Bandara 
Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 4 Oktober lalu.

Baca juga:
SBY: Saya Bertanggung Jawab atas Grasi Ola
Sudi: Grasi Ola "Clear"
4 Kejanggalan Grasi SBY kepada Gembong Narkoba
Todung Dukung Grasi Ola

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Grasi Terpidana Narkoba

 
Sumber :
ANT
Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke