biasanya kalau kebakaran jenggot..
pasti ada apa apa nya..



--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Tes urin untuk presiden dan gerombolannya. 
> 
> From: 
> 
> > Mahfud MD heran status Ola yang oleh empat tingkatan pengadilan 
> > disebut pengedar, tetapi sampai di meja Presiden berubah menjadi 
> > kurir. 
> > 
> > "Rapatnya mengundang pihak terkait, misalnya menteri hukum, 
> > polhukam, kepolisian. Jadi sudah clear semua." 
> > Sudi Silalahi Menteri Sekretaris Negara 
> >
> > KRITIK tajam berbagai kalangan soal kekeliruan pemberian grasi dari 
> > Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada terpidana mati kasus 
> > narkoba Meirika Franola alias Ola tidak membuat pejabat di Istana 
> > Negara mengakui adanya kesalahan.
> > 
> > Lingkaran dalam istana tetap menyebut pemberian grasi itu sah dan 
> > bisa dipertanggungjawabkan. Mereka menilai pemberian pertimbangan 
> > dari Mahkamah Agung (MA) agar Presiden menolak permohonan grasi Ola 
> > tidak mutlak.
> > 
> > "Kami yakin pertimbang an pemberian grasi untuk Ola bisa 
> > dipertanggungjawabkan. Jangan di tutup peluang bahwa pelaku adalah 
> > korban. Dalam kasus Ola, bukan tidak mungkin ia dimanfaat kan 
> > suaminya," kata Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dalam 
> > dialog dengan Metro TV, kemarin.
> > 
> > Mensesneg Sudi Silalahi menyatakan grasi yang dikeluarkan sudah 
> > sesuai. "Prosesnya sudah panjang. Pertimbangan dan proses akhir 
> > dipimpin langsung oleh Presiden. Rapatnya mengundang pihak terkait, 
> > misalnya menteri hukum, polhukam, kepolisian. Jadi sudah clear 
> > semua," ujarnya, kemarin.
> >
> > Sebelumnya, juru bicara MA Djoko Sarwoko mengatakan MA telah 
> > memberikan pertimbangan atas grasi yang diajukan dua terpidana mati 
> > kasus narkoba, Deni Setia Maharwa dan Ola. MA mengusulkan agar 
> > permohonan grasi itu ditolak. "MA berpendapat tidak terdapat cukup 
> > alasan untuk mengabulkan permohonan grasi itu," kata Djoko, awal 
> > bulan lalu.
> > 
> > "Alasan pengadilan dalam putusan terhadap Ola sangat jelas, yaitu 
> > yang bersangkutan memang gembong dan tidak dikategorikan sebagai 
> > pengguna," kata Kabiro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur, tadi 
> > malam. Akuntabilitas publik Ola diputuskan mendapat hukuman mati 
> > oleh PN Tangerang pada 22 Agustus 2000 karena terbukti membawa 3,5 
> > kilogram heroin dari London, Inggris, melalui Bandara Soekarno-
> > Hatta. Keputusan itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Banten dan MA.
> > 
> > Presiden mengeluarkan grasi kepada Ola pada 26 September 2011 
> > melalui Keppres 35/2011 dari hukuman mati menjadi hukuman seumur 
> > hidup. Namun, dari dalam LP Wanita Tangerang, Ola diketahui masih 
> > mengendalikan penyelundupan narkoba ke Indonesia.
> >
> > Hal itu terungkap saat kurir bernama Nur Aisyah yang membawa 775 
> > gram sabu asal India ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional di 
> > Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Aisyah mengaku memasukkan 
> > narkotika ke Indonesia atas perintah Ola.
> >
> > Ketua MK Mahfud MD pun menduga mafia narkoba sudah masuk Istana 
> > Negara sehingga grasi tersebut keluar. Ia menyebutkan secara hukum 
> > grasi itu sudah selesai. Namun, negara tidak hanya hukum, tapi juga 
> > akuntabilitas publik.
> > 
> > Empat tingkatan pengadilan memvonis Ola dengan hukuman mati dan 
> > menyatakan dia sebagai pengedar. ``Sudah begitu diberi pertimbangan 
> > ke Presiden oleh MA, orang ini tidak boleh diberi grasi. Kok, tiba 
> > di meja Presiden malah Ola disebut kurir? Dibawabawa lah alasan 
> > agar yang bersangkutan pantas dikasihani. Ini enggak benar," tegas 
> > Mahfud saat ditemui seusai acara Mengenang Jasa TB Simatupang di 
> > Jakarta, kemarin.
> > 
> > Menurut dia, istana seharusnya menelusuri, bukan malah kebakaran 
> > jenggot lalu menyerang balik. (Che/OX/San/Mad/X-7)
> > 
> > http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/11/13/ArticleHtmls/Istana-Abaikan-MA-13112012001020.shtml?Mode=1
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke